Intisari Tauhid [41]
TENTANG ORANG YANG PALING SESAT
Allah Ta’ala berfirman :
وَمَنْ أَضَلُّ مِمَّنْ يَدْعُو مِنْ دُونِ اللَّهِ مَنْ لَا يَسْتَجِيبُ لَهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَهُمْ عَنْ دُعَائِهِمْ غَافِلُونَ. وَإِذَا حُشِرَ النَّاسُ كَانُوا لَهُمْ أَعْدَاءً وَكَانُوا بِعِبَادَتِهِمْ كَافِرِينَ
Dan tiada yang lebih sesat daripada orang yang memohon kepada (sembahan-sembahan) selain Allah yang tidak dapat memperkenankan permohonannya sampai hari kiamat dan (sembahan-sembahan) itu lalai dari (memerhatikan) permohonan mereka. Apabila manusia dikumpulkan (pada hari kiamat), niscaya (sembahan-sembahan) itu menjadi musuh mereka dan mengingkari pemujaan mereka.” [Al-Ahqâf: 5-6]
Allah Ta’âlâ menghukumi bahwa tidak ada yang lebih sesat daripada orang yang berdoa kepada selain Allah -dari kalangan makhluk yang tidak mampu mengabulkan doa mereka di dunia dan tidak menyadari doanya orang yang berdoa kepadanya-. Ketika ditegakkan kiamat dan dikumpulkan seluruh manusia, mereka (yang disembah selain Allah) memusuhi orang-orang yang berdoa kepadanya serta berlepas diri dari mereka. Maka tidak ada yang diperoleh oleh musyrikin kecuali kerugian di dunia dan akhirat. Di dunia mereka tidak memperoleh jawaban (atas permintaan mereka), dan di akhirat ibadah mereka diingkari dengan hujjah yang lebih kuat daripada ketika di dunia.
Dua ayat di atas menjelaskan hukum orang yang berdoa kepada selain Allah, bahwa mereka adalah orang yang paling sesat, dan menetapkan bahwa doa adalah ibadah, oleh karena itu barangsiapa menyerahkannya kepada selain Allah maka ia telah musyrik.
Faedah Ayat
Bahwa doa adalah ibadah, maka barangsiapa berdoa kepada selain Allah sungguh ia telah berbuat syirik dengan kesyirikan yang besar.
Penjelasan tentang sengsaranya orang yang berdoa kepada selain Allah di dunia maupun di akhirat.
Bahwa kesyirikan adalah kesesatan yang paling besar.
Penetapan adanya hari berbangkit dan dikumpulkannya manusia untuk diberi balasan.
Bahwa berhala-berhala itu tidak dapat mendengar doa orang yang berdoa kepadanya juga tidak bisa mengabulkan (doa orang) tersebut, berbeda dengan pandangan (keyakinan) kaum musyrikin pada (berhala) itu.
Bahwa beribadah hanya kepada Allah akan membawa kebaikan, baik di dunia maupun di akhirat.
Diringkas dari penjelasan ringkas Kitab Tauhid karya Syaikh Shalih Al-Fauzan
WhatsApp Syi'ar Tauhid






