Showing posts with label Nasehat. Show all posts
Showing posts with label Nasehat. Show all posts

Thursday, December 11, 2014

Silsilah Fatwa Syaikh Shalih Suhaimi BAGIAN KEEMPAT

Silsilah Fatwa Syaikh Shalih Suhaimi

BAGIAN KEEMPAT

Akan tetapi wahai hamba Allah, hati-hatilah dari pembicaraan yang tidak memiliki manfaat, hati-hatilah dari sikap mengharuskan seseorang untuk bersikap. Ada yang mengatakan, ada fulan yang berjalan bersama fulan, berarti dia ahli bid'ah. Bukan seperti ini wahai hamba Allah. Rasulullah g dahulu pernah mendatangi kabilah-kabilah kafir yang musyrik. Kami melihat fulan berjalan bersama fulan. Kami melihat fulan mendatangi fulan. Padahal bisa jadi kunjungannya itu demi sebuah kepentingan dan kemaslahatan yang lebih besar akibatnya daripada apa yang engkau perkirakan. Hati-hatilah. Betul apabila dia berjalan dan ikut serta dengan mereka dalam upacara-upacara mereka dan membela mereka dan memperbanyak pengikut mereka. Bukanlah seperti itu ( yang aku maksud) demi Allah. Mereka wajib untuk dibantah dan tidak kehormatan bagi mereka.

Akan tetapi janganlah kamu mengharuskan saudaramu dengan perkara yang tidak selazimnya. Janganlah engkau mengucapkan perkataan yang tidak ada manfaatnya. Janganlah engkau mengucapkan perkataan yang mengatasnamakan perkataan saudaraku yang belum dia ucapkan. Janganlah engkau berkata dusta atas nama saudaramu. Janganlah kamu mudah percaya kepada media-media penyebar fitnah. Janganlah engkau mudah percaya kepada orang-orang yang gegabah dalam bersikap. Hendaklah kamu memeriksa kembali (klarifikasi)

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ

“Wahai orang-orang yang beriman, jika datang kepada kalian orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kalian tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (Al Hujurat : 6)

  يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا ضَرَبْتُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَتَبَيَّنُوا وَلا
َتَقُولُوا لِمَنْ أَلْقَى إِلَيْكُمُ السَّلَامَ لَسْتَ مُؤْمِنًا تَبْتَغُونَ عَرَضَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu pergi (berperang) di jalan Allah, maka telitilah dan janganlah kamu mengatakan kepada orang yang mengucapkan "salam" kepadamu: "Kamu bukan seorang mukmin" (lalu kamu membunuhnya), dengan maksud mencari harta benda kehidupan di dunia." ( An-Nisa : 94)

Kalian mencari ketenaran kalian mencari kepentingan duniawi kalian mencari..apabila engkau bisa mencari alasan yang dapat membela perkataan saudaramu itu maka lakukanlah sebagaimana yang dikatakan Umar h "Hendaklah kamu mencarikan alasan yang tepat bagi saudaramu selama engkau mendapatkan di dalam ucapan saudaramu itu alasan. Bertakwalah kepada Allah c dan jagalah lisan-lisan kalian dari menjelek-jelekkan kehormatan kaum muslimin dan hati-hatilah dari terjatuh ke dalam perkara mencela para penuntut ilmu dan para ulama Rabbani yang mana mereka ini membersihkan dari Kitabullah penyimpangan orang-orang yang sesat, tipu daya para pelaku kebatilan dan penakwilan orang-orang yang bodoh.

Jagalah lisanmu jagalah lisanmu. Sesungguhnya seseorang itu dilihat dari kedua perkara dalam jiwanya, hati dan lisannya. Sucikanlah hatimu terhadap orang-orang yang beriman jagalah lisanmu dari mencela kehormatan mereka dan jadikanlah takwa kepada Allah itu berada di depan matamu saat engkau hendak berbicara dengan suatu perkataan, atau saat engkau diminta untuk berkomentar atau ada seseorang yang menukilkan kepadamu sebuah perkataan tentang saudara-saudaramu sesama kaum muslimin apalagi para penuntut ilmu dan para ulama.

Aku berharap kepada ikhwah semuanya untuk menyebarkan pertanyaan ini berserta jawabannya dengan teks kalimat yang telah aku ucapkan tanpa menambah dan tanpa pula menguranginya. Pertanyaan disertai jawabannya yang lengkap. Yaitu pertanyaan dari saudara kita yang berasal dari Indonesia. Semoga Allah membalasnya dengan kebaikan berserta jawabannya yang lengkap. Aku berharap untuk menyebarkan fatwa ini dengan segera tanpa ditunda-tunda untuk menasehati para saudara, anak-anak, para pemuda kita yang sedang diuji dengan perilaku gegabah yang seperti ini. Semoga Allah memberikan taufik-Nya kepada kita semua berupa ilmu yang bermanfaat dan amal shalih.

SELESAI

Translated by Abu Abdillah Almanazil

Wednesday, December 10, 2014

Anjuran Syari'at untuk Menjaga Kenyamanan Orang Lain

Anjuran Syari'at untuk Menjaga Kenyamanan Orang Lain:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda

لَقَدْ رَأَيْتُ رَجُلًا يَتَقَلَّبُ فِي الْجَنَّةِ فِي شَجَرَةٍ قَطَعَهَا مِنْ ظَهْرِ الطَّرِيقِ كَانَتْ تُؤْذِي النَّاسَ

"Sungguh aku melihat seseorang mendapatkan kenikmatan di surga, karena memotong sebuah pohon di tengah jalan yang mengganggu manusia." [HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu'anhu]

Beberapa Pelajaran:

1) Banyaknya pintu-pintu kebaikan, tidak sepantasnya untuk disia-siakan.

2) Keutamaan menyingkirkan sesuatu yang mengganggu di jalan, bahwa hal itu termasuk sebab masuk surga dan hendaklah dilakukan ikhlas karena Allah ta’ala.

3) Surga dan neraka telah diciptakan berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah serta ijma’ ulama.

4) Besarnya pahala menghilangkan gangguan terhadap kaum muslimin secara fisik, maka menghilangkan gangguan yang dapat merusak iman dan takwa mereka tentu lebih besar lagi pahalanya, yaitu dengan megajarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah sesuai pemahaman Salaf dan membantah kesesatan.

5) Wajib bagi pemerintah muslim untuk menghilangkan gangguan terhadap agama kaum muslimin, yaitu melarang dan menindak para da’i yang mengajak kepada kesesatan. Asy-Syaikh Ibnul ‘Utsaimin rahimahullahu ta’ala,

والواجب على ولاة الأمور أن يزيلوا الأذى عن طريق المسلمين، أي أن يزيلوا كل داعية إلى شر، أو إلى إلحاد، أو إلى مجون، أو إلى فسوق بحيث يمنع من نشر ما يريد من أي شيء كان من الشر والفساد، وهذا هو الواجب.

“Wajib atas pemerintah muslim untuk menghilangkan gangguan dari jalan kaum muslimin, yaitu hendaklah mereka menghalangi setiap da’i yang mengajak kepada kejelekan, kesesatan, kegilaan dan kefasikan, dengan melarang mereka untuk menyebarkan kejelekan dan kerusakan yang mereka iginkan, inilah yang diwajibkan.” [Syarhu Riyadhis Shalihin, 2/176-177]

[Disarikan dari Syarhu Riyadhis Shalihin, 2/175-177]

Share: http://fb.me/764bg1sOg

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم
Al-Ustadz Sofyan Chalid Ruray

Silsilah Fatwa Syaikh Shalih Suhaimi BAGIAN KETIGA

Silsilah Fatwa Syaikh Shalih Suhaimi

BAGIAN KETIGA

Hati-hatilah kalian dari media-media yang ada, hati-hatilah kalian terhadap berita-berita yang berasal dari orang-orang yang gegabah. Hati-hatilah kalian dari mempercayai orang-orang yang menyebarkan fitnah di tengah-tengah para penuntut ilmu dengan anggapan bahwa mereka adalah orang-orang yang terpercaya. Hati-hatilah kalian dari menjelek-jelekkan kehormatan kaum muslimin apalagi para ulama. Allah  berfirman

(وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ

“Dan janganlah kalian saling menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. “ ( Al Hujurat : 12)

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan buruk sangka (kecurigaan), karena sebagian dari buruk sangka itu dosa." ( Al Hujurat : 12)

Apabila engkau ingin berbicara mengenai suatu perkataan tentang saudaramu maka ingatlah mati, ingatlah surga, ingatlah neraka, ingatlah balasan, ingatlah siksa, ingatlah shirath, ingatlah saat menyeberang di atas shirat  yang padanya terdapat kaitan-kaitan besi yang menyambar-nyambar dari sisi kanan dan sisi kiri. Yang menyambar orang-orang yang berdosa dan menyeret mereka ke dalam neraka. Ingatlah bahwasanya engkau akan ditanya dari setiap kata yang telah engkau ucapkan atau yang telah engkau katakan. Ingatlah bahwa daging-daging para ulama itu beracun dan ketentuan Allah terhadap orang-orang  yang merendahkan mereka itu pasti terjadi !!!!!

Sebagian orang-orang yang ada di beberapa negara yang di dalamnya terdapat hanya minoritas para ikhwan semisal di Eropa dan di Amerika. Tidak ada yang mereka lakukan kecuali hanya menjatuhkan kehormatan para penuntut ilmu. Mereka menuduh mereka sesuai dengan apa yang mereka inginkan dan mensifati mereka dengan sifat-sifat yang tidak benar bahkan mereka mengharuskan mereka dengan keharusan-keharusan yang tidak semestinya. Dengan ini akhirnya terjadilah fitnah demi fitnah yang hanya Allah sajalah yang Maha Tahu. Dan pentolan mereka terkadang mengucapkan sebuah kalimat yang diucapkan oleh seseorang lalu kalimat ini menyebar dengan cepat seperti menyebarnya api pada dahan dan ranting-ranting yang kering.

Maka hati-hatilah wahai hamba Allah. Hati-hatilah dari perkara ini. Dan ketahuilah bahwa di dalam dirimu terdapat dua malaikat di sebelah kanan dan di sebelah kiri yang menulis apa yang saja kamu ucapkan baik itu ucapan yang baik atau pun ucapan yang jelek. Dan Allah  mengetahui itu semua akan tetapi semuanya ini untuk menegakkan hujjah kepada anak Adam, bertakwalah kepada Allah dan jagalah lisanmu."

Dan sebagai peringatan, aku katakan bahwa ada orang yang tidak memahami  apa yang aku ucapkan ini berdasarkan adanya nasehatku yang seperti ini yaitu seputar laranganku menjelek-jelekkan kehormatan para penuntut ilmu dan para ulama dan para masyayikh. Terkadang seseorang tidak memahami pembicaraanku ini. Kadang ditakwil kadang diartikan kepada arti yang tidak sesuai dengan maksud orang yang mengucapkan. Kita berlindung kepada Allah. Seseorang tidak memahami seakan-akan aku ini melarang sikap membantah ahli bid'ah yang mendalam bid'ahnya dan mereka yang tumbuh di dalam kebid'ahan dan orang-orang yang tersesat ke dalam partai-partai dan kelompok-kelompok yang bermacam-macam yang saling bersaing satu sama lain. Setiap partai berbangga dengan apa yang mereka miliki. Bukan ini yang aku maksud demi Allah wahai hamba Allah  !!!

Bukan mereka yang aku maksudkan bahkan mereka itu harus dibantah dengan firman Allah dan sabda Nabi g dengan tetap menjauhi sikap keras di dalam perkataan, mencela dan mengecam. Apabila kita dilarang untuk mencela orang-orang musyrikin jika dikhawatirkan hal itu akan mengakibatkan adanya sikap mereka yang mencela Allah dan Rasul-Nya maka bagaimana dengan mencela sebagian orang dari kalangan kaum muslimin yang terjatuh ke dalam sebagian penyimpangan.

Betul kita harus membantah mereka dan mereka wajib untuk dibantah akan tetapi sebelum membantah harus ada nasehat. Sebelum membantah harus ada nasehat karena tujuan utama adalah mengembalikan manusia kepada yang haq. Tujuannya adalah mengembalikan manusia kepada yang haq, kepada kebenaran, kepada ketepatan bersikap bukanlah tujuannya itu untuk menjatuhkannya namun tujuannya adalah mengembalikan manusia kepada jalan yang lurus.

Apabila dia masih terus menerus dalam penyimpangannya, terus menerus dalam kebid'ahannya dan masih bersama dengan para ahli bid'ah maka wajib untuk membantah mereka dengan bantahan-bantahan yang sesuai syariat yang didasarkan kepada Kitabullah dan sunnah rasul

Bersambung InshaAllah
Translated by Abu Abdillah Almanazil

Silsilah Fatwa Syaikh Shalih Suhaimi BAGIAN KEDUA

Silsilah Fatwa Syaikh Shalih Suhaimi

BAGIAN KEDUA

Maka hendaklah kamu menjauhi untuk masuk ke dalam fitnah ini yang mana banyak di antara manusia yang terjatuh ke dalamnya yang mana mereka ini tidak memelihara (hubungan) kerabat terhadap orang-orang mukmin dan tidak (pula mengindahkan) perjanjian. Dan mereka selalu menjelek-jelekkan kehormatan para ulama rabbani padahal di antara mereka (para ulama) ini ada  yang sudah menghabiskan waktu mereka yang panjang untuk berdakwah kepada Allah di atas ilmu. Maka hati-hatilah wahai hamba Allah terhadap orang-orang yang seperti ini dan jauhilah mereka. Belajarlah dan sibukkanlah diri kalian dengan perkara agama dan perkara duniamu. Sampaikanlah salamku kepada mereka dan  katakanlah kepada mereka hendaklah mereka bertakwa kepada Allah. Berapa banyak kebaikan yang tidak mereka dapatkan dari kebanyakan manusia. Berapa banyak daurah ilmiyah yang ternodai disebabkan pelecehan mereka terhadap kehormatan saudara-saudara mereka. Berapa banyak kehormatan yang mereka bantai. Berapa banyak orang yang tidak punya kesalahan yang mereka bicarakan. Berapa banyak orang-orang yang mereka sakiti. Dan hanya di hadapan Allahlah perseteruan ini akan dikumpulkan. Hati-hatilah terhadap perkara ini wahai hamba Allah, tinggalkan apa yang tersebar di luar sana mengenai berita-berita miring apalagi mengenai sebagian perseteruan dan percekcokan yang terjadi antara ikhwan salafi karena sesungguhnya yang maksum itu hanya para rasul alahimushalatu wassalam.

Dan janganlah kamu terlalu ingin yang lebih jauh dalam permasalahan ini. Dan kami telah menjelaskan kaedah-kaedah bagi seorang mufti bagaimana cara yang benar dalam menyikapinya walaupun dia terjatuh ke dalam kesalahan. Dan sekarang telah kalian dengar kesalahan yang terjadi di antara sebagaian para shahabat. Kata-kata yang begitu dahsyat. Benar-benar berbahaya. Seandainya itu terjadi  di zaman kita sekarang ini maka orang-orang yang mudah terpicu akan segera menyebarkannya ke segenap penjuru tempat, mentahdzir saudara-saudarnya dan menyikapi mereka dengan keras dengan sebab kata-kata tersebut. Dan kata kata itu lebih dahsyat daripada kesalahan-kesalahan yang mereka lontarkan kepada sebagian saudara-saudara kita yang mereka tahzdir. Demi Allah, cukuplah bagi kita ibrah di dalam kisah Aisyah. Padanya terdapat Pelajaran bagi orang yang mau mengambil pelajaran. Di dalamnya terdapat banyak pejalaran. Terdapat pelajaran-pelajaran yang agung bagi seorang mukmin yang tidak terpengaruh oleh dorongan hawa nafsu, fanatisme, cinta figur dan cinta kepada person tertentu, penyakit dendam dan penyakit ingin menjatuhkan.

Hati-hatilah wahai hamba Allah, hati-hati ! jangan terlalu jauh dalam masalah ini. Jauhilah orang-orang yang tidak menghidupkan majelis-majelis mereka kecuali hanya dengan menjelek-jelekkan kehormatan saudara-saudara mereka, para masyayikh dan para penuntut ilmu. Di antara mereka ada yang tidak selamat dari celaan mereka sampai masyayikh sekalipun. Dan aku telah mendengar salah seorang mereka mencela syaikh kami, Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin  dan syiakh kami, Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad Al Badr di situs-situs mereka yang berbahaya. Mereka mengatakan bahwa para masyayikh ini tidak mengertahui manhaj yang sebenarnya maksudnya bertanya masalah manhaj kepada selain mereka.  Sesungguhnya mereka itulah yang tidak mengetahui hakekat manhaj. Dan siapakah yang tidak mengenal manhaj kalau bukan mereka para ulama yang mengenal manhaj.

Maka perkaranya sangat bahaya sekali. Jagalah lisanmu sebelum datangnya sebuah hari yang mana tidak berguna lagi saat itu dinar dan juga dirham. Sebelum menjadi orang-orang yang bangkrut. Jagalah lisanmu sebelum engkau menjadi orang-orang yang bangkrut. Nabi bersabda

( أتدرون من المفلس ؟) قالوا يا رسول الله المفلس من لا درهم عنده ولا متاع قال ( المفلس من يأتي يوم القيامة يأتي بالصلاة والزكاة والصيام وأعمال صالحة فيؤخذ لهذا من حسناته ويؤخذ لهذا من حسناته فإذا فنيت حسناته أخذت من سيئاته فطرحت عليه فطرح في النار

“Apakah kalian tahu siapakah orang yang bangkrut itu ?" Mereka menjawab, "Wahai Rasulullah, orang yang bangkrut adalah orang yang tidak punya dirham dan harta benda." Beliau bersabda, "Orang yang bangkrut adalah orang yang datang pada hari kiamat, datang dengan pahala shalatnya, zakatnya, puasa dan amalan shalih. Maka kebaikannya diambil untuk orang, kebaikannya lagi diambil untuk orang. Hingga apabila sudah habis amalan kebaikannya maka diambillah amalan yang jelek milik orang itu dan diserahkan kepadanya lalu dia dilemparkan ke dalam neraka."

Kita berlindung kepada Allah, kejelekan-kejelekan mereka dilemparkan kepadanya lalu dia dilemparkan ke dalam neraka.

Bersambung inshaAllah
Translated by Abu Abdillah Almanazil

Silsilah Pertanyaan kpd Syaikh Shalih Suhaimi seputar fitnah yg terjadi di Indonesia. BAGIAN PERTAMA

Silsilah Pertanyaan kpd Syaikh Shalih Suhaimi seputar fitnah yg terjadi di Indonesia.

BAGIAN PERTAMA

Bismillahirrahmanirrahim Penanya yang mulia bertanya, "Aku datang untuk umroh dari Indonesia dan Alhamdulillah Allah memberikan taufikNya kepadaku untuk bisa duduk bersama kalian di majelis yang penuh berkah ini. Pertanyaanku ada sebagian orang-orang yang menisbatkan dirinya kepada ilmu di negeri kami berbicara mengenai sebagian para masyayikh khususnya Syaikh fulan dan fulan. Apa nasehat anda ?"

Jawab :

Nasehatku adalah hendaklah mereka menuntut ilmu dan meninggalkan tentang komentar-komentar yang ada, tentang siapapun itu masyayikh yang sedang dibicarakan. Hendaklah mereka senantiasa berada di atas jalan dan menyibukkan diri dengan ilmu, menyibukkan diri dengan ibadah. Ingatlah wahai hamba Allah..hendaklah masing-masing mengingat jannah, neraka dan balasan. Hendaklah dia mengingat firman Allah

مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ “

Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.” (Qaaf : 18)

Dan firman Allah

وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا “

Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” ( Al Isra : 36)

Dan firman Allah

  (يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar.” (Al Ahzab : 70)
Dan sabda Nabi

من كان يؤمن بالله واليوم الآخر فليقل خيرا أو ليصمت

“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah dia mengatakan yang baik atau diam.”

Dan sabda Nabi

  إن المرء ليتكلم بكلمة لا
يلقي لها بالا تهوي به في جهنم سبعين خريفا “

"Sesungguhnya ada seseorang yang mana dia berbicara dengan satu kalimat yang tanpa dia sadari dengan sebab itu dia dilemparkan ke dalam neraka Jahanam sejauh tujuh puluh tahun perjalanan.”
Dan sabda Nabi  kepada Muadz

( أمسك عليك هذا ) قال : أولا نحن مؤاخذون بما نتكلم به يا رسول الله ؟ قال ( ثقلتك أمك يا معاذ ! فهل يكب الناس على أوجوههم إلا حصائد
ألسنتهم “

"Jagalah olehmu ini.” Muadz bertanya, “Apakah kita akan disiksa hanya dengan perkataan yang kita bicarakan wahai Rasulullah ?” Beliau bersabda, “Celakalah dirimu, wahai Muadz ! Sesungguhnya manusia itu dilemparkan wajahnya ke dalam neraka karena disebabkan oleh apa yang telah diucapkan oleh  lisan-lisan mereka.”

Dan sabda Nabi

من يضمن لي لما بين لحييه وما بين رجليه أضمن له الجنة

“Barangsiapa yang dapat menjamin untukku apa yang ada di antara kedua jenggotnya (mulutnya) dan apa yang ada di antara kedua kakinya (kemaluannya) maka aku jaminkan surga baginya."

Bersambung InshaAllah
Tranlated by Abu Abdillah Almanazil

Saturday, December 6, 2014

Nasihat untuk Wanita yang MENJANDA

Nasihat untuk Wanita yang MENJANDA

Wa'alaikumussalam Warohmatullahi wabarokaatuh

Aku menasihatinya agar dia menikah dan memohon pertolongan kepada Allah azza wajalla supaya dimudhkan urusannya.
Tak lain demi menjaga Agama dan kehormatannya.

Hendaklah dia mencari suami yang Tholibul ilmi, yang dapat membantu dan membimbingnya dlm kebaikan, serta dikaruniai oleh Allah keturunan yg solih.
Dan mereka juga  bisa terus melanjutkan tholabul ilmi, maka dengan dmikian Allah akan jaga dia dari berbagai macam fitnah.

Dan Aku pun menasihati dia agar Bertaqwa kpd Allah 'Azza wajalla dg menikah, menikah dg laki2 solih Salafi yg akan membantu dan mngarahkan dia pada kebaikan2, dan  ketaatan kpd Allah serta meringankan permasalahan2 urusan (mahrom & nafkah_pent) Dunia.

Sungguh menikah adalah bagian dr Sunnah Para Nabi2 Solallahu 'alaihim wasallam ajma'in, dan TIDAK SEPANTASNYA dia terus dalam keadaan demikian (menjanda) tanpa suami, dikhawtirkan dr trjerumus kpd Jalan dan fitnah Syaitan.
Juga dikhwtirkan dr pencuri dan keburukan orang jahat yang merusak, atau brgkali ssorag mnjelek2an kehormatannya.
Maka alangkah baiknya jika dia menikah lagi.
Dan InsyaAllah Allah akan bukakan utk mereka kebaikan2 yang banyak.
Wallahu A'lam wa sollallahu wasallama 'ala nabiyyina Muhammad wa 'ala aalihi wasohbihi wasallam.

Disadur dr Nasihat Syaikh Abu Malik Ar-Riyasyi

Pent :
Abu Arkan_Banten.
Sakan Dakwah PCI_Cilegon-Banten.

Pelajaran berharga dari Ibunda Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah - rahimahuLLah

Faidah:
Pelajaran berharga dari Ibunda Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah - rahimahuLLah
الأم العظيمة
الى كل أم الى كل أب يريدان لولدهما الرفعة والعزة في الدنيا ورضوان الله والشفاعة لهما يوم الدين... 

