Monday, March 10, 2014

Diantara contoh-contoh yang mengagumkan tentang bersihnya hati dan benarnya niat

Diantara contoh-contoh yang mengagumkan tentang bersihnya hati dan benarnya niat

" Adalah Tholhah bin 'Abdurrahman bin 'Auf seorang quraisy yang paling dermawan di zamannya, suatu hari istrinya pernah berkata kepadanya:
"saya tidak pernah melihat suatu kaum yang bersangatan rendahnya daripada saudara-saudaramu, lalu ia bertanya:
"kenapa begitu " ? istrinya berkata:
"saya lihat mereka, ketika kamu kaya mereka selalu bersamamu, tetapi ketika kamu fakir, mereka meninggalkanmu, lalu ia berkata kepada istrinya: "demi Allah ini merupakan kemuliaan akhlaq mereka !, mereka datang kepada kita ketika kita mampu untuk  memuliakan mereka....
dan mereka meninggalkan kita ketika kita tidak sanggup untuk menunaikan hak mereka.... "

Al Imam Al Mawardi mengomentari kisah ini beliau mengatakan:
"Lihatlah bagaimana ia menta'wil dengan kemuliaannya dengan ta'wil yang seperti ini sampai-sampai ia menjadikan jeleknya perbuatan mereka sebagai kebaikan dan khianat mereka sebagai penunaian dan demi Allah perkara ini menunjukkan bahwa bersih dan selamatnya hati merupakan ketenangan di dunia dan merupakan ghanimah di akhirat dan ini juga merupakan sebab masuknya seseorang ke dalam surga....

(وَنَزَعْنَا مَا فِي صُدُورِهِمْ مِنْ غِلٍّ إِخْوَانًا عَلَىٰ سُرُرٍ مُتَقَابِلِينَ)

Dan Kami lenyapkan segala rasa dendam yang berada dalam hati mereka, sedang mereka merasa bersaudara duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan (Al Hijr: 47 )

Adabuddunya wad diin hal: 180

Abu Hudzaifah Ahmad
faedah WA ta'zhiim assunnah

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites