Intisari Tauhid [39]
PEMBERI MANFA’AT DAN PENGHILANG MADHOROT HANYALAH ALLAH TA’ALA
Allah Ta’ala berfirman :
وَإِنْ يَمْسَسْكَ اللَّهُ بِضُرٍّ فَلَا كَاشِفَ لَهُ إِلَّا هُوَ وَإِنْ يُرِدْكَ بِخَيْرٍ فَلَا رَادَّ لِفَضْلِهِ يُصِيبُ بِهِ مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَهُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
“Dan jika Allah menimpakan suatu bahaya kepadamu, tiada yang dapat menghilangkan (bahaya) itu, kecuali Dia, sedang jika Dia menghendaki suatu kebaikan untukmu, tiada yang dapat menolak karunia-Nya. Dia memberi (kebaikan) itu kepada siapa saja yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya, dan Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” [Yûnus: 107]
Allah Ta’âlâ mengabarkan bahwa Dia bersendirian dalam kekuasaan, penaklukan, pemberian, atau penahanan, mendatangkan bencana atau manfaat, tidak ada selain-Nya yang bisa melakukan hal itu. Maka hal tersebut mengharuskan hanya Allah jualah yang diseru dan disembah satu-satunya, bukan selain-Nya yang tidak bisa mendatangkan manfaat dan bahaya bagi dirinya sendiri, lebih-lebih menguasai (manfaat dan bahaya) untuk orang lain.
Pada ayat di atas terdapat penjelasan tentang keberhakan Allah untuk diibadahi dengan doa dan yang semisalnya, dan bahwa berdoa kepada selain Allah adalah kesyirikan, karena mereka (selain Allah) tidak bisa mendatangkan manfaat dan tidak pula bahaya.
Faedah Ayat
Wajibnya mengesakan Allah dengan tauhid ibadah dengan alasan kemahaesaan-Nya dalam tauhid rubûbiyyah.
Batilnya perbuatan berdoa kepada selain Allah, karena lemahnya mereka untuk mendatangkan manfaat bagi orang yang menyerunya serta menolak bahaya darinya.
Ditetapkannya sifat masyî`ah ‘kehendak’ bagi Allah Subhânahu.
Ditetapkannya dua sifat bagi Allah Subhânahu, yaitu Maghfirah (mengampuni) dan Rahmah ‘penyayang’ sesuai dengan keagungan dan kemuliaan Allah.
Diringkas dari penjelasan ringkas Kitab Tauhid karya Syaikh Shalih Al-Fauzan
WhatsApp Syi'ar Tauhid






