Terjemah:
Adab-adab dalam bermajelis dengan para Ulama.
Berkata imam Al-Ajurriy rohimahullōh:
"Apabila seseorang telah cinta akan majelis para Ulama maka bermajelislah bersama mereka dengan disertai adab, dan tawadhu' pada dirinya, dan merendahkan suara dari suara mereka, dan bertanyalah kepada mereka dengan rendah hati (tidak congkak), dan hendaklah pertanyaan itu diperbanyak pada permasalahan-permasalahan ilmu yang dengannya bisa mewujudkan peribadahan kepada Alloh, dan sampaikan pada mereka bahwa dirinya sangat membutuhkan ilmu semisal yang ia tanyakan itu.
Dan jika dia telah mendapatkan faidah dari mereka satu ilmu saja, maka kabarkan pada mereka: 'sungguh saya telah mendapatkan faidah yang sangat banyak', kemudian bersyukurlah kepada mereka atas hal tersebut.
Dan jika mereka marah pada dirinya, maka janganlah ia marah pada mereka. Perhatikanlah sebab yang membuat mereka marah, segeralah perbaiki diri dan mintalah maaf pada mereka, dan janganlah berucap kasar lagi keras ketika mengajukannya kepada mereka, lemah lembutlah pada segala urusannya, janganlah mendebat mereka untuk menunjukkan: 'diri lebih berilmu dari kalian'.
Dan yang pantas himmah ( semangat ) dari dirinya hanyalah untuk mencari mengejar faidah dari mereka, dengan diiringi berlemah-lembut kepada mereka, janganlah mendebat Ulama, tidak pula dengan orang-orang pandir.
Mempergauli dengan lemah lembut bersama Ulama dengan tetap memuliakan mereka hingga mendapatkan tambahan pemahaman di sisi Alloh dalam agama-Nya".
[Akhlaq Ulama': 1/ 50. Maktabah Syamilah Android]






