TERBARU : NASEHAT AL-LAJNAH AD-DÂ'IMAH KEPADA DU’ÂT AHLIS SUNNAH UNTUK BERSATU DAN MENINGGALKAN PERPECAHAN DAN PERSELISIHAN !
الحمد لله رب العالمين والعاقبة للمتقين والصلاة والسلام على رسول الله محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.. وبعد:
Sesungguhnya dakwah kepada Allôh adalah amalan yang paling mulia dan para du’ât itu adalah orang yang paling baik perkataannya, sebagaimana firman Allôh Ta’âlâ :
وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلا مِمَّنْ دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ
“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allôh, melakukan amal shalih dan mengatakan sesungguhnya kami termasuk orang-orang yang berserah diri.” (QS Fushshilât : 3)
Mereka (para du’ât) adalah pewaris Nabi Shallallâhu ‘alaihi wa Sallam di dalam menimba ilmu dan menyebarkannya, karena itulah para ulama merupakan pewaris para nabi.
Diantara akhlaq Nabi Shallallâhu ‘alaihi wa Sallam adalah mencintai kaum muslimin, bersikap lemah lembut kepada mereka, mengajari mereka dan berbuat baik kepada mereka.
Dan sungguh begitu menyakitkan apa yang kami dengar tentang sebagian du’ât yang mengafiliasikan diri kepada ahlus sunnah wal jamâ’ah, namun bersikap keras dan kejam terhadap saudara mereka sesama du’ât, menyibukkan dengan mencela kehormatan mereka dan mengumpulkan aib-aib mereka lalu menyebarkannya ke khayalak umum. (Ironinya) mereka menganggap perbuatan ini sebagai salah satu ibadah yang mereka bertaqorrub kepada Allôh dengannya.
Padahal di dalam perbuatan mereka ini, merupakan perselisihan tercela yang memecah belah kaum muslimin baik di masjid-masjid dan pertemuan mereka, dan melalaikan mereka dari dakwah dan melakukan perbaikan (ishlâh). Sungguh Allôh Ta’âlâ telah melarang perbuatan ini di dalam firman-Nya :
إِنَّ الَّذِينَ فَرَّقُوا دِينَهُمْ وَكَانُوا شِيَعًا لَسْتَ مِنْهُمْ فِي شَيْءٍ
“Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agama mereka lalu mereka bergolong-golongan, maka tidak ada sedikitpun tanggung jawabmu atas mereka.” (QS al-An’âm : 159)
Dan firman-Nya Ta’âlâ :
وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا وَاذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَى شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ
“Dan berpegang-teguhlah kalian semua kepada tali Allôh dan janganlah kalian berpecah belah. Dan ingatlah nikmat Allôh atas kalian dahulu pada saat kalian saling bermusuhan maka Allôh mempersatukan hati-hati kalian lalu menjadilah kalian atas nikmat-Nya orang-orang yang bersaudara. Padahal kamu berada di tepi ujung neraka lalu Allôh menyelamatkan dirimu darinya. Demikianlah Allôh menjelaskan ayat-ayat-Nya kepada kalian agar kalian mendapatkan petunjuk.” (QS Âli ‘Imrân : 103)
Tatkala Rasulullâh Shallallâhu ‘alaihi wa Sallam mengutus Mu’âdz dan Abû Mûsâ radhiyallahu 'anhuma ke Yaman, Nabi Shallallâhu ‘alaihi wa Sallam berpesan kepada keduanya :
يسرا ولا تعسرا، وبشرا ولا تنفرا، وتطاوعا ولا تختلفا
“Permudahlah janganlah kalian berdua mempersulit ! Berikan kabar gembira jangan membuat mereka lari. Berbuat santun dan janganlah kalian berdua saling berselisih.” [HR Bukhârî dan Muslim]
Kami telah mengetahui bahwa sebagian kaum muslimin saat ini di dunia barat, ketika mereka melihat perselisihan seperti ini, maka akan memunculkan keragu-raguan dan kebimbangan pada diri mereka tentang kebenaran agama Islam yang (seharusnya) menghimpun dan mempersatukan kaum muslimin. Perselisihan ini adalah fitnah yang memecah belah kaum muslimin, yang akan memalingkan manusia dari agama Islam, dan melalaikan para penuntut ilmu dari berdakwah dan menyampaikan warisan Nabi Shallallâhu ‘alaihi wa Sallam (yaitu ilmu, pent.).
Karena itulah, al-Lajnah ad-Dâ`imah (Komite Tetap Fatwa) mengajak kepada seluruh du’ât dan para imam masjid untuk menyatukan kalimat kaum muslimin, membersihkan hati-hati mereka, dan mempersatukan shaf mereka. Lajnah juga memperingatkan mereka dari turut ambil bagian di dalam memecah belah kaum muslimin, menyebar benih permusuhan diantara mereka, dan menyibukkan diri mereka satu dengan lainnya dengan kezhaliman dan permusuhan. Sesungguhnya barang siapa yang mengajak kepada kemaksiatan maka ia akan menanggungnya dan menanggung orang yang berbuat demikian sampai hari kiamat kelak.
Al-Lajnah ad-Dâ`imah lil Buhûts al-‘Ilmîyah wal Iftâ` (Komite Tetap Bidang Riset Ilmiah dan Fatwa)
Ketua : ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdullâh bin Muhammad Âlu Syaikh
Anggota :
- Shâlih bin Fauzân al-Fauzân
- Ahmad bin ‘Alî Siyar al-Mubârikî
- ‘Abdullâh bin Muhammad bin Khunain
- ‘Abdullâh bin Muhammad al-Muthlaq
- Muhammad bin Hasan Âlu Syaikh
- ‘Abdul Karîm bin ‘Abdullâh al-Khudair
(Semoga Bermanfaat ! Baarakallahufiykum)