ﺃﺭﺳﻞ ﺍﺑﻦ ﺗﻴﻤﻴﻪ ـ ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ - ﺭﺳﺎﻟﺔ ﻷﻣﻪ ﻳﻌﺘﺬﺭ ﻟﻬﺎ ﻓﻴﻬﺎ ﻋﻦ ﺑُﻌْﺪِﻩِ ﻋﻨﻬﺎ ﻷﻳﺎﻡ ﻭﺇﻗﺎﻣﺘﻪ ﻓﻰ ﻣﺼﺮ ﻟﺒﻌﺾ ﺷﺌﻮﻥ ﺍﻟﺪﻳﻦ ﻭﺍﻟﺪﻋﻮﺓ ..
ﻓﻠﻤﺎ ﻭﺻﻠﺘﻬﺎ ﺍﻟﺮﺳﺎﻟﺔ
ﺭﺩﺕ ﻋﻠﻴﻪ ﻓﻘﺎﻟﺖ :
(( ﻭﻟﺪﻱ ﺍﻟﺤﺒﻴﺐ ﺍﻟﺮﺿﻲّ ﺃﺣﻤﺪ ﺍﺑﻦ ﺗﻴﻤﻴﺔ
ﻭﻋﻠﻴﻚ ﺍﻟﺴﻼﻡ ﻭﺭﺣﻤﺔ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺑﺮﻛﺎﺗﻪ ﻭﻣﻐﻔﺮﺗﻪ
ﻭﺭﺿﻮﺍﻧﻪ ..
ﻓﺈﻧﻪ ﻭﺍﻟﻠﻪ ﻟﻤﺜﻞ ﻫﺬﺍ ﺭﺑﻴﺘﻚ ﻭﻟﺨﺪﻣﺔ ﺍﻹﺳﻼﻡ
ﻭﺍﻟﻤﺴﻠﻤﻴﻦ ﻧﺬﺭﺗﻚ ﻭﻋﻠﻰ ﺷﺮﺍﺋﻊ ﺍﻟﺪﻳﻦ ﻋﻠﻤﺘﻚ ..
ﻭﻻ ﺗﻈﻨﻦَّ ﻳﺎ ﻭﻟﺪﻱ ﺃﻥ ﻗﺮﺑﻚ ﻣﻨﻲ ﺃﺣﺐ ﺇﻟﻲ ﻣﻦ ﻗﺮﺑﻚ
ﻣﻦ ﺩﻳﻨﻚ ﻭﺧﺪﻣﺘﻚ ﻟﻺﺳﻼﻡ ﻭﺍﻟﻤﺴﻠﻤﻴﻦ ﻓﻲ ﺷﺘّﻰ
ﺍﻷﻣﺼﺎﺭ ..
ﺑﻞ ﻳﺎ ﻭﻟﺪﻱ ﺇﻥَّ ﻏﺎﻳﺔ ﺭﺿﺎﺋﻲ ﻋﻠﻴﻚ ﻻ ﻳﻜﻮﻥ ﺇﻻ ﺑﻘﺪﺭ
ﻣﺎ ﺗﻘﺪﻣﻪ ﻟﺪﻳﻨﻚ ﻭﻟﻠﻤﺴﻠﻤﻴﻦ ..
ﻭﺇﻧﻲ ﻳﺎ ﻭﻟﺪﻱ ﻟﻦ ﺃﺳﺄﻟﻚ ﻏﺪﺍً ﺃﻣﺎﻡ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻦ ﺑﻌﺪﻙ ﻋﻨﻲ ..
ﻷﻧﻲ ﺃﻋﻠﻢ ﺃﻳﻦ ﻭﻓﻴﻢ ﺃﻧﺖ ..
ﻭﻟﻜﻦ ! ..
ﻳﺎ ﺃﺣﻤﺪ ﺳﺄﺳﺄﻟﻚ ﺃﻣﺎﻡ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺃﺣﺎﺳﺒﻚ ﺇﻥ ﻗﺼّﺮﺕ ﻓﻲ
ﺧﺪﻣﺔ ﺩﻳﻦ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺧﺪﻣﺔ
ﺃﺗﺒﺎﻋﻪ ﻣﻦ ﺇﺧﻮﺍﻧﻚ ﺍﻟﻤﺴﻠﻤﻴﻦ .
ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻚ ﻭﺃﻧﺎﺭ ﺑﺎﻟﺨﻴﺮ ﺩﺭﺑﻚ ﻭﺳﺪﺩ ﺧﻄﺎﻙ ﻭﺟﻤﻌﻨﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺇﻳﺎﻙ ﺗﺤﺖ ﻇﻞ ﻋﺮﺵ ﺍﻟﺮﺣﻤﻦ ﻳﻮﻡ ﻻ ﻇﻞ ﺇﻻ ﻇﻠﻪ ..
ﻭﺍﻟﺴﻼﻡ ﻋﻠﻴﻜﻢ ﻭﺭﺣﻤﺔ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺑﺮﻛﺎﺗﻪ ..

ﻣﺠﻤﻮﻉ ﺍﻟﻔﺘﺎﻭﻯ48 / 28

Balasan surat ibunda Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah ketika beliau menyuratinya & menyampaikan permohonan maaf disebabkan jauhnya beliau dari sang ibu serta waktu yang lama beliau tinggal di Mesir utk beberapa urusan agama & dakwah:

" Anakku yang tercinta, yang kuridhai Ahmad bin Taimiyah ; wa 'alaika assalam warahmatullahi wa barakatuh wa maghfiratuh wa ridhwanuh.
Sesungguhnya, Demi Allah untuk yang seperti inilah aku mendidikmu sejak kecil, dan demi menolong agama Islam dan kaum muslimin aku mempersembahkanmu dan demi Syari'at agamamu aku mengajarkan ilmu kepadamu.
Dan jangan engkau mengira kedekatanmu dariku lebih aku cintai dari kedekatanmu terhadap agamamu dalam rangka engkau menolongnya beserta kaum muslimin diseluruh penjuru dunia...
Bahkan, ketahuilah wahai anakku, keridhaanku kepadamu itu kembali pada sejauh mana engkau menolong agama Allah dan kaum muslimin.
Dan esok di hari kiamat aku tak akan menuntutmu di hadapan Allah karena jauhnya engkau dariku, karena aku tahu dimana dan apa yang engkau lakukan...
Bahkan wahai anakku Ahmad ! aku akan menuntutmu di hadapan Allah ketika engkau lalai menolong agama Allah dan saudara-saudaramu kaum muslimin.
Semoga Allah senantiasa meridhaimu wahai Anakku, menerangi perjuangan dan meluruskan setiap langkahmu, dan semoga kita dikumpulkan di bawah naungan 'Arsy ArRahman dimana tiada naungan selain naunganNya.
Wasaalamu alaikum warahmatullah wa barakatuh

(Majmu' al-Fatawa 28/48)

Ajarkan Aqidah Yang Shahih Kepada Anak-Anak kita

Kumpulan Fatwa 20

Ajarkan Aqidah Yang Shahih Kepada Anak-Anak kita

السؤال: كيف نعلم أبناءنا العقيدة الصحيحة؟

Soal:
Bagaimana caranya kita mengajarkan Aqidah yang Shahihah kepada anak-anak kita?

الجواب: تدريسهم كتب العقيدة الصحيحة وهي كثيرة ولله الحمد وميسورة، إن كنت من العلماء تدرسهم أنت إياها، وإن كنت لست من العلماء تختار لهم مدارس طيبة أو مدرسين طيبين يحفظونهم هذه العقائد ويشرحون لهم ويبينون لهم.

Jawab:
Engkau didik mereka dari buku-buku Aqidah Shahihah, dan buku-buku tersebut banyak -alhamdulillah- serta mudah mendapatkannya.

Jika dirimu termasuk dari kalangan Ulama' maka ajarkanlah mereka akan Aqidah Shahihah tersebut, dan apabila engkau bukan dari kalangan Ulama' maka pilihkan untuk mereka sekolah-sekolah yang bagus atau guru-guru yang bagus agar mereka bisa menjaga anak-anak tersebut dengan aqidah shahihah itu dan juga menjelaskan dan menjabarkannya kepada mereka.

Sumber::
www.af.org.sa/en/node/2943

Penerjemah:: Ustadz Hudzaifah bin muhammad -hafizhahullah-

Grup WA:
Al-Fatawa Al-Fauzaniyyah

Wednesday, December 3, 2014

[Nasehat 2] Dari Seorang Ayah Kepada Anak-Anak nya (Penuntut Ilmu)

N A S I H A T  2

Dari Seorang Ayah Kepada Anak-Anak nya (Penuntut Ilmu)

"Sungguh Ulama bagi ummat ini adalah sesuatu yang sangat berharga..."

قال سماحة العلامة صالح الفوزان – حفظه الله – :

Berkata Samāhatusy-Syaikh Al Àllāmah Shōlih Al Fauzān -semoga Allōh menjaga beliau senantiasa dalam kebaikan-:

"فالعلماء لهم مكانتهم ولهم قدرهم ولا يصلح الناس بدون وجود العلماء ، والمراد بالعلماء أهل العلم النافع والعمل الصالح الذي بعث الله به نبيه – صلى الله عليه وسلم – فإن الله بعث نبيه بالهدى ودين الحق :

(هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ) [التوبة : 33] .

وهو العلم النافع والعمل الصالح فمن جمع الله له بين العلم النافع والعمل الصالح فقد حصل على ما بعث الله به رسوله صلى الله عليه وسلم - .

العلماء لهم مكانتهم وقدرهم ، ولا يبخس ولا ينقص من قدرهم إلا زنديق منحرف يبغض الحق وأهله أو جاهل مركب يغتر بما يسمع من كلام أهل النفاق وأهل الريب.

وما رأينا أحداً وقع في أعراض العلماء والمؤمنين إلا ويفضحه الله وتعالى ويلقي عليه الذلة والمهانة والبغض في قلوب المؤمنين ، يبغضونه ولا يقبلونه أبداً هذا من الله سبحانه وتعالى.

من كتاب : " محاضرات في العقيدة والدعوة " ج 3 ص: 123 ، 313.

"Para ulama memiliki nilai dan kedudukan yang tinggi di mata ummat, karena tanpa keberadaan mereka maka keadaan manusia tidak akan menjadi baik.

Ulama adalah orang-orang yang memiliki ilmu yang bermanfaat dan sangat bersemangat mengerjakan amal sholih dan kedua hal inilah yang dibawa oleh nabi Shollallōhu àlaihi wa sallam.

Alloh mengutus beliau untuk membawa dan mengajarkan "al huda" yaitu ilmu yang bermanfaat dan amal sholih (Qs: At-taubah:33).

هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَق

"Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (Al-Quran) dan agama yang benar". QS. At Taubah: 33.

Maka barangsiapa dianugerahi oleh Alloh dua hal ini (ilmu dan amal sholih , sungguh dia telah mendapatkan perkara yang Allōh mengutus dengannya Rosul-Nya Shollallōhu àlaihi wa sallam.

Para Ulama' itu...
Mereka memiliki kedudukan dan kemuliaan...

maka....

... tidak ada orang yang melecehkan dan merendahkan mereka kecuali orang itu adalah zindiq lagi menyimpang!

.... karena dia telah membenci kebenaran dan kebaikan serta orang yang menyebarkan kebenaran dan kebaikan tersebut!.

Atau...

.... tidak ada orang yang melecehkan ulama kecuali dia adalah orang yang sangat bodoh yang tertipu dengan ucapan yang dia dengar dari orang-orang munafik dan orang-orang yang ragu terhadap kebenaran.

Dan kami tidak melihat seorangpun yang mencemarkan kehormatan ulama dan kaum mu'minin...

kecuali Alloh akan membuat hidupnya celaka, hidupnya akan diliputi kehinaan dan kerendahan dan Alloh akan membuat hati-hati kaum mukminin membencinya dan tidak mau menerimanya selama-lamanya, inilah hukuman Alloh untuknya."

Sumber: Muhadhoroh aqidah wa da'wah, juz 3, hal 123 dan 313.

Penerjemah:: Ustadz Hudzaifah bin muhammad -hafizhahullah-

GrupWA::
Al Fatawa Al Fauzaniyyah

Obat Penyakit Hati

OBAT PENYAKIT HATI

Berkata Ibnul Qayyim -rahimahullah-;

فأمراض القلوب أصعب من أمراض الأبدان، لأن غاية مرض البدن أن يفضي بصاحبه إلى الموت، وأما مرض القلب فيفضي بصاحبه إلى الشقاء الأبدي، ولا شفاء لهذا المرض إلا بالعلم، ولهذا سمّى الله تعالى كتابه شفاء لأمراض الصدور، وقال تعالى؛
يأيها الناس قد جائتكم موعظة من ربكم وشفاء لما في الصدور وهدى ورحمة للمؤمنين

"Maka penyakit hati itu lebih kronis daripada penyakit tubuh, karena puncak penyakit tubuh akan mengantarkan seseorang kepada kematian, sedangkan penyakit hati akan mengantarkan seseorang kepada kesengsaraan abadi, dan tidaklah ada penawar dari penyakit ini kecuali dengan ilmu, oleh sebab itulah Allah ta'ala menamakan kitab-Nya dengan Syifa'an (penawar)  bagi penyakit hati, Allah ta'ala berfirman;
"Wahai sekalian manusia, sungguh telah datang kepada kalian peringatan dari tuhan kalian serta sebagai penawar terhadap penyakit didalam hati dan juga sebagai petunjuk serta rahmat bagi orang-orang beriman".
QS. Yunus (57)".
_____
Miftah Daris Sa'adah (1/311)

Ust. Fauzan Abu Muhammad Al-Kutawy

WA Radio As-Sunnah Sidrap

Tuesday, December 2, 2014

Dengarkanlah wahai Penuduh para Ulama

BismiLLAH.
إسمع يامتهم العلماء

قال الشيخ الإمام
محمد بن إبراهيم آل الشيخ - رحمه الله -:" ومما ينبغي التنبيه عليه ما وقع فيه كثير من الجهلة من اتهام أهل العلم:
بالمداهنة!
والتقصير!
وترك القيام بما أوجب الله عليهم!
وكتمان ما يعلمون من الحق!
والسكوت عن بيانه!
ولم يَدْرِ هؤلاء الجهلة أن اغتياب أهل العلم سمٌّ قاتل، وإثم مبين، قال الله تعالى:{ والذين يؤذون المؤمنين والمؤمنات بغير ما اكتسبوا فقد احتملوا بهتانا وإثما مبينا }.
فإذا سمع المنصف هذه الآية، وعلم أنه موقوف بين يدي الله، ومسؤول عما يقول، وقف عند حده.
وأما من غلب عليه الجهل والهوى، وأُعجِبَ برأيه، فلا حيلة فيه، نسأل الله العافية "اهـ.

المصدر: رسالة [ نصيحة مهمة في ثلاث قضايا ] وهي رسالة قيمة مطبوعة بتحقيق الشيخ عبدالسلام البرجس رحمه الله، وتقع في (٣٠) صفحة.

       
مع تحيات مجموعات
( أخبار أهل السنة)
00967701684672

Dengarkanlah wahai Penuduh para Ulama

Berkata Asy Syaikh Al Imam Muhammad Ibn Ibraahim Alu Asy Syaikh - rahimahullah - :
" dan diantara yang patut diperingatkan padanya adalah apa yang terjadi pada kebanyakan dari orang - orang yang bodoh berupa menuduh Ahli Ilmu :
Dengan Menjilat !
Lalai !
Dan tidak menunaikan apa yang telah diwajibkan atas mereka !
Dan menyembunyikan apa yang mereka ketahui dari kebenaran !
Serta diam dari menjelaskannya !
Dan mereka yang bodoh ini tidak mengetahui bahwa menggunjing Ahli Ilmu merupakan racun yang mematikan , serta dosa yang nyata , Allah Ta'ala telah berfirman : { dan mereka yang menyakiti kaum mukminin serta kaum mukminat diatas dosa yang bukan mereka kerjakan maka sungguh mereka yang menyakiti tersebut telah melakukan kedustaan serta dosa yang nyata }

Maka apabila yang adil mendengarkan ayat ini , serta mengetahui bahwasannya dia akan dihadapkan dihadapan Allah , serta mempertanggungjawabkan terhadap apa yang dia katakan , niscaya dia akan berdiri pada batasan Allah .
Sedangkan siapa saja yang telah dikalahkan oleh kebodohan serta hawa , dan terpesona dengan pemikirannya , maka tidak ada hilah padanya , kita memohon kesejahteraan  kepada Allah "

Sumber : risalah [ nashihatun muhimmah fi tsalaatsi qadhaaya ] dan dia risalah yang berharga dicetak dengan tahqiq Asy Syaikh Abdussalaam Albarjis  rahimahullah , terdiri dari 30 hal

faedah WA Almultaqa Assalafy Indonesia - Tas Riau
Pent. Muhammad RizQ.

Nasehat Dari Seorang Ayah Kepada Anak-Anak nya (Penuntut Ilmu)

N A S I H A T

Dari Seorang Ayah Kepada Anak-Anak nya (Penuntut Ilmu)

"Sungguh Ulama bagi ummat ini adalah sesuatu yang sangat berharga..."

قال سماحة العلامة صالح الفوزان – حفظه الله – :

Berkata Samāhatusy-Syaikh Al Àllāmah Shōlih Al Fauzān -semoga Allōh menjaga beliau senantiasa dalam kebaikan-:

"وأننا نسمع في زماننا هذا من يتكلم في أعراض العلماء ويتهمهم بالغباوة والجهل وعدم إدراك الأمور وعدم فقه الواقع كما يقولون وهذا أمر خطير.

فإنه إذا فقدت الثقة في علماء المسلمين فمن يقود الأمة الإسلامية ؟ ومن يُرْجَعُ إليه الفتاوى والأحكام ؟ وأعتقد أن هذا دس من أعدائنا وأنه انطلى على كثيرٍ من الذين لا يدركون الأمور أو الذين فيهم غيرة شديدة وحماس ولكنه على جهل فأخذوه مأخذ الغيرة ومأخذ الحرص على المسلمين لكن الأمر لا يكون هكذا.

أعز شيء في الأمة هم العلماء فلا يجوز أن نتنقصهم أونتهمهم بالجهل والغباوة وبالمداهنة أو نسميهم علماء السلاطين أو غير ذلك ؛ هذا خطر عظيم يا عباد الله ، فلنتق الله في هذا الأمر ولنحذر من ذلك.

فإنه كما يقول الشاعر :
علماء الدين يا ملح البلد -- ما يصلح الزاد إذا الملح فسد".

من كتاب : " محاضرات في العقيدة والدعوة " الجزء 2 ص 183 -

"...Sering kita mendengar di zaman sekarang ini, orang yang menjelek-jelekan ulama dan menuduh mereka sebagai orang dungu, jahil, tidak mengerti permasalahan dan tidak tahu fakta di lapangan,ini adalah hal yang sangat berbahaya.

Mengapa.??

Karena hal ini akan menyebabkan hilangnya kepercayaan kepada mereka dan apabila kepercayaan kepada mereka hilang.

Lantas siapa lagi yang akan dijadikan panutan ummat islam ???

dan siapakah lagi yang akan dijadikan rujukan dalam masalah fatwa dan pemberian keputusan Hukum ??

Dan saya yakin bahwa hal ini terjadi karena ada penyusup dari musuh-musuh kita.

Dia memperalat orang-orang yang tidak mengerti permasalahan atau orang-orang yang memiliki semangat tinggi dan menyala-nyala namun diatas kejahilan, mereka memanfaatkannya untuk memprovokasi muslimin, padahal yang sebenarnya perkaranya tidak seperti yang dia gambarkan.

Sungguh....

Sesuatu yang memiliki kemuliaan besar di tengah ummat ini adalah para Ulama'.

Maka.... Tidak boleh bagi kita merendahkan mereka atau menuduh mereka sebagai orang dungu, bodoh, plinplan dan mengecap mereka sebagai ulamanya pemerintah atau gelaran-gelaran buruk yang lainnya.

Semua ini adalah hal yang sangat berbahaya, wahai para hamba Alloh

Hendaklah kita bertakwa kepada Alloh, jauhilah perbuatan seperti ini.

Seorang penyair berkata:

"Ulama' agama bagaikan garamnya suatu negeri. Tidak akan pernah enak makanan itu apabila garamnya jelek"

Sumber:
[Muhadhoroh aqidah wa da'wah: Juz :2, hal 183]

Penerjemah:: Ustadz Hudzaifah bin Muhammad -hafizhahullah-

Grup WA:
Al-Fatawa Al-Fauzaniyyah

Wednesday, November 26, 2014

Engkaukah salafy sejati?

بسم الله الرحمن الرحيم

Engkaukah salafy sejati?

SALAHKAH BERSIKAP DIAM?!

Mutiara nasihat yang terangkai dari seorang ulama kibar, as-syaikh al-'allamah Robi' bin Hadi Umair Al-Madkholi
حفظه الله تعالى

كلام مهم جدا

قال الشيخ العلامة ربيع بن هادي عمير المدخلي حفظه الله تعالى.

◆أقول:

إن العلماء الفقهاء الناصحين قد يسكتون عن أشخاص و أشياء مراعاة منهم للمصالح و    المفاسد.

فقد يترتب على الكلام في شخص مفاسد أعظم بكثير من مفسدة السكوت عنه.

فقد سكت رسول الله صلى الله عليه و سلم عن ذكر أسماء المنافقين ، و لم يخبر بأسمائهم أو بعضها إلا حذيفة، و متى كان يصعد على المنبر و يقول : فلان منافق ، و فلان منافق.
كل ذلك مراعاة منه للمصالح و المفاسد.

و كان قتلة عثمان في جيش علي رضي الله  عنه،و ما طعن كبار الصحابة الباقين في علي رضي الله عنه ، و لا أحد من عقلاء التابعين ، و ما كانوا يركضون بالتشهير بعلي، و الأحكام على هؤلاء القتلة، وكان ذلك منهم إعذار و إنصاف لعلي، لأنه لو أخرجهم من جيشه أو عاقبهم لترتب على ذلك مفاسد عظيمة، منها الحروب و سفك الدماء و ما يترتب على ذلك من وهن الأمة و ضعفها.

فهذا العمل منه من باب ارتكاب أدنى المفسدتين لدفع أكبرهما.
و هذا ابن تيمية و تلميذه ابن القيم لماذا لم يبينا عقيدة النووي و غيره ، و أئمة الدعوة لم يبينوا عقيدة النووي و ابن حجر و القسطلاني و  البيهقي و السيوطي و غيرهم ؟
فلا تظن أن كل تصريح نصيحة و لا كل سكوت غشا للإسلام و المسلمين .

و العاقل المنصف البصير يدرك متى يجب أو يجوز الكلام و متى يجب أو يجوز السكوت.
و كان يجب في كثير من الأمور أن ترجع إلى إخوانك لتستشيرهم و تستنير بآرائهم.

المصدر:مجموع كتب و رسائل و فتاوى الشيخ ربيع بن هادي المدخلي《المجموع الواضح في رد منهج و أصول فالح 》 ج 9 ص 143-144

Terjemah:

Sangat Urgen

 Aku katakan:

"Sesungguhnya para ulama ahli fiqih yang sangat senang menasihati ummat terkadang bersikap diam terhadap seseorang (tidak berkomentar-pent) dan bersikap diam terhadap sesuatu yang terjadi pertimbangannya adalah untuk menjaga mashlahat (dampak baik dari suatu sikap-pent) dan mafsadah (dampak buruk dari suatu sikap-pent).

Sungguh terkadang seorang ulama mengkritisi seseorang ternyata hasil dari perbuatannya tersebut menimbulkan efek kerusakan yang lebih besar daripada efek kerusakan yang timbul jika dia bersikap diam.

Perhatikanlah Rosululloh
صلي الله عليه وسلم

saja pernah bersikap diam dari menyebutkan nama-nama orang munafik, tidak pernah beliau menyebut-nyebut nama mereka atau sebagian nama mereka kepada para sahabatnya kecuali kepada Hudzaifah.

Pernahkah beliau
صلي الله عليه وسلم

naik ke mimbarnya kemudian mengatakan:

Si ini munafik...!
si itu munafi...!
si dia munafik...!

...pernahkah

Jawabnya: tentu tidak pernah, mengapa beliau tidak pernah melakukan hal ini?

Ya, beliau tidak melakukannya karena pertimbangan efek baik dan buruk yang akan timbul dari aksi yang seperti itu.

Mari kita lihat pula bagaimana para sahabat bersikap diam dari sesuatu yang terjadi karena menimbang mashlahat dan mafsadah.

Ketika 'Utsman terbunuh oleh pasukannya Ali
رضي الله عنه

Maka sahabat senior yang masih hidup saat itu tidak ada yang mencela 'Ali dan tidak ada satupun dari kalangan tabi'in yang cerdas mencela beliau serta mereka tidak ada yang tergesa-gesa mencaci maki beliau padahal ini masalah pembunuhan,mengapa mereka bisa setenang itu

Ya, mereka bisa setenang itu karena memang mereka memberikan kelonggaran kepada Ali dan bersikap adil kepada beliau karena memang jika Ali mengeluarkan para pembunuh 'Utsman dari pasukannya atau langsung menghukum mereka maka tindakan beliau ini akan menimbulkan keburukan yang sangat besar, diantaranya:

akan terjadi peperangan

akan terjadi pertumpahan darah di kalangan koum muslimin

melemahnya kekuatan ummat.

Inilah beberapa contoh terapan dari salaf dalam permasalahan:

"Mengambil langkah yang memiliki dampak buruknya lebih kecil dari dua keburukan untuk menghindari keburukan yang lebih besar".

Perhatikan pula bagaimana para ulama menerapkan hal ini, Ibnu taimiyah dan muridnya Ibnul qoyyim, mengapa mereka tidak menjelaskan aqidah An-nawawi dan yang lainnya, dan para tokoh da'wah mereka tidak menerangkan kesalahan aqidah An-nawawi, Ibnu hajar, Alqostholani, Albaihaqi,  Assuyuthi dan yang lainnya,  mengapa

Maka janganlah engkau menyangka bahwa setiap yang diutarakan terang-terangan adalah nashihat dan jangan pula engkau mengira bahwa setiap sikap diam terhadap sesuatu itu berarti penipuan terhadap islam dan muslimin.

Karena orang yang cerdas, adil dan berilmu dia akan faham kapan saatnya dia harus atau boleh berkomentar dan kapan saatnya dia harus atau boleh untuk diam.

Sehingga harus bagimu untuk kembali kepada saudara-saudaramu pada kebanyakan urusan yang ada, agar engkau bermusyawarah dengan mereka dan mengajak mereka untuk bertukar pikiran".

Sumber:
[Majmu' kutub wa rosail wa fatawa syaikh Robi bin Hadi Al-Madkholi; Almajmu' Al wadhih fi rod manhaj wa ushul falih, juz:9, hal:143-144]

Sunday, November 23, 2014

Hukum Wanita Keluar Rumah Tanpa Mahrom Meski Dengan Tujuan Berdakwah

Kumpulan Fatwa 12

           Hukum Wanita Keluar
     Rumah tanpa Mahrom meski
       dengan Tujuan Berdakwah

ما حكم خروج المرأة للدعوة من غير محرم؟

TANYA:
Apa hukumnya bagi seorang wanita yang keluar untuk alasan berdakwah tapi tanpa mahram?

الجواب: تدعو نفسها أولًا، تدعو نفسها أولًا، كيف تروح للدعوة بدون محرم؟! الرسول صلى الله عليه وسلم يقول: "لا يحل لامرأة تؤمن بالله واليوم والآخر أن تسافر إلا ومعها ذو محرم" في رواية: (مسيرة يومين)، وفي رواية: (مسيرة ثلاثة أيام)، يعني للراحلة، وفي رواية: (مسيرة يوم وليلة)، وفي رواية مطلقة: "أن تسافر إلا ومعها ذو محرم"، فإذا أرادت الدعوة تعمل بقول الرسول صلى الله عليه وسلم، نعم.

JAWAB::
Ia dakwahi dulu dirinya sendiri pertama kali,  bagaiman bisa ia kok bisa tenang berdakwah tanpa mahram?

Rasululullah shollallohu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Tidaklah halal bagi seorang wanita yang beriman kepada Allah dan hari kiamat untuk ia melakukan perjalanan jauh kecuali disertai mahramnya".

Dalam riwayat lainnya:
"... dalam perjalanan berjarak tempuh dua hari...",

dalam riwayat lain disebut secara mutlak (tanpa ketentuan jarak; penj.) dengan lafadhz:

"... melakukan perjalanan jauh/ safar kecuali disertai dengan mahramnya...".

Maka, jika ia ingin berdakwah, wujudkanlah terlebih dahulu sabda Rasul shollallohu 'alaihi wa sallam tersebut.

dalam lafahdz Imam Bukhary (Fathul Baari II/566)

dalam lafahdz Imam Bukhary (Fathul Baari IV/73)

Sumber::
http://www.alfawzan.af.org.sa/node/4439

Penerjemah:: Al-ustadz Hudzaifah bin Muhammad -hafizhahullah-

               WhatsApp
        Al-Fatawa Al-Fauzaniyyah

Tentang ketindisan

Faidah

Tentang:
K  E  T  I  N  D  I  S  A  N

.. الجاثوم ..

في اللغة : الذي يسقط على الناس في النوم .

واصطلاحا :
هو شيطان يأتي للإنسان عند نومه فينزل على صدره ويضغطه بقوة حتى يضيق على النائم أنفاسه ، فلا يستطيع أن يتحرك ، ثم بعد أن يفيق يبدأ بالذكر ، أو الإستعاذة بصوت غير مسموع لأحد وكأنه يتمتم ، فلا يسمعه إلا هو ، فيبدأ الشيطان أي الجاثوم بالإبتعاد عن جسده شيئا فشيئا حتى يفيق النائم تماما ، ويستطيع الكلام الصحيح ..
وهذا لا يأتي في الغالب إلا لمن غفل عن الأذكار - أذكار الصباح والمساء - وخاصة أذكار النوم - كآية الكرسي...

- معجم الحروز الشركية المناقضة للتوحيد والسنة النبوية 209 - 210

     Al-Jātsūm

Secara Bahasa:
Sesuatu yang menimpa pada orang tatkala tidur.

Secara Istilah:
Dia adalah Syaithōn yang mendatangi seorang manusia dalam tidurnya, ia masuk ke dalam dadanya dan menekannya dengan kuat hingga terasa sempit nafas-nafasnya oleh manusia yang sedang tidur tersebut hingga ia tidak mampu bergerak, kemudian setelah ia sadar (tapi belum bangun; -penj.) iapun mulai berdzikr atau memohon perlindungan dengan suaranya tapi tidak terdengar oleh seorangpun, seakan-akan ia bergumam, tidak ada yang mendengarnya kecuali dirinya sendiri

Kemudian disaat itu, barulah si Syaithōn atau si Jātsūm tadi mulai menjauh dari jasad orang itu sedikit demi sedikit hingga orang itu benar-benar terjaga/ bangun dengan sempurna dari tidurnya, dan mampu berbicara dengan benar...

Dan hal ini pada kebanyakannya tidaklah datang kecuali kepada orang yang lalai dari dzikr-dzikr, dzikr pagi dan sore, khususnya dzikr-dzikr sebelum tidur, semisal ayat kursi...

___________
[Mu'jam Al-Harūz Asy-Syirkiyyah al-Munāqidhoh liltauhīd dan Sunnah An-Nabawiyyah: 209-210]

   =[Majmù Al-Fawāid]=

Friday, November 21, 2014

Nasehat As Syaikh Muhammad Ibn Haady Almadkhaly hafidzahullah bagi para Masyaaikh serta para penuntut Ilmu

BismiLLAH.

" جديد "

نصيحة الشيخ محمد بن هادي المدخلي حفظه الله للمشايخ وطلبة العلم :
يوم 24/محرم /1436

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

الى كل سلفي متقيد بكتاب الله وسنة رسول الله صلى الله عليه وسلم
قال الله عزوجل في وصف أصحاب رسول الله صلى الله عليه وسلم
(أشداء على الكفار رحماء بينهم)
فيجب أن نعمل بمقتضى هذا الوصف العظيم لان الصحابة قدوتنا.

وأقترح على المشايخ السلفيين ان يعقدوا لقاء لبحث الخلافات ووضع حلول لها . وارجو ان يجد هذا الاقتراح تجاوبا سريعا .

وانصح طلاب العلم بعدم الانشغال بنشر التراشق بالتهم في المجموعات السلفية فان ذلك يورث الشحناء والبغضاء.

وكان الاولى الانشغال بالرد على اهل البدع والحزبيين والرافضة وغلاة الصوفية والقبوريين والمستغربين.
وفي نشر هذا التراشق مخالفة للمادة الثانية من شروط عضوية الملتقى التعاوني السلفي

ايها الاحبة يقول الله عزوجل (واعتصموا بحبل الله جميعا ولا تفرقوا)
كفانا تفرقا وتشرذما فالسلفيون غرباء في هذا الزمن وقليل عددهم واكثر الناس ضدهم فليتراحموا فيما بينهم.

كتبه المشرف العام على ملتقيات التعاون السلفي :
فضيلة الشيخ الدكتور/
محمد بن ربيع المدخلي
- حفظه الله تعالى -

" Terkini "

Nasehat As Syaikh Muhammad Ibn Haady Almadkhaly hafidzahullah bagi para Masyaaikh serta para penuntut Ilmu :
Hari 24 / Muharram / 1436

Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokaatuhu

Kepada seluruh Salafy yang menta'ati Kitabullah dan Sunnah Rosulillah shallallahu 'alaihi wasallam
Telah berfirman Allah 'Azza Wa Jalla tentang sifat para sahabat Rosulullah shallallahu ' alaihi wasallam
( keras terhadap orang - orang kafir sedangkan sesama mereka saling berkasih sayang )
Maka wajib bagi kita untuk berbuat dengan tuntutan sifat yang agung ini karena para sahabat adalah suri tauladan kita .

Dan saya mengusulkan kepada para Masyaaikh Salafiyyin untuk menyelenggarakan pertemuan untuk mengkaji berbagai perselisihan  dan jalan penyelesaiannya , dan mengharapkan untuk usulan ini direspon secepat mungkin

Dan saya nasehatkan para penuntut Ilmu untuk tidak menyibukkan diri dengan menyebarkan bentuk saling berlawanan di group salafiyyah karena hal itu akan mewariskan permusuhan dan kebencian

Dan adalah yang lebih utama menyibukkan diri dengan melakukan bantahan kepada Ahli bid'ah dan para hizbiyiin serta Rofidhoh dan Sufiyyah yang melampaui batas serta penyembah kubur dan yang melakukan penyimpangan
Dan didalam menyebarkan bentuk saling berlawanan ini menyelisihi item yang kedua dari syarat - syarat keanggotaan Almultaqa Atta'aawuny Assalafy

Wahai yang saya cintai Allah 'Azza Wa Jalla berfirman ( dan berpegang teguhlah dengan tali Agama Allah seluruhnya dan janganlah berpecah belah )
Cukuplah bagi kita perpecahan tersebut sebagai celaan maka salafiyyun adalah yang dianggap asing di zaman ini serta sedikit jumlah mereka sementara kebanyakan manusia menentang mereka sehingga hendaklah mereka saling berkasih sayang sesama mereka .

Ditulis oleh Pegawas umum multaqayaat atta'aawun assalafy
Fadhilatu Asy Syaikh DR. / Muhammad Ibn Rabee' Almadkhaly
- hafidzahullah -

✏ faedah WA Almultaqa Assalafy Indonesia - TAS Riau
Pent. Muhammad RizQ.

Nasehat Yang Agung

BismiLLAH.

ج نصيحة عظيمة

▪قال شيخنا العلامة ربيع بن هادي المدخلي حفظه الله :

«...كما أُوصيكم –أيضأً- باستخدام الحكمةِفي التعامُلِ فيما بينكم، وتركِ الأسئلةٍِ -يا إخوان- التي تؤدّي إلى الشحناء، وإلى القيل والقال .
هذه أضرّت –والله-.
أنا –والله- الآنَ- مغلِقٌ هاتفي ؛ ما أستقبل الأسئلة؛لأني وجدتُ أنها سبّبت مشاكلَ لا أول لها، ولا آخر!
لكن الأسئلة عن فلان وفلان!
إن مدحتَ، وإن قدحتَ: كلها يُراد بها فتنٌ -مدحتَ، أو قدحتَ-!!
فاتركوا-يا إخوة - في هذه الأجواء الملبَّدة- اتركوا مثلَ هذه الأشياء -بارك الله فيكم-.
اتركوا القيل والقال!
يعني: أنت تمدح فلاناً ، وتتعصّب له ! يجيء فلان ويتعصّب لواحد خصمه و...!!
نحن قلنا لكم -غير مرة-:إنه كانت تقع خلافاتٌ بين الشيخ الألباني وبين غيره من علماء السنة (!)، والله: ما لها أيَّ أثرٍ في صفوف السلفيين في العالَم(!)- كله-،ما لها أيُّ أثر ..
الآن : طُويلبٌ صاحبُ فتن يتعمَّد إثارةَ الفتن بين أهل السنة، فيصبح إماماً بين عشيَّة وضُحاها؛ جلس يدرس يومين: خلاص أستاذ! وله عُصبة يتحزّبون له! ولا يقبلون فيه أيَّ نقد مهما حمل هذا النقدُ من الحُجج والبراهين!
وإذا انتقده إنسانٌ بالحُجج والبراهين قامت الدنيا وقعدت !
وهؤلاء يتحزّبون، ويتعصّبون له.
وقد يكون هذا الأستاذُ مسكيناً طالبَ علم!هو فيه خير، لكنْ ؛ لماذا العصبيّات هذه؟! يعني: أخلاق الحزبيين تسلَّلت إلى بعض السلفيين!
والله: ما كانت هذه الأخلاقُ بيننا.
والله: لقد تناظر أَمامَنا الشيخ ابن باز والألباني –وغيرهما- في (الجامعة الإسلامية) ، والله: ما كان لها أيُّ أثر.
وكَتَبَ الشيخ الألباني، وقال في وضع اليدين: بدعة... والله: ما كان لها أيُّ أثر .
وأراد الصوفية الخرافيُّون أن يضربوا الشبابَ بعضَهم ببعض -بابن باز وبالألباني- ، والله: ما وجدوا سبيلاً لذلك».
ثم قال -حفظه الله- :
«فتنبّهوا لهذه الأشياء -يا إخوة- ..
اتركوا مثلَ هذه الأشياء ..
اتركوا التعصُّبات لفلان وفلان، ولا تتعصَّبوا لأي أحد؛ تُفَرِّقون الدعوة السلفية ..
ما نرضى لكم هذا –أبداً-؛ يحتملُ بعضكم بعضاً، وينصحُ بعضكم بعضاً –بالحكمة-.
لا تدخلوا في متاهات التحزُّب ، والتعصُّب لفلان وفلان ..
تمزَّقت السلفية بهذه الأساليب ،وسرَّبها إليكم الحزبيُّون ، ووجدوا في كثيرٍ منكم تقبُّلاً لمثلِ هذه الأمور..
اتركوها -بارك الله فيكم-.
أسألُ الله أن يؤلِّف بين قلوبكم، وأن يدفعَ عنكم الفتنَ ما ظهر منها وما بطن..
فعودوا -يا إخوان- لما كان عليه أسلافُكم على امتداد التاريخ -مِن التناصح بالحكمة، والموعظة الحسنة ، والتحلِّي بالأخلاق العالية-».

■المصدر : كتاب "البيان والإيضاح لعقيدة أهل السنة والجماعة في رؤية الله يوم القيامة" .

�� Nasehat Yang Agung ��

◾ Berkata Syaikh kami Al'allaamah Rabe' Ibn Haady Almadkhaly hafidzahullah :

《 ...sebagaimana yang saya wasiatkan kepada kalian - juga - dengan menggunakan hikmah didalam bermu'amalah sesama kalian , dan meninggalkan pertanyaan - pertanyaan - wahai ikhwan - yang mengantarkan kepada permusuhan , dan kepada desas - desus .
Ini memudharatkan - demi - Allah - saya - demi Allah - sekarang - ditutup teleponku ; saya tidak menerima pertanyaan - pertanyaan ; karena saya mendapatkan bahwasannya ia yang menyebabkan berbagai permasalahan yang tidak ada ujung pangkalnya !
Akan tetapi pertanyaan - pertanyaan tentang sifulan dan sifulan !
Jika saya memujinya , dan jika saya mecelanya : seluruhnya diinginkan dengannya berbagai fitnah - saya puji , atau saya cela - !!
Maka tinggalkanlah - wahai ikhwah - pada udara yang mendung ini - tinggalkanlah perkara - perkara yang semisal ini - baarakallahu fiikum -
Tinggalkanlah desas desus !
Yaitu : engkau memuji si fulan , dan fanatik kepadanya ! Datang sifulan dan fanatik kepada seseorang yang berseteru dengannya  dan .....!!
Kami katakan kepada kalian - bukan satu kali - sungguh terjadi berbagai perselisihan diantara syaikh Albaany dengan selainnya dari para Ulama Sunnah ! , demi Allah : tidak ada padanya pengaruh apapun di barisan Salafiyyin di Dunia ! - seluruhnya - , tidak ada padanya pengaruh apapun ...
Sekarang : penuntut Ilmu kecil yang memiliki berbagai fitnah sengaja mengobarkan berbagai fitnah diantara Ahlissunnah , sehingga dia menjadi Imam diantara sore dan pagi ; duduk belajar dua hari : selesai menjadi ustadz  ! Dia memiliki komplotan yang berkelompok kepadanya ! Dan mereka tidak menerima padanya kritikan apapun sekalipun kritikan ini membawa berbagai hujjah dan burhan !
Dan apabila seorang insan mengkritiknya dengan berbagai hujjah dan burhan yang ditegakkan serta didudukkan !
Sementara mereka membelanya dan fanatik kepadanya .
Dan terkadang ustadz ini seorang yang miskin dan penuntut ilmu ! Padanya terdapat kebaikan , akantetapi ; kenapa fanatik ini ?! Yaitu : prilaku hizbiyyin yang menjalar kepada sebagian salafiyyin !
Demi Allah tidaklah terdapat prilaku ini pada kita
Dan demi Allah : sungguh telah berdebat dihadapan kami Asy Syaikh Ibn Baaz dan Albaany - dan selain keduanya - di ( Jami'ah Islamiyyah ) , dan demi Allah : tidak terdapat padanya pengaruh sedikitpun ...
Dan telah menulis syaikh Albany , dan berkata didalam meletakkan kedua tangan ( bersedekap ketika i'tidal ) : bid'ah ...demi Allah : tidak ada padanya pengaruh apapun
Dan menginginkan shufiyyah khurafat untuk mengadu domba para pemuda - dengan Ibn Baaz dan Albaany - , demi Allah : mereka tidak mendapatkan sedikitpun jalan untuk itu 》
Kemudian berkata - hafidzahullah - ;
《 perhatikanlah untuk perkara - perkara ini - ya ikhwah - ...
Tinggalkanlah semisal perkara - perkara ini ...
Tinggalkanlah fanatik terhadap sifulan dan fulan , dan janganlah fanatik kepada seorangpun , yang kalian akan memecah belah da'wah salafiyyah ....
Kami tidak meridhoi ini bagi kalian - selamanya - Hendaklah sebagian kalian menanggung sebagian yang lain , dan sebagian kalian menasehati sebagian yang lain - dengan hikmah -
Janganlah masuk kedalam simpang siur hizbiyyah , dan fanatik terhadap sifulan dan fulan ...
Yang akan mencabik - cabik salafiyah dengan cara - cara ini , dan para hizbiyun akan menyusupinya  kepada kalian
Dan mereka mendapatkan pada kebanyakan dari kalian penerimaan terhadap semisal perkara - perkara ini ...
Tinggalkanlah dia - baarakallahu fiikum -
Saya memohon kepada Allah supaya mempersatukan hati - hati kalian , dan mengangkat dari kalian berbagai fitnah yang tampak serta yang tersembunyi  ...
Maka kembalilah - wahai saudaraku - kepada apa yang telah berada padanya para pendahulu kalian disepanjang sejarah - berupa saling nasehat menasehati dengan hikmah , dan nasehat yang baik , serta berhias dengan akhlak yang tinggi 

▪ sumber : kitab " albayaan wal idhooh li'aqidati ahli assunnah wal jama'ah fi ru`yatillah yaumal qiyaamah "

✏ faedah WA Almultaqa Assalafy Indonesia - TAS Riau
Pent. Muhammad RizQ.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites