ANTARA DUA KEADAAN (Seri Tauhid 3)
Oleh : Al-Ustadz Abu Ubaidillah Al-Atsariy -Hafizhahullah-
(Pengasuh Pesantren Al-Ihsan Gowa)
Saudaraku sekalian yang dimuliakan Allah, ada pertanyaan yang kadang muncul dibenak kita yaitu “Apakah kita harus beribadah dengan khauf (rasa takut) dan roja’ (rasa harap)?”
Syeikh Muhammad bin Jamil Zainu –rahimahullah- menjawab pertanyaan ini dalam kitabnya ‘Khud aqidataka’ ketika beliau berkata :”Ya benar, kita beribadah kepada Allah dengan rasa takut dan harap.
Allah berfirman :
يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَطَمَعًا
“Sedang mereka berdo’a kepada Robbnya dengan rasa takut dan harap” (QS. Assajadah :16)
Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda :
أَسْأَلُ اللَّهَ الْجَنَّةَ، وَأَعُوذُ بِهِ مِنَ النَّارِ
”Aku meminta kepada Allah syurga dan berlindung kepada Nya dari api neraka”
(Hadits Shahih riwayat Abu Dawud dan Ahmad)
Inilah bantahan kepada mereka yang mengatakan bahwa kalau kita beribadah kepada Allah karena takut nerakaNya maka kita telah mensyerikatkan Allah.
Coba perhatikan sabda Nabi -shallallahu ‘alahi wasallam- pada hadits diatas bagaimana beliau juga takut dan berlindung kepada Allah dari api neraka.
Wallahu a’lam.
http://pesantren-alihsan.org/antara-dua-keadaan.htm






