Saturday, March 8, 2014

Dan Sholat itu adalah cahaya”. HR. Muslim.

بسم الله الرحمن الرحيم

Bacaan Pekanan Al-Fawāid Edisi 4.

Sholat itu Cahaya

Rasulullōh shollallōhuàlaihi wa sallam bersabda:

والصلاة نور

“Dan Sholat itu adalah cahaya”. HR. Muslim.

Yaitu: cahaya di hati seorang mukmin, dan jika hati itu bercahaya, maka akan bercahaya wajahnya.

Dan inilah cahaya kelak di hari kiamat.

يَوْمَ تَرَى الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ يَسْعَى نُورُهُمْ بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَانِهِمْ

“Pada hari ketika kamu melihat orang mukmin dan mukminah, sedang cahaya mereka bersinar di hadapan dan di sebelah kanan mereka”. QS. Al-Hadid: 12.

Para Pembaca rohimakumullōh!.

Segala puji serta sanjungan kepada Allōh subhānahu wataàla yang telah befirman:

يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ

“Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu”. QS. Al Baqaroh: 185.

Keyakinan tanpa keraguan sedikitpun, bahwa Allōh subhānahu wataàla penguasa alam semesta tidak akan pernah memberatkan hamba-hamba-Nya:

مَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِنْ حَرَجٍ وَلَكِنْ يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

“Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur”. Al Maidah: 6.

Maka  agama Islam yang telah Allōh tetapkan untuk kita semua, adalah agama yang tegak diatas rahmat, kasih sayang serta kemudahan.

Rasulullōh shollallōhuàlaihi bersabda:

إِنَّ هَذَا الدِّينَ يُسْرٌ ، وَلَنْ يُشَادَّ هَذَا الدِّينَ أَحَدٌ إِلاَّ غَلَبَهُ

“Sesungguhnya agama ini mudah, dan tidaklah seorangpun yg memberatkan diri pada agama ini, kecuali ia akan lemah dan terkalahkan”. HR. Bukhoriy.

Sehingga, berdasarkan ayat dan hadits di atas, syariat atau aturan dalam agama Islam ini adalah perkara yang sama sekali bukanlah perkara yang memberatkan manusia sedikitpun.

Kaum muslimin rohimakumullōh!

Dan diantara syariat Allōh yang agung kedudukannya dalam Islam, adalah Sholat lima waktu dalam sehari semalam. Kewajiban atas setiap muslim dan muslimah disetiap keadaan, baik ketika aman, takut, safar, mukim, sehat atau sakit.

Allōh subhānahu wataàla berfirman:

حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ وَالصَّلاةِ الْوُسْطَى وَقُومُوا لِلَّهِ قَانِتِينَ

“Peliharalah semua shalat(mu), dan (peliharalah) shalat wusthaa. Berdirilah untuk Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu'. Al Baqoroh: 238.

Dan firman-Nya yang lain:

وَأَقِيمُوا الصَّلاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ

“Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku'lah beserta orang-orang yang ruku'. Al Baqaroh: 43.

Dari dua ayat ini jelas sekali bahwa Allōh subhānahu wataàla memerintahkan kita semua untuk melaksanakan sholat.

Dan Nabi shollallōhuàlaihi bersabda:

بُنِىَ الإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ : شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ ، وَإِقَامِ الصَّلاَةِ ، وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ ، وَالْحَجِّ ، وَصَوْمِ رَمَضَانَ

“Islam itu dibangun atas lima hal: dua kalimat syahadat, sholat lima waktu, menunaikan zakat, puasa romadhon serta menunaikan haji”. (HR. Bukhori dan Muslim).

Sehingga sholat lima waktu itu adalah penegak agama seorang hamba.

Dan ketika Nabi mengutus Mu’adz ke negeri Yaman untuk mendakwahkan Islam, maka beliau berpesan untuk menyampaikan tauhid yang pertama kali, kemudian beliau shollallōhuàlaihi berkata:

فَإِذَا عَرَفُوا ذَلِكَ فَأَخْبِرْهُمْ أَنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ قَدِ افْتَرَضَ عَلَيْهِمْ خَمْسَ صَلَوَاتٍ فِى يَوْمِهِمْ وَلَيْلَتِهِمْ

“Jika mereka telah mengetahui hal tersebut, maka khobarkan mereka bahwa Allōh telah mewajibkan atas mereka sholat lima waktu dalam sehari semalam”. HR. Bukhoriy dan Muslim.

Saudaraku seiman!...

Dan Allōh subhānahu wataàla mengingatkan kita semua dengan peringatan yang keras jika sholat ditinggalkan, dan jika kita memperhatikan Al Qur’an terkait dengan ancaman bagi yang meninggalkan sholat, maka kita akan melihat bahwa mereka yang meninggalkana sholat tersebut berada di tepi jurang yang sangat curam dan mengerikan!.

Allōh berfirman:

فَخَلَفَ مِنْ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا

“Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, Maka mereka kelak akan menemui kesesatan”. QS. Maryam: 59.

Diantara para ulama kita, seperti imam Al-Auza’iy rohimahullōh menjelaskan bahwa diantara yagn diinginkan dengan “yang menyia-nyiakan shalat” ini juga termasuk mereka yang menelantarkan waktu sholat. Maksudnya menunda-nunda melaksanakan sholat hingga di akhir waktu bahkan tertinggal sama sekali. Dan jika ditinggalkan sama sekali maka hukumnya kafir.

Kata (غَيًّا) pada ayat tersebut, kata shahabat ibnu mas’ud rodhiallōhu’anhu maknanya adalah lembah (khusus) di nereka jahannam!.

Dan juga dalam ayat yang lain:

مَا سَلَكَكُمْ فِي سَقَرَ قَالُوا لَمْ نَكُ مِنَ الْمُصَلِّينَ
"Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqor (neraka)?, mereka menjawab: "Kami dahulu tidak Termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat”. QS Al-Mudatstsir: 41-42.

Bahkan Allōh subhānahu wataàla menjadikan sholat ini sebagai ukuran saudara seiman dalam agama Islam:

فَإِنْ تَابُوا وَأَقَامُوا الصَّلاةَ وَآتَوُا الزَّكَاةَ فَإِخْوَانُكُمْ فِي الدِّينِ

“jika mereka bertaubat, mendirikan sholat dan menunaikan zakat, Maka (mereka itu) adalah saudara-saudaramu seagama.” QS. Attaubah: 11.

Dan nabi shollallōhuàlaihi juga memperingatkan kita:

مَنْ تَرَكَ الصَّلاَةَ مُتَعَمِّدًا فَقَدْ بَرِئَتْ مِنْهُ ذِمَّةُ الله

"Siapa yang meninggalkan Sholat dengan sengaja maka telah lepas dari penjagaan Allōh” . HR. Bukhoriy.

Bahkan dalam hadits lain beliau menghukumi kafir bagi yang meninggalkannya: “Pembeda antara kita dengan orang kafir adalah sholat, siapa yang meninggalkanya maka ia kafir”  , dalam lafadhz lain: “Antara seorang hamba dengan kesyrikan itu dengan ia meninggalkan sholat”.  HR. Ahmad.

Dalam Tafsir Ibnu Katsir, Imam Asy-Syafi’i rohimahullōh menjelaskan bahwa berdasarkan hadits-hadits tersebut, maka orang yang meninggalkan sholat itu hukumnya kafir!.

Maka, sifat yang diberikan bagi mereka yang meninggalkan sholat lima waktu dengan sengaja adalah kafir, musyrik dan bukan saudara seagama, dan Allōh mengingatkan:

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا أُولَئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ

“Sesungguhnya orang-orang yang kafir Yakni ahli kitab dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk” QS. Al-Bayyinah: 6.

Saudaraku seiman…

Mari kita menjaga agama kita dengan sungguh-sungguh, khususnya sholat lima waktu kita dalam sehari semalam, ingatkan keluarga kita, karib kerabat serta teman dan saudara-saudara di sekitar kita akan nikmatnya melaksanakn sholat dan besarnya manfaatnya, laksanakanlah sholat dengan ikhlash hanya kepada Allōh semata serta sesaui dengan petunjuk nabi dalam melaksanakannya.
Dan ingatkan juga betapa mengerikannya jika ditinggalkan, dan jangan sekali-sekali beranggapan bahwa syari’at sholat ini memberatkan, ini adalah su’udhzon -berprasangka jelek-  kepada Allōh yang maha suci dari segala kejelekan.

Sebagai penutup, rasulullōh shollallōhuàlaihi mengingatkan:

أَوَّلُ مَا يُحَاسَبُ الْعَبْدُ بِصَلَاتِهِ، فَإِنْ صَلَحَتْ فَقَدْ أَفْلَحَ وَأَنْجَحَ، وَإِنْ فَسَدَتْ فَقَدْ خَابَ وَخَسِرَ

“Pertama kali yang diperiksa dari seorang hamba kelak di hari kiamat adalah sholatnya, jika baik maka dia akan selamat dan beruntung, dan jika rusak maka dia akan rugi dan celaka!”. HR. Tirmidziy.

Semoga Allōh memberi taufik kepada kita semua kepada kebenaran dan jalan yang lurus.

رُسُلا مُبَشِّرِينَ وَمُنْذِرِينَ لِئَلا يَكُونَ لِلنَّاسِ عَلَى اللَّهِ حُجَّةٌ بَعْدَ الرُّسُلِ وَكَانَ اللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمًا

(mereka Kami utus) selaku Rasul-rasul pembawa berita gembira dan pemberi peringatan agar supaya tidak ada alasan bagi manusia membantah Allah sesudah diutusnya Rasul-rasul itu.
dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.   QS. Annisaa: 165

Akhukum Hudzaifah bin Muhammad.

    =Majmù Al-Fawāid=

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites