Showing posts with label Faidah. Show all posts
Showing posts with label Faidah. Show all posts

Thursday, December 11, 2014

Faidah Keidahan Islam

Faidah Keidahan Islam

CUKURLAH

Dari Abu Huroiroh rodhiallohu’anhu, beliau berkata:

“Rosululloh sholallohu’alaihi wasallam bersabda:

«الْفِطْرَةُ خَمْسٌ - أَوْ خَمْسٌ مِنَ الْفِطْرَةِ - الْخِتَانُ، وَالِاسْتِحْدَادُ، وَتَقْلِيمُ الْأَظْفَارِ، وَنَتْفُ الْإِبِطِ، وَقَصُّ الشَّارِبِ»

"Ada lima perkara dari fitroh:

1 Khitan,

2 mencukur bulu disekitar kemaluan,

3 memotong kuku,

4 mencabut bulu ketiak, dan

5 menggunting kumis”.

[Muttafaq ‘alaihi].

Berkata AS-Sindiy rohimahulloh dalam Hasiyah shohih Bukhoriy: 4/ 47 dan juga dalam hasiyah beliau terhadap Sunan An-Nasa’iy: 1/ 14:

“Kata ‘Fitrah’ dalam hadits dengan dikasroh ‘fa’nya bermakna penciptaan, maksudnya ini adalah sunnah (jalan hidup) sejak dahulu yang telah Alloh pilihkan untuk para Nabi-Nya, sehingga bisa dikatakan bahwa hal tersebut merupakan perkara yang jalabiy (sudah dari asalh penciptaanya demikian keadaannya).

Berkata Syaikh Al Bassaam dalam taisir: “Perkara2 ini merupakan keindahan Islam yang datang dengan kebersihan dan kesucian, penuh dengan pendidikan dan pengajaran, agar seorang Muslim berada di atas kondisi yang terbaik dan terindah, dan kebersihan itu merupakan wujud keimanan”.

Dari Shohabat Anas ibn Malik rodhiallohu’anhu, ia berkata:

«وُقِّتَ لَنَا فِي قَصِّ الشَّارِبِ، وَتَقْلِيمِ الْأَظْفَارِ، وَنَتْفِ الْإِبْطِ، وَحَلْقِ الْعَانَةِ أَنْ لَا نَتْرُكَ أَكْثَرَ مِنْ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً»

“Kami diberikan batas waktu untuk memendekkan kumis, memotong kuku, mencabut bulu ketiak, mencukur bulu sekitar kemaluan, itu semua tidak lebih dari 40 hari”.
[HR. Muslim]

Ada tiga waktu dalam pembahasan ini:

1 Waktu mustahab: yaitu setiap telah panjang semua itu maka mustahab untuk dipotng pada saat itu juga.

2 Waktu makruh: yaitu bila telah dibiarkan berlalu 40 hari, sebagaimana dalam hadit di atas.

3 Waktu haram: apabila dibiarakan menjadi panjang semua itu, sehingga menimbulkan kotoran2 dibalik kuku, bulu2 dan kumis tersebut, maka pada saat itu diharamkan untuk dibiarkan karena menyerupai dua hal:

Hewan buas.
Orang2 kafir dan Musyrik.

(Fiqhun Nawaazil fil Ibadaat, Syaikh DR. Kholid Ali al Musyaiqih).

Cukur... Yuk!

Grup WM
Share Faidah... Yuk!

SILSILAH FAIDAH DI MUSIM HUJAN (bagian-01)

SILSILAH FAIDAH DI MUSIM HUJAN (bagian-01)

Hembusan Angin

Angin adalah merupakan makhluk Allah dan diantara tanda dari tanda-tanda kebesaran Allah -azza wa jalla-.

Allah -azza wa jalla- berfirman:

ومن ءايته أن يرسل الرياح مبشرات وليذيقكم من رحمته

"Dan diantara tanda-tanda kebesaran-Nya adalah bahwa Dia mengirimkan angin sebagai pembawa berita gembira dan agar kalian merasakan sebagian dari rahmat-Nya".
QS. Ar Rum: 46.

dan yang dimaksud berita gembira dalam ayat ini adalah hujan sebagai rahmat bagi manusia dan makhluk Allah lainnya seperti tumbuhan, hewan dst.

Dan angin yang diutus oleh Allah -azza wa jalla- ada dua bentuk:
1. Angin yang diutus dengan membawa kebaikan serta rahmat dari Allah -azza wa jalla-.
2. Angin yang diutus dengan membawa siksaan dan adzab dari Allah -azza wa jalla-.

Dari Abu Hurairah -radhiyallahu 'anhu- berkata;
Rasulullah -shalallahu 'alaihi wa sallam- bersabda;

الريح من روح الله تأتي بالرحمة وتأتي بالعذاب...

"Angin adalah ruh (utusan) Allah, kadang datang dengan membawa rahmat dan kadang datang dengan membawa adzab".
HR. Abu Daud (5097).

Diantara contoh angin yang membawa kebaikan dan rahmat adalah seperti dalam firman Allah -azza wa jalla-:

وهو الذي يرسل الرياح بشرا بين يدي رحمته حتى إذا أقلت سحابا ثقالا سقناه لبلد ميت فأنزلنا به الماء فأخرجنا به من كل الثمرات

"Dialah (Allah) yang menghembuskan angin sebagai kabar gembira untuk mendahului rahmat-Nya (yaitu hujan), sehingga jika angin tsb telah membawa awan mendung maka Kami halau kesuatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan air hujan padanya lalu Kami tumbuhkan dengan air hujan tersebut berbagai macam buah-buahan...".
QS. Al A'raf (57).

Dan juga seperti firman-Nya:

الله الذي يرسل الرياح فتثير سحابا فيبسطه في السماء كيف يشاء ويجعله كسفا فترى الودق يخرج من خلاله فإذا أصاب به من يشاء من عباده إذا هم يستبشرون

"Allah-lah yang menghembuskan angin lalu angin tsb menggerakkan awan dan Allah membentangkannya dilangit sebagaimana yang Dia kehendaki, lalu menjadikannya bergumpal, lalu engkaupun melihat hujan keluar dari celah-celahnya, maka jika Dia menurunkannya kepada para hamba-Nya yang dikehendaki-Nya maka merekapun bergembira".
QS. Ar Rum: 48.

Dan masih banyak lagi ayat-ayat yang menunjukkan bahwa Allah -azza wa jalla- mengutus angin jenis ini, yaitu angin yang berhembus membawa kebaikan serta rahmat dari sang penciptanya.

Adapun contoh angin yang merupakan teguran serta adzab sebagaimana dalam firman-Nya:

وأما عاد فأهلكوا بريح صرصر عاتية. سخرها عليهم سبع ليال وثمانية أيام حسوما فترى القوم فيها صرعى كأنهم أعجاز نخل خاوية. فهل ترى لهم من باقية

"Dan adapun kaum 'ad maka mereka telah dibinasakan dengan angin topan yang sangat dingin. Allah menimpakan kepada mereka selama tujuh malam delapan hari secara terus menerus, maka engkaupun melihat mereka bergelimpangan seperti pohon-pohon korma yang telah lapuk. Maka apakah engkau masih melihat diantara mereka yang tersisa??!!".
QS. Al Haqqah: 6-8.

Dan seperti dalam firman-Nya:

فلما رأوه عارضا مستقبل أوديتهم قالوا هذا عارض ممطرنا بل هو ما استعجلتم به ريح فيها عذاب أليم. تدمر كل شيء بأمر ربها...

"Maka tatkala mereka melihat awan hitam itu datang menuju lembah-lembah mereka, merekapun berkata: "inilah awan yang akan menurunkan hujan kepada kita", bahkan itu adalah adzab yang kalian minta dipersegerakan, yaitu angin yang padanya terdapat siksaan yang sangat pedih. Yang menghancurkan segala sesuatu dengan perintah dari tuhannya...".
QS. Al Ahqaf: 24-25.

Dan masih banyak lagi ayat-ayat yang didalamnya terdapat penyebutan angin yang membawa bencana serta malapetaka bagi kaum yang ingkar kepada Allah -azza wa jalla-.

Dan juga kita saksikan bersama dengan mata kepala kita adanya kejadian-kejadian dahsyat berupa angin topan, angin tornado, angin puting beliung dan semisalnya dari angin yang diutus oleh Allah -azza wa jalla- untuk menghancurkan dan memporak porandakan suatu kaum atau suatu negeri.

Dan kita juga6 menyaksikan betapa banyaknya kebaikan dan rahmat yang Allah berikan kepada kita, tanaman-tanaman kita, binatang ternak kita dengan diutusnya angin kebaikan dan rahmat dari sisi Allah -azza wa jalla-.
Wallohu a'lam.

Bersambung...

Ust. Fauzan Abu Muhammad Al-Kutawy

WA Radio As-Sunnah Sidrap

Sunday, December 7, 2014

Beberapa ulama yang bermulazamah (mengkhususkan diri dalam menuntut ilmu) kepada seorang guru dalam waktu yang lama.

FAIDAH MENAKJUBKAN.

Beberapa ulama yang bermulazamah (mengkhususkan diri dalam menuntut ilmu) kepada seorang guru dalam waktu yang lama.

1. Sufyan Ibnu Uyainah bermulazamah kepada 'Amr bin Dinar selama dua puluh tahun.

2. Muhammad bin Ja'far Gundar bermulazamah kepada Syu'bah bin Hajjaj selama dua puluh tahun.

3. Abdullah bin Shalih Katibul Laits bermulazamah kepada Al Laits bin Sa'ad selama dua puluh tahun.

4. Yahya bin Said bermulazamah kepada Syu'bah bin Hajjaj selama dua puluh tahun.

5. Muhammad bin Basysyar Bundar bermulazamah kepada Yahya bin Said Al Qhaththan selama dua puluh tahun.

6. Ibnu Hajar Al 'Asqalany bermulazamah kepada Al 'Iraqy selama dua puluh tahun.

7. Ibnu Juraij bermulazamah kepada 'Atha' bin Abi Rabah selama dua puluh tahun.

Rahimahumullahu ta'ala.
Wallahu a'lam.

Rujukan;
As Siyar, Tadzkiratul Huffadz dll.

Ust. Fauzan Al-Kutawy

WA Radio As-Sunnah Sidrap

Saturday, December 6, 2014

Pelajaran berharga dari Ibunda Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah - rahimahuLLah

Faidah:
Pelajaran berharga dari Ibunda Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah - rahimahuLLah
الأم العظيمة
الى كل أم الى كل أب يريدان لولدهما الرفعة والعزة في الدنيا ورضوان الله والشفاعة لهما يوم الدين... 

ﺃﺭﺳﻞ ﺍﺑﻦ ﺗﻴﻤﻴﻪ ـ ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ - ﺭﺳﺎﻟﺔ ﻷﻣﻪ ﻳﻌﺘﺬﺭ ﻟﻬﺎ ﻓﻴﻬﺎ ﻋﻦ ﺑُﻌْﺪِﻩِ ﻋﻨﻬﺎ ﻷﻳﺎﻡ ﻭﺇﻗﺎﻣﺘﻪ ﻓﻰ ﻣﺼﺮ ﻟﺒﻌﺾ ﺷﺌﻮﻥ ﺍﻟﺪﻳﻦ ﻭﺍﻟﺪﻋﻮﺓ ..
ﻓﻠﻤﺎ ﻭﺻﻠﺘﻬﺎ ﺍﻟﺮﺳﺎﻟﺔ
ﺭﺩﺕ ﻋﻠﻴﻪ ﻓﻘﺎﻟﺖ :
(( ﻭﻟﺪﻱ ﺍﻟﺤﺒﻴﺐ ﺍﻟﺮﺿﻲّ ﺃﺣﻤﺪ ﺍﺑﻦ ﺗﻴﻤﻴﺔ
ﻭﻋﻠﻴﻚ ﺍﻟﺴﻼﻡ ﻭﺭﺣﻤﺔ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺑﺮﻛﺎﺗﻪ ﻭﻣﻐﻔﺮﺗﻪ
ﻭﺭﺿﻮﺍﻧﻪ ..
ﻓﺈﻧﻪ ﻭﺍﻟﻠﻪ ﻟﻤﺜﻞ ﻫﺬﺍ ﺭﺑﻴﺘﻚ ﻭﻟﺨﺪﻣﺔ ﺍﻹﺳﻼﻡ
ﻭﺍﻟﻤﺴﻠﻤﻴﻦ ﻧﺬﺭﺗﻚ ﻭﻋﻠﻰ ﺷﺮﺍﺋﻊ ﺍﻟﺪﻳﻦ ﻋﻠﻤﺘﻚ ..
ﻭﻻ ﺗﻈﻨﻦَّ ﻳﺎ ﻭﻟﺪﻱ ﺃﻥ ﻗﺮﺑﻚ ﻣﻨﻲ ﺃﺣﺐ ﺇﻟﻲ ﻣﻦ ﻗﺮﺑﻚ
ﻣﻦ ﺩﻳﻨﻚ ﻭﺧﺪﻣﺘﻚ ﻟﻺﺳﻼﻡ ﻭﺍﻟﻤﺴﻠﻤﻴﻦ ﻓﻲ ﺷﺘّﻰ
ﺍﻷﻣﺼﺎﺭ ..
ﺑﻞ ﻳﺎ ﻭﻟﺪﻱ ﺇﻥَّ ﻏﺎﻳﺔ ﺭﺿﺎﺋﻲ ﻋﻠﻴﻚ ﻻ ﻳﻜﻮﻥ ﺇﻻ ﺑﻘﺪﺭ
ﻣﺎ ﺗﻘﺪﻣﻪ ﻟﺪﻳﻨﻚ ﻭﻟﻠﻤﺴﻠﻤﻴﻦ ..
ﻭﺇﻧﻲ ﻳﺎ ﻭﻟﺪﻱ ﻟﻦ ﺃﺳﺄﻟﻚ ﻏﺪﺍً ﺃﻣﺎﻡ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻦ ﺑﻌﺪﻙ ﻋﻨﻲ ..
ﻷﻧﻲ ﺃﻋﻠﻢ ﺃﻳﻦ ﻭﻓﻴﻢ ﺃﻧﺖ ..
ﻭﻟﻜﻦ ! ..
ﻳﺎ ﺃﺣﻤﺪ ﺳﺄﺳﺄﻟﻚ ﺃﻣﺎﻡ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺃﺣﺎﺳﺒﻚ ﺇﻥ ﻗﺼّﺮﺕ ﻓﻲ
ﺧﺪﻣﺔ ﺩﻳﻦ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺧﺪﻣﺔ
ﺃﺗﺒﺎﻋﻪ ﻣﻦ ﺇﺧﻮﺍﻧﻚ ﺍﻟﻤﺴﻠﻤﻴﻦ .
ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻚ ﻭﺃﻧﺎﺭ ﺑﺎﻟﺨﻴﺮ ﺩﺭﺑﻚ ﻭﺳﺪﺩ ﺧﻄﺎﻙ ﻭﺟﻤﻌﻨﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺇﻳﺎﻙ ﺗﺤﺖ ﻇﻞ ﻋﺮﺵ ﺍﻟﺮﺣﻤﻦ ﻳﻮﻡ ﻻ ﻇﻞ ﺇﻻ ﻇﻠﻪ ..
ﻭﺍﻟﺴﻼﻡ ﻋﻠﻴﻜﻢ ﻭﺭﺣﻤﺔ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺑﺮﻛﺎﺗﻪ ..

ﻣﺠﻤﻮﻉ ﺍﻟﻔﺘﺎﻭﻯ48 / 28

Balasan surat ibunda Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah ketika beliau menyuratinya & menyampaikan permohonan maaf disebabkan jauhnya beliau dari sang ibu serta waktu yang lama beliau tinggal di Mesir utk beberapa urusan agama & dakwah:

" Anakku yang tercinta, yang kuridhai Ahmad bin Taimiyah ; wa 'alaika assalam warahmatullahi wa barakatuh wa maghfiratuh wa ridhwanuh.
Sesungguhnya, Demi Allah untuk yang seperti inilah aku mendidikmu sejak kecil, dan demi menolong agama Islam dan kaum muslimin aku mempersembahkanmu dan demi Syari'at agamamu aku mengajarkan ilmu kepadamu.
Dan jangan engkau mengira kedekatanmu dariku lebih aku cintai dari kedekatanmu terhadap agamamu dalam rangka engkau menolongnya beserta kaum muslimin diseluruh penjuru dunia...
Bahkan, ketahuilah wahai anakku, keridhaanku kepadamu itu kembali pada sejauh mana engkau menolong agama Allah dan kaum muslimin.
Dan esok di hari kiamat aku tak akan menuntutmu di hadapan Allah karena jauhnya engkau dariku, karena aku tahu dimana dan apa yang engkau lakukan...
Bahkan wahai anakku Ahmad ! aku akan menuntutmu di hadapan Allah ketika engkau lalai menolong agama Allah dan saudara-saudaramu kaum muslimin.
Semoga Allah senantiasa meridhaimu wahai Anakku, menerangi perjuangan dan meluruskan setiap langkahmu, dan semoga kita dikumpulkan di bawah naungan 'Arsy ArRahman dimana tiada naungan selain naunganNya.
Wasaalamu alaikum warahmatullah wa barakatuh

(Majmu' al-Fatawa 28/48)

Wednesday, December 3, 2014

DOA SEBELUM BERHUBUNGAN SUAMI ISTRI

Faidah Doâ Nabawiy

DOA SEBELUM BERHUBUNGAN SUAMI ISTRI

Dari Ibnu Àbbās rodhiyallōhu ànhumā, ia berkata bahwa Rosulullōh shollallōhu àlaihi wa sallam bersabda:

« لَوْ أَنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا أَرَادَ أَنْ يَأْتِىَ أَهْلَهُ فَقَالَ بِاسْمِ اللَّهِ ، اللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ ، وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا . فَإِنَّهُ إِنْ يُقَدَّرْ بَيْنَهُمَا وَلَدٌ فِى ذَلِكَ لَمْ يَضُرُّهُ شَيْطَانٌ أَبَدًا “

"Sesungguhnay jika ada salah seorang dari kalian ingin berhubungan intim dengan istrinya, lalu ia membaca do’a:

بِاسْمِ اللَّهِ ، اللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ ، وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا

....kemudian jika Allōh menakdirkan (lahirnya) anak dari hubungan kedua pasangan suami istri tersebut, maka syaithōn tidak akan bisa mencelakakan anak tersebut selamanya” (HR. Bukhōriy: 6388 dan Muslim: 1434).

Doânya pada lafadhz:

بِسْمِ اللهِ اَللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا

Transletisasi:
[Bismillāh, Allōhumma jannibnasy Syaithōn wa jannibisy Syaithōna mā rozaqtanā]

Terjemah:
“Dengan Nama Allah, Ya Allah! Jauhkan kami dari syaithin, dan jauhkan syaithon untuk mengganggu apa yang Engkau rezekikan kepada kami.”

HR. Al-Bukhōriy: 6/141, Muslim 2/1028]

Beberapa penjelasan dari para Ulama':

Hukum membaca doâ ini:
Sunnah/ mustahab.
(Ibnu Hajr, Ibnu Bāz dll)

Kapan waktunya membaca doâ tersebut?
Yaitu: Tatkala hadirnya keinginan, sebelum memulai hubungan intim dan bukan di pertengahan atau sesudahnya.

Karena dalam hadits dengan lafadhz:

"... لَوْ أَنَّ أَحَدَهُمْ يَقُولُ حِينَ يَأْتِى أَهْلَهُ ..."

"...jika salah seorang dari mereka mengucapkan ketika mendatangi istrinya …” 

[Ibnu Hajr dlm Fathul Bāri, dan Imam Shon'ani dlm Subulussalam]

Apakah doâ tersebut hanya dibaca oleh suami?
Berkata al-Mardāwiy rohimahullōh:

"والأظهر عدم الاختصاص بل تقوله المرأة أيضاً"

"Yang tampak darinya adalah tidak ada pengkhususan, justru sang istri juga membacanya". [Al-Inshōf].

Berkata Al-Lajnah Ad-Dāimah, periode Ibnu Bāz rohimahullōh:

هذا الدعاء مشروع في حق الرجل إذا أراد أن يأتي أهله؛ لحديث ابن عباس رضي الله عنهما.
....
لكن لو دعت به فلا بأس؛ لأن الأصل عدم الخصوصية.

"Doâ ini disyariatkan bagi sang suami tatkala ia ingin mendatangi istrinya, berdasarkan hadits ibnu Abbās rodhiallōhu ànhumā.
Akan tetapi, jika sang istri juga berdoâ dengannya maka tidaklah mengapa, sebab asalnya tidak ada pengkhususan".

Fatwa No.  17998.

Mari biasakan diri...
Syaikh Àbdullōh Al Fauzān hafizhohullōh berkata:

“Hendaklah seorang muslim semangat membaca do’a ini ketika berhubungan intim hingga menjadi kebiasaan.

Hendaklah ia melakukannya dalam rangka mengamalkan nasehat Nabi shollallōhu ‘alaihi wa sallam dan untuk mendapatkan keturunan yang terjaga dan terlindungi dari gangguan syathōn, juga supaya mendapatkan keberkahan dari do’a ini”. (Minhatul àllam).

Indahnya Sunnah Rosul

Grup WM
Share Faidah... Yuk!

Sunday, November 30, 2014

KEUTAMAAN ULAMA NEGERI YAMAN

KEUTAMAAN ULAMA NEGERI YAMAN:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

أَتَاكُمْ أَهْلُ الْيَمَنِ هُمْ أَرَقُّ أَفْئِدَةً وَأَلْيَنُ قُلُوبًا الإِيمَانُ يَمَانٍ (وَالْفِقْهُ يَمَانٍ) وَالْحِكْمَةُ يَمَانِيَةٌ

“Telah datang kepada kalian orang-orang Yaman, mereka yang paling lembut hatinya dan paling halus jiwanya. Iman itu Yaman, (fiqh ‘pemahaman agama yang baik’ itu Yaman) dan hikmah itu Yaman.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim, yang ada dalam kurung adalah tambahan dari lafaz yang lain dalam Ash-Shahihain, dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu]

Dalam lafaz Muslim,

جَاءَ أَهْلُ الْيَمَنِ هُمْ أَرَقُّ أَفْئِدَةً الإِيمَانُ يَمَانٍ وَالْحِكْمَةُ يَمَانِيَةٌ

“Telah datang orang-orang Yaman, mereka yang paling lembut hati. Iman itu Yaman, fiqh (pemahaman agama) itu Yaman dan hikmah itu Yaman.” [HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu]

Al-Hafizh Ibnu Rajab rahimahullah berkata,

وهذا إشارة منه إلى أبي موسى الأشعري، ومن كان على طريقهِ من عُلَماء أهلِ اليمن، ثمَّ إلى مثل أبي مسلم الخولاني، وأويس القَرَنيِّ، وطاووس، ووهب بن منبه، وغيرهم من عُلماء أهل اليمن، وكلُّ هؤلاء مِنَ العلماء الربانيين الخائفين لله، فكلهم علماءُ بالله يخشونه ويخافونه، وبعضُهم أوسعُ علماً بأحكام الله وشرائع دينه من بعض، ولم يكن تميُّزهم عن الناس بكثرة قيلٍ وقالٍ، ولا بحثٍ ولا جدالٍ.

“Hadits ini adalah isyarat dari Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam kepada Abu Musa Al-‘Asy’ari (yang berasal dari Yaman) dan para ulama Yaman yang mengikuti jalan beliau, kemudian isyarat kepada para ulama seperti Abu Muslim Al-Khaulani, Uwais Al-Qorni, Thawus, Wahb bin Munabbih dan para ulama Yaman lainnya, mereka semua termasuk ulama Rabbani (yang selalu mempelajari, mengamalkan dan mengajarkan sunnah) yang takut kepada Allah, karena mereka semua adalah orang-orang yang berilmu tentang Allah, yang memiliki khasyah kepada-Nya (takut karena mengetahui kebesaran Allah) dan khauf kepada-Nya (takut karena mengetahui kelemahan diri di hadapan Allah), dan sebagian mereka lebih luas ilmu tentang hukum-hukum Allah dan syari’at-syari’at agama-Nya dari sebagian yang lain, dan bukanlah mereka lebih istimewa dari para ulama yang lainnya karena banyak desas desus, meluaskan pembahasan dan perdebatan.” [Jami’ul ‘Ulumi wal Hikam, 1/250]

Beberapa Pelajaran:

1) Ulama berbeda pendapat tentang makna "Orang-orang Yaman" dalam beberapa pendapat, diantaranya:
• Penduduk Makkah, karena permulaan tersebarnya Islam dari Makkah
• Penduduk Makkah dan Madinah, karena diriwayatkan ketika itu Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam berada di Tabuk, sedang Makkah dan Madinah dari Tabuk di arah Yaman
• Kaum Anshor, karena asal mereka dari Yaman
• Penduduk negeri Yaman yang meneladani Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam dan para sahabat radhiyallahu’anhum bukan seluruh penduduk negeri Yaman, inilah yang dikuatkan oleh Ibnus Sholah dan An-Nawawi rahimahumallaah berdasarkan pengumpulan seluruh riwayat (lihat Syarhu Muslim, 2/32-33)

2) Makna "Iman itu Yaman" adalah orang Yaman yang selamat hatinya dari berbagai macam kesesatan dan kuat imannya, terutama para utusan dari Yaman yang datang kepada Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam ketika itu (lihat Syarhu Muslim, 2/33)

3) Makna "Fiqh" dalam hadits ini adalah pemahaman yang baik dalam agama, bukan bermakna khusus hanya dalam masalah-masalah hukum amaliah seperti dalam istilah ulama belakangan (lihat Syarhu Muslim, 2/33)

4) Adapun makna hikmah, An-Nawawi rahimahullah berkata,

أَنَّ الْحِكْمَةَ عِبَارَةٌ عَنِ الْعِلْمِ الْمُتَّصِفِ بِالْأَحْكَامِ الْمُشْتَمِلِ عَلَى الْمَعْرِفَةِ بِاللَّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى الْمَصْحُوبِ بِنَفَاذِ الْبَصِيرَةِ وَتَهْذِيبِ النَّفْسِ وَتَحْقِيقِ الْحَقِّ وَالْعَمَلِ بِهِ وَالصَّدِّ عَنِ اتِّبَاعِ الْهَوَى وَالْبَاطِلِ

“Hikmah adalah sebuah kata yang mengibaratkan tentang ilmu yang bersifat mencakup pengenalan terhadap Allah tabaraka wa ta’ala yang disertai dengan kekuatan bashiroh (ilmu yang diyakini berdasarkan dalil yang shahih dan pemahaman yang benar), pembersihan jiwa, penegakkan serta pengamalan terhadap kebenaran, tidak mengikuti hawa nafsu dan kebatilan.” [Syarhu Muslim, 2/33]

5) Adapun makna kelembutan hati, An-Nawawi rahimahullah berkata,

وَأَمَّا وصفها باللين والرقة وَالضَّعْفِ فَمَعْنَاهُ أَنَّهَا ذَاتُ خَشْيَةٍ وَاسْتِكَانَةٍ سَرِيعَةِ الاستجابة والتأثر بِقَوَارِعِ التَّذْكِيرِ سَالِمَةً مِنَ الْغِلَظِ وَالشِّدَّةِ وَالْقَسْوَةِ

“Adapun pensifatan terhadap penduduk Yaman dengan kelembutan, kehalusan dan rendah hati maknanya adalah hati mereka memiliki rasa takut (kepada Allah), tenang, bersegera memenuhi perintah dan mudah terpengaruh dengan seruan-seruan peringatan (nasihat), serta hati yang tidak bengis, kasar dan keras.” [Syarhu Muslim, 2/34]

Siapakah Ulama Yaman Pemilik Hikmah Yaman di Masa ini?

Baca Penjelasan Ahlis Hadits Madinah, Al-'Allamah Al-Muhaddits Asy-Syaikh Abdul Muhsin bin Hamd Al-'Abbad Al-Badr hafizhahullah. http://sofyanruray.info/

DIANTARA ADAB-ADAB KETIKA MAKAN

DIANTARA ADAB-ADAB KETIKA MAKAN

 
1. Makan dan minumlah yang halal dan thoyyib.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ وَاشْكُرُوا لِلَّهِ 

“Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah”. Al Baqoroh: 172.

2. Hendaklah makan dan minum diniatkan agar bisa dapat beribadah kepada Alloh, agar mendapat pahala dari makan dan minummu itu.

3. Sebelum makan dan minum mengucapkan:

بِسْمِ اللَّهِ

4. Jika lupa, kemudian ingat ditengah ketika makan atau minum, maka bacalah:

بِسْمِ اللهِ فِيْ أَوَّلِهِ وَآخِرِهِ

(HR. Abu Daud dan dishahihkan oleh Al-Albani).

5. Makan dan minum dengan menggunakan tangan kanan, jangan tangan kiri.

“Jika kalian hendak makan, maka makanlah dengan tangan kanan, dan jika hendak minum maka minumlah dengan tangan kanannya. Sebab syaithon makan dan minum dengan tangan kirinya”. HR. Muslim.

6. Hendaknya jangan makan sambil bersandar.

Rosululloh sholallohu 'alaihi wasallam bersabda; “Aku tidaklah makan dalam keadaan aku bersandar”. (HR. Al-Bukhari). 

7. Jangan meniup makanan atau minuman, serta tidak menghembuskan nafas di gelas.

Berdasarkan Hadits dari Ibnu Abbas:

نهى أن يتنفس في الإناء أو ينفخ فيه

“Rosululloh telah melarang bernafas dalam air atau meniup di dalamnya”. HR. Tirmidziy.

8. Hendaknya menerima dan rela dengan makanan dan minuman yang ada, dan tidak mencelanya. 

“Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wa Sallam sama sekali tidak pernah mencela makanan. Apabila suka sesuatu ia makan dan jika tidak, maka ia tinggalkan”. (Muttafaq’alaih).

9. Membaca doa setelah makan, diantara doanya:

الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ غَيْرَ مَكْفِيٍّ وَلَا مُوَدَّعٍ وَلَا مُسْتَغْنًى عَنْهُ رَبُّنَا

“Segala puji bagi Alloh, dengan pujian yang banyak, yang penuh dengan kebaikan da keberkahan padanya, yang senantiasa dibutuhkan, diperlukan dan tidak bisa ditinggalkan, wahai Robb kami.” HR. Al-Bukhari

Atau:

“الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَطْعَمَنِيْ هَذَا وَرَزَقَنِيْهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّيْ وَلاَ قُوَّةٍ”

“Segala puji bagi Allah yang memberi makanan ini kepadaku dan yang memberi rezeki kepadaku dan bukanlah dari daya dan kekuatanku.” At-Tirmidzi .

Atau hanya dengan mengucapkan:

الْحَمْدُ لِلَّهِ

Berdasarkan sabda Nabi:

إن الله ليرضى عن العبد أن يأكل الأكلة فيحمده عليها ويشرب الشربة فيحمده عليها

“Sesungguhnya Alloh sangat meridhoi seorang hamba jika makan suatu makanan ia memuji-Nya, dan jika minum seseutupun yang diminum, iapun memuji-Nya”. HR. Muslim.

       
 
      

Group WM

Sunday, November 23, 2014

Tentang ketindisan

Faidah

Tentang:
K  E  T  I  N  D  I  S  A  N

.. الجاثوم ..

في اللغة : الذي يسقط على الناس في النوم .

واصطلاحا :
هو شيطان يأتي للإنسان عند نومه فينزل على صدره ويضغطه بقوة حتى يضيق على النائم أنفاسه ، فلا يستطيع أن يتحرك ، ثم بعد أن يفيق يبدأ بالذكر ، أو الإستعاذة بصوت غير مسموع لأحد وكأنه يتمتم ، فلا يسمعه إلا هو ، فيبدأ الشيطان أي الجاثوم بالإبتعاد عن جسده شيئا فشيئا حتى يفيق النائم تماما ، ويستطيع الكلام الصحيح ..
وهذا لا يأتي في الغالب إلا لمن غفل عن الأذكار - أذكار الصباح والمساء - وخاصة أذكار النوم - كآية الكرسي...

- معجم الحروز الشركية المناقضة للتوحيد والسنة النبوية 209 - 210

     Al-Jātsūm

Secara Bahasa:
Sesuatu yang menimpa pada orang tatkala tidur.

Secara Istilah:
Dia adalah Syaithōn yang mendatangi seorang manusia dalam tidurnya, ia masuk ke dalam dadanya dan menekannya dengan kuat hingga terasa sempit nafas-nafasnya oleh manusia yang sedang tidur tersebut hingga ia tidak mampu bergerak, kemudian setelah ia sadar (tapi belum bangun; -penj.) iapun mulai berdzikr atau memohon perlindungan dengan suaranya tapi tidak terdengar oleh seorangpun, seakan-akan ia bergumam, tidak ada yang mendengarnya kecuali dirinya sendiri

Kemudian disaat itu, barulah si Syaithōn atau si Jātsūm tadi mulai menjauh dari jasad orang itu sedikit demi sedikit hingga orang itu benar-benar terjaga/ bangun dengan sempurna dari tidurnya, dan mampu berbicara dengan benar...

Dan hal ini pada kebanyakannya tidaklah datang kecuali kepada orang yang lalai dari dzikr-dzikr, dzikr pagi dan sore, khususnya dzikr-dzikr sebelum tidur, semisal ayat kursi...

___________
[Mu'jam Al-Harūz Asy-Syirkiyyah al-Munāqidhoh liltauhīd dan Sunnah An-Nabawiyyah: 209-210]

   =[Majmù Al-Fawāid]=

Saturday, November 22, 2014

Berpegang Teguhlah Dengan Sunnah Memelihara Jenggot

Kumpulan Fatwa 11

Berpegang Teguhlah Dengan Sunnah Memelihara Jenggot

هل يجوز لمن يعيش في أوربا تقصير اللحية إن سببت اللحية له إشكالا في وجود العمل؟

Tanya:
Apakah boleh bagi seseorang yang tinggal di Eropa untuk memotong jenggot apabila dengan berjenggot menyebabkannya kesulitan dalam pekerjaan??

الجواب: تَمَسَك بالسنة في أي مكان من الأرض ولا تنظر لإرضاء الناس أو مداراة الناس، تمسك بالسنة في اللحية وفي غيرها ولا تتنازل عن شيء من دينك لأجل إرضاء الناس، هذه هي المداهنة المنهي عنها، نعم.

Jawab:
Berpegang teguh kepada Sunnah itu di setiap tempat di permukaan bumi ini, tanpa melihat itu tempatnya segolongan manusia tertentu atau tempat yang terhormat di tengah manusia.

Berpegang teguh dengan Sunnah terkait dengan jenggot atau dalam masalah Sunnah yang lainnya.

Dan janganlah engkau mengalahkan sesuatupun dari agamamu hanya karena mengejar keridhoan manusia, ini adalah perbuatan toleransi yang terlarang.

Sumber::
http://www.alfawzan.af.org.sa/node/4439

Penerjemah::
Ustadz Hudzaifah bin Muhammad
                 -hafizhahullah-

               WhatsApp
       Al-Fatawa Al-Fauzaniyyah

Thursday, November 20, 2014

Petunjuk dalam Menyikapi Kenaikan Harga

Petunjuk dalam Menyikapi Kenaikan Harga:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Sahabat yang Mulia Anas bin Malik radhiyallahu’anhu berkata,

غَلاَ السِّعْرُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالُوا: يَا رَسُولَ اللهِ، سَعِّرْ لَنَا، فَقَالَ إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمُسَعِّرُ، القَابِضُ، البَاسِطُ، الرَّزَّاقُ، وَإِنِّي لأَرْجُو أَنْ أَلْقَى رَبِّي وَلَيْسَ أَحَدٌ مِنْكُمْ يَطْلُبُنِي بِمَظْلِمَةٍ فِي دَمٍ وَلاَ مَالٍ

“Harga barang pernah naik di masa Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam, maka para sahabat berkata: Wahai Rasulullah, buatlah ketetapan harga untuk kami? Beliau bersabda: Sesungguhnya Allah Dia-lah yang mengatur harga, yang menahan, yang melapangkan dan yang Maha Memberikan rezeki, dan sungguh aku berharap untuk berjumpa dengan Rabbku dalam keadaan tidak ada seorang pun dari kalian yang menuntutku karena suatu kezaliman pada darah dan harta.” [HR. Ahmad, Abu Daud, At-Tirmidzi dan Ibnu Majah, Ghayatul Marom: 323]

Beberapa Pelajaran:

1) Allah ta’ala Dia-lah yang menakdirkan segala sesuatu yang terjadi di alam ini, Dia-lah yang menetapkan harga, menyempitkan dan melapangkan rezeki, maka hendaklah setiap hamba hanya bersandar dan berdoa kepada-Nya, bersabar dan bertaubat kepada-Nya, serta senantiasa bertakwa kepada-Nya. Sahabat yang Mulia Abu Hurairah radhiyallahu’anhu berkata,

أَنَّ رَجُلًا جَاءَ، فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، سَعِّرْ، فَقَالَ: «بَلْ أَدْعُو» ثُمَّ جَاءَهُ رَجُلٌ، فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، سَعِّرْ، فَقَالَ: بَلِ اللَّهُ يَخْفضُ وَيَرْفَعُ، وَإِنِّي لَأَرْجُو أَنْ أَلْقَى اللَّهَ وَلَيْسَ لِأَحَدٍ عِنْدِي مَظْلَمَةٌ

“Bahwa seseorang datang kepada Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam lalu berkata: Wahai Rasulullah, tetapkanlah harga untuk kami. Maka beliau bersabda: “Aku hanya bisa berdoa”. Kemudian datang lagi orang yang lain lalu berkata: Wahai Rasulullah tetapkanlah harga untuk kami. Maka beliau bersabda: Sesungguhnya Allah yang menurunkan dan menaikkan harga, dan sungguh aku berharap untuk berjumpa dengan Allah dalam keadaan tidak ada seorang pun yang menuntutku karena suatu kezaliman.” [HR. Ahmad dan Abu Daud, Shahih Ar-Raudh An-Nadhir: 405]

2) Kenaikan harga adalah karena kondisi pasar mengharuskan demikian, seperti karena kurangnya barang, atau banyaknya permintaan, atau naiknya harga BBM dan lain-lain. Adapun apabila kenaikan harga disebabkan ‘permainan’ para pedagang maka termasuk perbuatan zalim, dan tidak dibenarkan bagi para pedagang untuk menetapkan harga melebihi pasaran.

3) Hadits ini juga menunjukkan bahwa pemerintah tidak boleh menetapkan harga-harga barang, tetapi hendaklah membiarkan sesuai kondisi pasar yang berlaku, kecuali apabila para pedagang mempermainkan harga maka hendaklah pemerintah mengaturnya sesuai dengan harga yang sebenarnya (lihat Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah, 13/185 no. 6374 Pertanyaan no. 2).

4) Ulama berbeda pendapat tentang (الْمُسَعِّرُ) yang menetapkan harga, (القَابِضُ) yang menahan rezeki, (البَاسِطُ) yang melapangkan rezeki, (الرَّزَّاقُ) yang memberi rezeki, apakah termasuk nama-nama Allah atau tidak, yang dikuatkan oleh Al-‘Allamah Al-Muhaddits Asy-Syaikh Abdul Muhsin Al-‘Abbad hafizhahullah adalah, hanya Ar-Rozzaq yang merupakan nama Allah ta’ala berdasarkan firman-Nya,

إن الله هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِينُ

“Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rezeki Yang Mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh.” [Adz-Dzariyyat: 58]

Adapun hadits ini tidak menetapkan nama-nama Allah ta’ala, maka tiga nama sebelumnya adalah termasuk sifat-sifat perbuatan Allah ta’ala namun bukan termasuk nama-nama-Nya (lihat Syarhu Sunan Abi Daud, 8/394 versi Asy-Syaamilah).

5) Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam sangat takut berbuat zalim, dan beliau telah memperingatkan bahayanya dalam hadits ini, sebagaimana beliau juga bersabda,

أَتَدْرُونَ مَا الْمُفْلِسُ قَالُوا الْمُفْلِسُ فِينَا مَنْ لاَ دِرْهَمَ لَهُ وَلاَ مَتَاعَ فَقَالَ إِنَّ الْمُفْلِسَ مِنْ أُمَّتِى يَأْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِصَلاَةٍ وَصِيَامٍ وَزَكَاةٍ وَيَأْتِى قَدْ شَتَمَ هَذَا وَقَذَفَ هَذَا وَأَكَلَ مَالَ هَذَا وَسَفَكَ دَمَ هَذَا وَضَرَبَ هَذَا فَيُعْطَى هَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ وَهَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ فَإِنْ فَنِيَتْ حَسَنَاتُهُ قَبْلَ أَنْ يُقْضَى مَا عَلَيْهِ أُخِذَ مِنْ خَطَايَاهُمْ فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ ثُمَّ طُرِحَ فِى النَّارِ

“Tahukah kalian siapa orang yang bangkrut itu?” Sahabat menjawab, “Orang yang bangkrut di tengah-tengah kami adalah orang yang tidak memiliki dinar dan harta”. Maka Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa amalan sholat, puasa, zakat, namun dia pernah mencaci fulan, menuduh fulan, memakan harta fulan, menumpahkan darah fulan dan memukul fulan. Maka diambil kebaikan-kebaikan yang pernah dia lakukan untuk diberikan kepada orang-orang yang pernah dia zalimi. Hingga apabila kebaikan-kebaikannya habis sebelum terbalas kezalimannya, maka kesalahan orang-orang yang pernah dia zalimi ditimpakan kepadanya, kemudian dia dilempar ke neraka.” [HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu]

6) Kesempurnaan Islam, mengatur seluruh aspek kehidupan manusia dengan aturan yang paling baik demi meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat.

7) Aturan Islam tegak di atas keadilan dan kemaslahatan, sangat jauh dari kezaliman dan kemudaratan.

8) Kewajiban tunduk kepada ketetapan Allah ta’ala, dan Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam serta para sahabat radhiyallahu’anhum adalah sebaik-baik teladan dalam beribadah kepada Allah ‘azza wa jalla.

9) Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam adalah manusia biasa seperti kita juga, beliau tidak punya andil sedikit pun dalam menguasai dan mengatur alam ini, beliau tunduk dengan ketetapan Allah tabaraka wa ta’ala, beliau bersandar dan bermohon hanya kepada-Nya, maka tidak sepatutnya beliau dipersekutukan dengan Allah jalla wa ‘ala, namun hendaklah meneladani beliau yang hanya beribadah kepada Allah ta'ala; hanya bersandar dan berdoa kepada-Nya, tidak kepada malaikat, para nabi dan orang-orang shalih yang telah meninggal dunia, karena berdoa kepada selain Allah ta'ala termasuk syirik besar yang menyebabkan pelakunya murtad, keluar dari Islam dan mengekalkannya di neraka.

10) Apabila beliau tidak pantas dipersekutukan dengan Allah, maka seluruh makhluk selain beliau yang derajatnya lebih rendah dari beliau, apakah malaikat, para nabi dan para wali, tentunya lebih tidak patut dipersekutukan dengan Allah tabaraka wa ta’ala.

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

Sumber: http://sofyanruray.info

Monday, November 17, 2014

Ambillah Sikap Bersahaja

Permata Faidah Dari Salaf

"Ambillah Sikap Bersahaja"

Berkata Shohabat yang mulia; Àbdullōh bin Masûd Rodhiallōhu ànhu:

"إنها ستوكون أمور مشتبهات، فعليكم بالتؤدة!

فإنك أن تكون تابعا في الخير خير من أن تكون رأسا في شر"

"Sesungguhnya kelak akan terjadi adanya perkara-perkara yang samar...

Maka wajib bagi kalian untuk mengambil sikap perlahan-lahan/ tidak terburu-buru/ tenang/ tidak tergesa-gesa...

Sebab, sesungguhnya apabila engkau sekedar menjadi orang yang hanya mengikuti kebaikan itu lebih baik...

Daripada engkau menjadi contoh/ perintis/ terdepan dalam kejelekan".

[Al-Ibānah; Ibnu Baththoh]

    =[Majmù Al-Fawāid]=

Sunday, November 16, 2014

DUDUK ORANG-ORANG YANG DIMURKAI

"DUDUK ORANG-ORANG YANG DIMURKAI

Dari Syarid bin Suwaid rodhiallohu'anhu, ia berkata:

"مر بي رسول الله صلى الله عليه وسلم وأنا جالس هكذا وقد وضعت يدي اليسرى خلف ظهري واتكأت على ألية يدي فقال لي : "أتقعد قِعْدة المغضوب عليهم "

"Rasulullah shollallohu 'alaihi wa sallam berlalu melintasi saya, dan saya duduk seperti ini, saya letakkan tangan kiriku di belakang punggungku dan aku betelekan/ bersandar/ bertopang di belakang tanganku. Maka beliau bersabda: 'Apakah kamu duduk dengan cara duduknya orang yang dimurkai?!'".

____________
HR. Ahmad: 18960, Abu Dawud: 4848, Ibnu Hibban: 5674.
Hadits ini diahohihkan Al-Hakim dan disepakati oleh Adz-Dzahabiy, Ibnu Muflih dalam Al-Adabusy Syar'iyyah dan Al-Albaniy dalam Shohih Sunan Abi Dawud.

Berkata Ath-Thibbiy rohimahulloh:

" والمراد بالمغضوب عليهم اليهود ، وفي التخصيص بالذكر فائدتان إحداهما : أن هذه القعدة مما يبغضه الله تعالى ، والأخرى : أن المسلم ممن أنعم الله عليهم فينبغي أن يجتنب التشبه بمن غضب الله عليه ولعنه "

"Yang dimaksudkan dengan 'yang dimurkai' adalah kaum Yahudi. Dan pada pengkhususan dengan penyebutannya di sini mengandung dua faidah:

1. Bahwa duduk seperti ini adalah perkara yang dimurkai Allah ta'ala.

2. Seorang Muslim yang telah diberikan nikmat oleh Allah, selaykanyalah untuk menjauhi perbuatan menyerupai kaum yang dimurkai dan dilaknat Allah".

Berkata asy-Syaikh Ibnul Utsaimin rohimahullah:

" هذه القعدة وصفها النبي صلى الله عليه وعلى آله وسلم بأنها قعدة المغضوب عليهم . أما وضع اليدين كلتيهما من وراء ظهره واتكأ عليهما فلا بأس ، ولو وضع اليد اليمنى فلا بأس ، إنما التي وصفها النبي عليه الصلاة والسلام بأنها قعدة المغضوب عليهم أن يجعل اليد اليسرى من خلف ظهره ويجعل باطنها أي أليتها على الأرض ويتكئ عليها ، فهذه هي التي وصفها النبي صلى الله عليه وسلم بأنها قعدة المغضوب عليهم "

"Duduk seperti itu disifatkan oleh Nabi Shollallohu 'alaihi wa sallam sebagai duduknya orang yang dimurkai, adapun jika duduknya dengan meletakkan kedua tangan di belakang dan bersandar dengan keduanya, itu tidaklah mengapa, dan juga bila meletakkan tangan kanan saja di belakang itu tidaklah mengapa, yang disifatkan oleh Nabi shollallohu 'alaihi wa sallam sebagai duduknya orang dimurkai adalah dengan meletakkan tangan kiri di belakang punggungnya dan ia letakkan pantatnya duduk di bumi dan iapun bersandar kepadanya, ini yang disifatkan Nabi dengan duduknya orang yang dimurkai". [Syarh Royadhush-Shōlihin]

Berkata Asy-Syaikh Abdulmuhsin Al-Abbad hafidhzohulloh:

"  جاء في الحديث وصف هذه الجلسة بجلسة المغضوب عليهم هذا يدل على التحريم "

"Datang dalam hadits ini pensifatan duduk ini denhan duduknya orang yang dimurkai, ini menunjukkan akan pengharaman".

"شرح سنن أبي داود" (28 / 49) .
[Syarh Sunan Abi Dawud: 49/ 28]

    =[Majmù Al-Fawāid]=

Saturday, November 8, 2014

Hukum Mengkhususkan Umroh di Bulan Rajab

Fatwa Syaikh Shalih Fauzan

         Hukum Mengkhususkan
           Umroh di Bulan Rajab

السؤال: ما حكم العمرة في شهر رجب؟

Soal:
Apa hukumnya umroh di bulan Rajab?

الجواب: موضع خلاف بين العلماء، والجمهور على أنها لا تشرع ولا يشرع في رجب خاصة لا عمرة ولا غيره، لأنه لم يثبت هذا؛ لكن بعض العلماء يقول: العمرة في رجب تستحب لأن ابن عمر كان يفعل هذا فيستثنون العمرة فقط في رجب وهذا قول فيه نظر، الجمهور على خلاف وأنه لا يشرع في رجب شيء خاص من الأعمال لعدم الدليل على هذا.

Jawab:
Diperselisihkan para Ulama', jumhur berpendapat bahwa hal tersebut tidaklah disyariatkan, tidaklah disyariatkan di bulan Rajab secara khusus untuk Umrah atau ibadah selainnya, karena tidak ada dalilnya.

Akan tetapi sebagian Ulama' berpendapat bahwa Umrah di bulan Rajab itu disunnahkan karena Ibnu 'Umar pernah melakukannya, sehingga hanya untuk amalan Umrah saja boleh di bulan Rajab.

Namun pendapat ini perlu diteliti, jumhur berbeda dengan pendapat ini, tidaklah disyariat di bulan Rajab sesuatupun yang dikhususkan dari amalan-amalan ibadah karena tidak ada dalil dalam masalah ini.

Sumber::
www.af.org.sa/en/node/2862

Penerjemah::
Ustadz Hudzaifah bin Muhammad

                WhatsApp
   Al-Fatawa Al-Fauzaniyyah

Thursday, November 6, 2014

ANCAMAN TERHADAP LAKI-LAKI YANG TIDAK SHOLAT JUM'AT

ANCAMAN TERHADAP LAKI-LAKI YANG TIDAK SHOLAT JUM'AT
ِ

Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda,

لينتهيَنَّ أقوامٌ عن ودعِهم الجُمعاتِ أو ليختِمَنَّ اللهُ على قلوبِهم ثمَّ ليكونَنَّ من الغافلين

"Sungguh harus berhenti orang-orang yang terbiasa meninggalkan sholat Jum'at, atau sungguh Allah benar-benar akan menutup hati-hati mereka, kemudian sungguh benar-benar mereka akan termasuk orang-orang yang lalai." [HR. Muslim dari Ibnu Umar dan Abu Hurairah radhiyallahu'anhuma]

Beberapa Pelajaran:

Bahaya meninggalkan sholat Jum’at dengan sengaja tanpa ada alasan yang dibenarkan syari’at.

Peringatan kepada orang-orang yang meninggalkan sholat Jum’at untuk segera bertaubat kepada Allah ta’ala.

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam tidak mengabarkan kecuali wahyu, maka dua kemungkinan dalam hadits ini pasti terjadi. Al-Qodhi ‘Iyadh rahimahullah berkata,

��وَالْمَعْنَى أَنَّ أَحَدَ الْأَمْرَيْنِ كَائِنٌ لَا مَحَالَةَ، إِمَّا الِانْتِهَاءُ عَنْ تَرْكِ الْجُمُعَاتِ، وَإِمَّا خَتْمُ اللَّهِ عَلَى قُلُوبِهِمْ، فَإِنَّ اعْتِيَادَ تَرْكِ الْجُمُعَةِ يُغَلِّبُ الرَّيْنَ عَلَى الْقَلْبِ وَيُزَهِّدُ النُّفُوسَ فِي الطَّاعَةِ، وَذَلِكَ يُؤَدِّي بِهِمْ إِلَى أَنْ يَكُونُوا مِنَ الْغَافِلِينَ

“Maknanya, bahwa satu dari dua perkara mesti terjadi pada siapa pun tidak mungkin tidak, yaitu apakah segera berhenti meninggalkan sholat Jum’at, atau kalau tidak maka Allah akan menutup hati-hati mereka, karena terbiasa meninggalkan sholat Jum’at menyebabkan dominasi noda hitam di hati, menjadikan jiwa malas dalam melakukan ketaatan, dan itu semua mengantarkan mereka menjadi orang-orang yang lalai.” [Al-Mirqoh, 3/1023]

Bahaya berpaling dari kebenaran dan tidak mengamalkan perintah Allah ta’ala, bahwa orang yang melakukannya akan ditimpa azab pada hatinya; Allah ta’ala menutup hatinya sehingga ia tersesat dan tidak dapat mengenal kebenaran, dan kelak ia akan ditimpa azab pada badannya.

Sholat Jum’at diwajibkan bagi orang yang terpenuhi padanya 6 syarat:
• Muslim,
• Laki-laki,
• Baligh,
• Berakal,
• Merdeka,
• Muqim.

Maka orang kafir, wanita, anak kecil yang belum baligh, orang gila, budak dan musafir tidak diwajibkan sholat Jum’at, hanya saja orang kafir tetap akan mendapatkan hukuman karena kekafirannya, ditambah karena tidak melakukan sholat Jum’at dan kewajiban-kewajiban yang lainnya.

[Lihat Subulus Salam, 1/397 dan Majmu’ Fatawa Asy-Syaikh Ibni Baz rahimahullah, 12/320-321, Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah, 7/88 no. 17157]

Al-Ustadz Sofyan Chalid Ruray
www.fb.com/sofyanruray.info

WhatsApp Syiar Tauhid

Wednesday, November 5, 2014

Manakah yang lebih Berbahaya, Bid'ah atau kah Maksiat??

[[Silsilah Tanya Jawab]]

ANTARA BID'AH & MAKSIAT

PERTANYAAN::
Manakah yang lebih Berbahaya,
Bid'ah atau kah Maksiat??

JAWABAN::
"Bid'ah lebih berbahaya dari Maksiat, karena Bid'ah lebih di cintai Syaithon dari Maksiat. Pelaku maksiat ada niat untuk bertaubat sedangkan pelaku bid'ah susah

Sebabnya adalah karena ia merasa di atas kebenaran, dan ini tentu berbeda dengan pelaku Maksiat, karena pelaku Maksiat tahu bahwa ia melakukan kedurhakaan.

Adapun Pelaku Bid'ah merasa bahwa ia sedang Menaati Allah, itulah sebabnya Bid'ah lebih jelek dari Maksiat -Wal iyadzu billah-

Oleh karena nya para salaf memperingatkan ummat dari Duduk-duduk dengan ahli Bid'ah, karena Ahli Bid'ah memberikan pengaruh kepada orang yang duduk bersama mereka, dan itu sangat berbahaya bagi yang berkumpul bersama mereka Ahlul Bid'ah.

Oleh karena itu tidak di ragukan lagi bahwa Bid'ah lebih bahaya dari Maksiat, dan bahaya Ahli Bid'ah lebih Menakutkan bagi manusia dari dari bahaya pelaku maksiat.

Ibnu Mas'ud rodiallahu 'anhu (seorang salaf) mengatakan:

"Sederhana di dalam sunnah lebih baik dari pada Bersungguh-sungguh di dalam Bid'ah" [Ash-Shahihah : 5/14]

Sumber Kitab::
Al-Ajwibah Al-Mufidhah 'an As ilatil manahij Al jadidah : 27-28]

Bersama::
Asy-Syaikh Al'Allamah Shalih Fauzan bin Abdillah Al-Fauzan -hafizhahullah-

Penerjemah::
Al-Ustadz Abu Ubaidillah Al-Atsariy

            WhatsApp
Al-Fatawa Al-Fauzaniyyah

Negeri Idaman

Faidah Taddabur Ayat Al-Qurān

Negeri Idaman

Allōh Al-Àzīz Al-Ghoniyy Al-Hamīd Dzul Jalali Wa Ikrōm, berfirman:

إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي مَقَامٍ أَمِينٍ

51. "Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam tempat yang aman",

فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ

52. "(yaitu) di dalam taman-taman dan mata-air-mata-air;"

يَلْبَسُونَ مِنْ سُنْدُسٍ وَإِسْتَبْرَقٍ مُتَقَابِلِينَ

53. "mereka memakai sutera yang halus dan sutera yang tebal, (duduk) berhadap-hadapan,"

كَذَٰلِكَ وَزَوَّجْنَاهُمْ بِحُورٍ عِينٍ

54. "demikianlah. Dan Kami berikan kepada mereka bidadari."

Berkata Imam As-Si'di dalam Tafsirnya:
"...demikianlah..." kenikmatan yang sempurna dan kebahagiaan yang terindah.

"... Dan Kami berikan kepada mereka bidadari..."

Maksudnya: para wanita yang cantik jelita, dan termasuk dari keindahan dan kecantikan mereka; bercahaya dari kedipan mata karena keindahannya membuat akal terpesona karena kecantikannya dan lubb (hati yg paling dalam) akan tertawan karena kesempurnaan para bidadari itu.

  { عَيْنٍ }

Maksudnya: lebarnya kedua mata karena keindahannya.

يَدْعُونَ فِيهَا بِكُلِّ فَاكِهَةٍ آمِنِينَ

55. Di dalamnya mereka meminta segala macam buah-buahan dengan aman (dari segala kekhawatiran).

Berkata Imam As-Si'di dalam Tafsirnya:
"...segala macam buah-buahan..." yaitu segala jenis yang namanya juga ada di dunia dan segala jenis yang namanya tidak pernah ada di dunia dan tidak pula pernah ada semisalnya di dunia.

لَا يَذُوقُونَ فِيهَا الْمَوْتَ إِلَّا الْمَوْتَةَ الْأُولَىٰ ۖ وَوَقَاهُمْ عَذَابَ الْجَحِيمِ

56. "mereka tidak akan merasakan mati di dalamnya kecuali mati di dunia. Dan Allah memelihara mereka dari azab neraka",

[QS. Ad-Dukhōn: 51 - 54.]

M A U ?

Bayarlah dengan:
K E T A K W A A N - M U

Allōh meberikan rahasianya:

إِنَّ لِلْمُتَّقِينَ عِنْدَ رَبِّهِمْ جَنَّاتِ النَّعِيمِ

Sesungguhnya bagi orang-orang yang bertakwa (disediakan) surga-surga yang penuh kenikmatan di sisi Robb mereka.

إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ

Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu berada dalam taman-taman (surga) dan mata air-mata air,

آخِذِينَ مَا آتَاهُمْ رَبُّهُمْ ۚ إِنَّهُمْ كَانُوا قَبْلَ ذَٰلِكَ مُحْسِنِينَ

"sambil menerima segala pemberian Rabb mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat kebaikan".

M A U ?
ayo dapatkan!

Sunday, November 2, 2014

PERINGATAN KERAS TERHADAP METODE PENDIDIKAN DENGAN MENGGUNAKAN FILM KARTUN

PERINGATAN KERAS
TERHADAP METODE PENDIDIKAN DENGAN MENGGUNAKAN FILM KARTUN

     Siasat Jahat Kuffar dalam
  Dunia Pendidikan Anak-anak

Peringatan yang tegas dari Syaikh Sholih Al-Fauzān -hafidhzohullōh- terhadap tarbiyah (pendidikan) Anak-anak dengan metode Film kartun yang bertujuan mengajarkan Adab Islamiy.
--------------------------

تحذير الشيخ صالح الفوزان ـ حفظه الله ـ من تربية الأطفال بالأفلام الكرتونية الهادفة لتعليم الآداب الإسلامية

س9 : ما حكم تربية الأطفال بأفلام الكرتون الهادفة التي فيها فائدة ,وتربيتهم على الأخلاق الحميدة؟

الجواب:
الله حرم الصور, وحرم اقتنائها فكيف نربي عليها أولادنا ؟! كيف نربيهم على شيء حرام ؟!على صور محرمة وتماثيل متحركة ناطقة أشبه ما تكون بالإنسان , هذا تصوير شديد , ولا يجوز تربية الأطفال عليه .وهذا ما يريده الكفار, يريدون أن نُخالف ما نهى عنه الرسول صلى الله عليه وسلم فالرسول صلى الله عليه وسلم نهى عن الصور وعن استعمالها واقتنائها(1).

وهؤلاء يروجونها بين الشباب وبين المسلمين بحجة التربية, هذه تربية فاسدة, والتربية الصحيحة أن تعلمهم ما ينفعهم في دينهم ودنياهم.

---------------------
(1) كما في البخاري برقم (5949) من حديث أبي طلحة رضي الله عنه ورقم (5950) من حديث عبد الله بن مسعود رضي الله عنه وبرقم (5952) من حديث عائشة رضي الله عنها ورقم (5961) من حديث عائشة رضي الله عنها, ورقم (5962) من حديث أبي جحيفة رضي الله عنه
وانظر صحيح مسلم في كتاب اللباس باب تحريم تصوير صور الحيوان وتحريم اتخاذ ما فيه صور غير ممتهنة بالفراش ونحوها , وأن الملائكة- عليهم السلام- لا يدخلون بيتًا فيه صورة أو كلب برقم (2104) وما بعده.

المصدر:
توجيهات مهمة لشباب الأمة / للعلامة الشيخ صالح بن فوزان الفوزان ص (52,51)

http://www.sahab.net/forums/showthread.php?p=663937

Soal:
Apa hukumnya tarbiyah (pendidikan) anak-anak dengan suguhan Film kartun yang bertujuan dengannya pelajaran dan pengajaran akhlaq-akhlaq yang terpuji?

Jawab:
Alloh telah mengharamkan gambar (gambar makhluk bernyawa; -penj.), dan telah mengharamkan membuat gambar, lalu bagaimana bisa kita mendidik mereka dengan gambar-gambar tersebut?!
Bagaimana mungkin kita mendidik mereka dengan sesuatu yang haram?!
Dengan gambar yang diharamkan dengan patung2 (gambar 3 dimensi; -penj.) yang bergerak lagi bicara menyerupai wujud seorang manusia.

Ini adalah gambar yang diancam dengan keras, tidak boleh mendidik/ mentarbiyah anak-anak dengannya.

Inilah yang diinginkan orang-orang kafir, mereka ingin agar kita menyelisihi larangan Rasul Shollallōhu àlaihi wa sallam.

Rasul Shollallōhu àlaihi wa sallam telah melarang dari gambar dan dari menggunakannya dan juga membuatnya. (1)

Dan mereka mempopulerkannya di tengah para pemuda dan kaum muslimin dengan label 'pendidikan'.

Ini pendidikan yang rusak.

Pendidikan yang benar adalah engkau ajarkan mereka segala hal yang bermanfaat untuk agama dan dunia mereka.

---------------------
(1) sebagaimana dlm Shohih Bukhoriy.

Sumber:
[Taujihāt muhimmah li Syabāb al-Ummah, karya al-Àllāmah Asy-Syaikh Shōlih Al-Fauzān, hal. 51-52]

http://www.sahab.net/forums/showthread.php?p=663937

Ustadz Hudzaifah bin Muhammad

WhatsApp::
Al-Fatawa Al-Fauzaniyyah

Saturday, November 1, 2014

Di antara Bentuk TARBIYAH

FAIDAH KELUARGA SAKINAH ISLAMIYYAH.

Di antara Bentuk 'TARBIYAH'

            
           

السؤال الثاني من الفتوى رقم ( 14755 )

س 2: ما هي الطريقة الناجحة للأبوين في تربية أولادهما؟

ج 2: الطريقة الناجحة في تربية الأولاد هي الطريقة الوسـط التي لا إفراط فيها ولا تفريط، فـلا يكـون فيها عنف وشدة، ولا يكـون فيهـا إهمـال ولا مبـالاة. فيربـي الأب أولاده ويعلمهـم ويوجههم ويرشدهم للأخلاق الفاضلة والآداب الحسنة، وينهاهم عن كل خلق ذميم.
وبالله التوفيق، وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم.

اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء

http://www.ajurry.com/vb/archive/index.php/t-3862.html

Soal:
Bagaimana metode yang benar bagi kedua orang tua dalam mentarbiyyah (mendidik) anak-anak mereka?

Jawab:
Metode yang benar dalam mentarbiyah anak-anak adalah metode pertengahan, yaitu tidak berlebih-lebihan (ekstrim) dan tidak pula menyepelekan (menelantarkan), sehingga tidaklah dengan metode kekerasan dan tidak pula dengan menyepelekan/ bermudah-mudahan dan tanpa kepedulian.

Maka, hendaknya orang tua mendidik mereka, mengajari mereka, membimbing serta memberikan pengarahan kepada mereka kepada akhlaq yang terpuji lagi indah dan melarang mereka dari segala akhlaq yang jelek dan tercela.

Semoga Alloh memberi taufik, sholawat serta salam dan salam kepada Nabi kita, juga pada keluarga dan shohabatnya.

[Kumpulan Ulama' dalam Lembaga Resmi Untuk Fatwa dan Riset Ilmiyyah Saudi Arabia]

http://www.ajurry.com/vb/archive/index.php/t-3862.html

〰〰〰〰〰

والتربية الصحيحة ترتكز على العقيدة الصحيحة وتصفيتها، وإبعاد كل ما يشوبها من الشوائب، وتنشئة الشاب، وتنشئة المجتمع، وتنشئة الناس جميعًا على هذه العقيدة الصحيحة، والمنهج السليم؛ المنهج المتوافق مع كتاب الله، وسنة رسوله، وما كان عليه سلفنا الصالح وما كان عليه النبي – صلى الله عليه وسلم – وأصحابه، والسلوك القويم؛ السلوك المنضبط بالأخلاق الإسلامية العالية، وبالأدب الرفيع الذي عليه سلف هذه الأمة، وعليه أيضًا عقلاء الناس في كل مكان، فهم يحبون الأدب، ويحبون الأخلاق العالية، وهو أمر مجبولة عليه الفطر، والبعد أيضًا عن كل ما يفسد هذه الأمور وهذه الأسس، من مظاهر الشرك، والانحرافات العقدية والبدع، وتطهير الأمة أيضًا من البدع، وتطهير الأمة من السلوكيات والأخلاقيات المنحرفة، البعيدة عن المنهج السليم، وعن الفطرة السلمية.

Dan tarbiyah (pendidikan) yang shohihah (benar) adalah yang tertancap tegak di atas Aqidah Shohihah dengan kesuciannya, dan jauh dari segala yang mengotorinya dari kerusakan-kerusakan.

Kemajuan masyarakat dan manusia seluruhnya di atas aqidah shohihah ini dan manhaj yang salim, manhaj yang sesuai dengan kitab Alloh dan Sunnah Rasul-Nya serta Salafush Sholih, segala yang telah dijalani oleh Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam dan para shohabatnya.

Dan etika yang qoyyim (lurus) adalah etika norma-norma kehidupan yang terikat dengan akhlak perilaku islami yang terpuji lagi mulia, adab-adab yang terpuji adalah adab perilaku yang telah ditunjukkan oleh generasi Salaf dari Ummat ini, yang juga telah diterapkan oleh manusia-manusia yang berakal cerdas dari ummat ini pada setiap tempat, yang mereka itu sangat mencintai adab dan akhlak yang terpuji, dan perkara itu juga merupakan perkara yang memang lahiriyah sesuai dengan fitrah, mereka juga menjauhi segala hal yang bisa merusak kemuliaan tersebut dan merusak pondasi penting ini, dari kesyirikan, penyimpangan aqidah dan bid’ah.

(Dan bentuk tarbiyah juga: -penj.) Pembersihan ummat dari segala bid’ah, akhlak yang tercela yang menyimpang dari manhaj yang salim dari fitrah yang salimah.

Sumber:
Muhādhoroh dg judul:

[التربية على ضوء أهل السنة والجماعة]

http://www.assakina.com/mohadrat/24401.html

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites