Monday, August 25, 2014

HIDUP ADALAH ANUGRAH

HIDUP ADALAH ANUGRAH

Hidup adalah anugrah. Benar bukan?

Ayolah, jangan bilang "tidak", karena hidup ana, antum dan seluruh putra Adam 'alaihi salam asasinya adalah kenikmatan dari Allah subhanahu wa ta'ala.

Memang! Nafas, detak jantung, kenang-kenangan, sahabat, keluarga, ilmu, cinta, segala yang kita alami, rasakan, kecap, analisa semuanya adalah kesempatan yang belum tentu makhluk lain rasakan.

Untuk manusia, apa yang tidak spesial? Terlalu banyak yang Allah berikan kepada kita. Alam semesta, bumi dan seisinya, pasangan dari jenis kita sendiri, rizki yang dijamin, kesempurnaan penciptaan dan lain-lain.

Sebenarnya masih banyak. Namun apalah daya, tangan ini tak mampu walaupun sekedar merangkumnya. Allah berfirman,

وإن تعدوا نعمت الله لا تحصوها

"Jikalau engkau hendak menghitung nikmat Allah, niscaya engkau tak kan mampu"  (QS. Ibrahim: 34)

Allahul musta'an.

Bersyukur?
Iya, hanya itu yang bisa kita persembahkan untuk membalas kebaikan (baca: hasanat) dari Allah. Walaupun sebenarnya tidak pas dikatakan membalas, namun kita hanya membahasakan.

Suatu malam, Ummul Mukminin 'Aisyah radhiyallahu 'anha iba melihat khusyu'nya tahajud Rasulullah shalallahu 'alaihi wasalam. Saking khusyu'nya, beliau tak merasakan darah keluar dari kakinya. Padahal Ummul Mukminin 'Aisyah radhiyallahu 'anha sampai tak tega melihatnya.

Ketika ditanyakan, dengan penuh ketawadhuan beliau hanya menjawab, "Tidakkah aku menjadi hamba yang bersyukur." (Muttafaqun 'alaih)

Allahu Akbar!!! Bagaimana dengan kita ? Ibadah apa yang telah kita persembahkan ? Bagaimana kualitasnya ? Padahal Allah sudah mengingatkan,

وما خلقت الجن والإنس إلا ليعبدون  ما أريد منهم من رزق وما أريد أن يطعمون

"Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan hanya untuk mengibadahi-Ku. Aku sama sekali tidak membutuhkan rizki dari mereka, tidak pula makanan (Adz Dzariyat: 56-57)

Meskipun ayat ini banyak dihapal kaum muslimin, baik yang awamnya sekalipun, namun betapa sedikit yang memahaminya. Apalagi yang mengamalkan kandungannya.

Sudahlah, tak ada baiknya menunjuk orang lain. Mulailah dari diri sendiri. Cobalah baca ayat diatas dengan penuh ketawadhu'an. Hilangkan rasa congkak. Buang jauh-jauh sifat egois.

Jikalau kita merasa ibadah kita pada tahapan ideal, tak usah antum pikirkan pun Allah telah menyiapkan balasannya. Masalahnya sekarang, sudahkah kita beribadah, atau dengan bahasanya Rasulullah, sudahkah kita bersyukur? Bagaimana kualitasnya? Atau jangan-jangan malah durhaka? Astaghfirullah. Itulah yang harus kita pikirkan.

Wallahu 'Alam.

[Yahya Alwindany]

WhatsApp Thulab Fiyus

Sunday, August 24, 2014

MA’NA DAN SYARAT LAA ILAAHA ILLALLAH

Silsilah Durusul Muhimmah [2]

Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baaz rahimahullah

MA’NA DAN SYARAT LAA ILAAHA ILLALLAH

Yaitu: Penjelasan tentang arti persaksian "La Ilaaha Illallah,
Muhammad Rasulullah".

La Ilaaha: Tidak ada Ilah[1], berarti meniadakan seluruh sesembahan
selain Allah.

Illallah: Selain Allah, berarti menetapkan ibadah hanya untuk Allah semata dan tidak menjadikan sekutu bagi-Nya.

Syarat-syarat (sahnya persaksian) La Ilaha Illa Allah sebagai berikut:

1. Ilmu yang tidak dicampuri dengan kejahilan.
2. Keyakinan yang tidak dicampuri dengan keraguan.
3. Ikhlas yang tidak dicampuri dengan syirik.
4. Kejujuran yang tidak dicampuri dengan dusta.
5. Cinta yang tidak dicampuri dengan kebencian.
6. Ketaatan yang tidak dicampuri dengan pembangkangan.
7. Penerimaan yang tidak dicampuri dengan penolakan.
8. Pengingkaran terhadap seluruh yang disembah selain Allah.

Syarat-syarat diatas terhimpun pada dua bait syair berikut ini:

Ilmu, keyakinan dan Ikhlas serta kejujuran bersama
Cinta dan taat serta menerimanya.
Ditambah (syarat) yang kedelapan (adalah pengingkaran)
terhadap seluruh yang disembah selain Allah

---
[1] Ilah adalah Dzat yang disembah dengan cinta, takut, harapan dan
ketaatan kepada-Nya (Muraji' Tarjamah)

WA Radio As-Sunnah Sidrap

Jika dunia berada di hati seseorang

FAIDAH

Berkata Abu Sulaiman Ad Darany -rahimahullah-:

إذا كانت الآخرة في القلب جائت الدنيا تزحمها, وإذا كانت الدنيا في القلب لم تزحمها الآخرة, لأن الآخرة كريمة والدنيا لئيمة

"Jika akhirat yang berada dalam hati seseorang maka dunia itu akan datang memperebutkannya, dan jika dunia yang berada dihati seseorang maka akhirat tidak akan memperebutkannya, hal tersebut karena akhirat itu kemuliaan sedangkan dunia adalah kehinaan".

Shifatus Shafwah (4/443).

               
Forward :
ustadz Fauzan al-Kutawy

Silsilah Durus

DAKWAH YANG PERTAMA DAN UTAMA ADALAH DAKWAH TAUHID

Intisari Tauhid [17]

DAKWAH YANG PERTAMA DAN UTAMA ADALAH DAKWAH TAUHID

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada Muadz bin Jabal radhiallahu ‘anhu ketika beliau mengutusnya untuk berdakwah di negeri Yaman :

Sungguh, engkau akan mendatangi kaum Ahli Kitab maka hendaklah dakwah yang kamu sampaikan pertama kali kepada mereka ialah syahadat Lâ Ilâha Illallâh -dalam riwayat lain disebutkan, ‘(Ialah) supaya mereka menauhidkan Allah.’- Jika mereka mematuhimu dalam hal itu,
sampaikanlah kepada mereka bahwa Allah mewajibkan shalat lima waktu sehari semalam kepada mereka. Jika mereka telah mematuhimu dalam hal itu, sampaikanlah kepada mereka bahwa Allah mewajibkan zakat kepada mereka yang diambil dari orang-orang kaya di antara mereka untuk diberikan kepada orang-orang fakir di antara mereka. Jika mereka telah mematuhi dalam hal itu, jauhkanlah dirimu dari harta terbaik mereka, dan jagalah dirimu terhadap doa orang yang terzhalimi karena sesungguhnya tiada suatu tabir penghalang pun antara doanya dengan Allah.’.”

Dikeluarkan oleh keduanya (Al-Bukhâry dan Muslim).

Ketika mengutus Mu’âdz bin Jabal radhiyallâhu ‘anhu ke wilayah Yaman sebagai da’i yang mengajak kepada Allah dan sebagai pengajar, Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam menggariskan langkah-langkah yang harus Mu’âdz tempuh dalam dakwahnya. Beliau menjelaskan bahwa Mu’âdz akan menghadapi orang-orang yang berilmu dan pandai berdebat dari kalangan Yahudi dan Nashara, dengan maksud agar Mu’âdz berada dalam keadaan siap berdebat dan membantah syubhat-syubhat mereka, kemudian memulai dakwah dengan perkara terpenting lalu yang penting maka hendaknya yang pertama kali adalah menyeru manusia untuk memperbaiki aqidahnya karena aqidah merupakan pondasi. Kalau telah tunduk menerima hal tersebut, mereka diperintahkan untuk menegakkan shalat karena shalat merupakan kewajiban terbesar setelah bertauhid. Kalau mereka sudah menegakkan (shalat), orang-orang kaya (di antara mereka) diperintahkan untuk
menyerahkan zakat hartanya kepada orang-orang faqir sebagai rasa kebersamaan dengan (orang-orang faqir) tersebut dan sebagai rasa syukur kepada Allah.

Kemudian beliau memperingatkan (Mu’âdz) tentang mengambil harta terbaik dalam zakat karena yang wajib adalah harta pertengahan. Setelah itu, Mu’âdz dianjurkan untuk berbuat adil dan meninggalkan kezhaliman supaya (Mu’âdz) tidak terkena doa orang yang terzhalimi karena doa tersebut akan Allah kabulkan.

Faedah Hadits

��1.Disyariatkannya pengiriman para da’i untuk mengajak manusia kepada Allah.

��2.Bahwa syahadat Lâ Ilâha Illallâh adalah kewajiban pertama
dan yang diserukan pertama kali kepada manusia.

��3.Bahwa makna syahadat Lâ Ilâha Illallâh adalah menauhidkan
Allah dalam ibadah dan meninggalkan peribadahan kepada selain-Nya.

��4. Seorang yang kafir tidaklah dihukumi sebagai seorang muslim, kecuali setelah ia mengucapkan syahadatain.

��5. Bahwa seseorang kadang membaca dan mengilmui, tetapi tidak mengetahui makna Lâ Ilâha Illallâh. Atau, mengetahui makna (Lâ Ilâha Illallâh), tetapi tidak mengamalkan (kalimat) tersebut, seperti keadaan Ahli Kitab.

��6. Bahwa orang yang diajak bicara dalam keadaan mengetahui tidaklah seperti orang jahil, sebagaimana dikatakan, “Sungguh, kamu akan mendatangi kaum Ahli Kitab.”

��7.Peringatan terhadap manusia, khususnya para da’i, agar mereka betul-betul berada di atas bashirah tentang agamanya supaya terbebas dari syubhat para pembuat syubhat, yaitu dengan cara menuntut ilmu.

��8.Shalat adalah kewajiban terbesar setelah syahadatain.

��9.Bahwa zakat adalah rukun yang paling wajib setelah shalat.

��10.Penjelasan tentang salah satu golongan penerima zakat, yaitu orang-orang faqir, dan pembolehan memberi zakat hanya kepada mereka.

��11.Bahwasanya tidak boleh mengambil zakat berupa harta terbaik, kecuali dengan keridhaan pemilik (harta) tersebut.

��12.Peringatan terhadap perbuatan zhalim, dan bahwa doa orang yang terzhalimi adalah mustajab, meskipun ia adalah pelaku maksiat.

Diringkas dari Kitab Al Mulakhos Fii Syarhi Kitab Tauhid Karya Syaikh Shalih Al Fauzan

WhatsApp Syiar Tauhid
WA Radio As-Sunnah Sidrap

Indahnya Persahabatan Kita, Jangan Ditukar dengan Pahitnya Perpisahan

Petuah Ulama (77)

Indahnya Persahabatan Kita, Jangan Ditukar dengan Pahitnya Perpisahan

Al-Imam Asy-Syafi’i rahimahullah berkata,

ليس سرور يعدل صُحبةَ الأخوان ولا غمّ يعدل فراقهم

“Tidak ada kegembiraan yang menyamai persahabatan bersama Ikhwan (saudara-saudara seiman) dan tidak ada kesedihan yang menyamai perpisahan dengan mereka.”

[Syu’abul Iman lil Baihaqi, 6/504]

Ustadz Sofyan Chalid Ruray

WhatsApp Syiar Tauhid

Hukum Shalat Di tempat yang ada Fotonya

Hukum::

Shalat Di tempat yang ada Fotonya

نص السؤال: هل يصحُّ للمرأة أن تصلّي عند صورة في كتاب أو صحيفة، وإذا وضع شيء على الصُّورة أو أغلق الكتاب؛ فهل تصحَّ الصلاة‏؟

Tanya: Apakah sah sholat seorang wanita di ruangan yang terdapat gambar bernyawa yang ada di buku atau koran, dan apabila diletakkan suatu penghalang di atas gambar tersebut atau buku itu ditutup, apakah sholatnya sah?


نص الإجابة: يُكره للمسلم أن يصلِّي مستقبل الصورة، ويُكره أن يصلي في مكان قد عُلِّقت ونُصبت فيه الصُّور، أما الصور الممتهنة والمُلقاة على الأرض فلا تأثير لها، ولا يجوز الاحتفاظ بالصُّور للذِّكريات أو الهواية؛ لأنَّ الملائكة لا تدخل بيتًا فيه كلب ولا صورة، ولأمر النبي صلى الله عليه وسلم بطمس الصُّور.‏

Jawab: Dimakruhkan bagi seorang muslim melakukan sholat sedang di arah kiblatnya terdapat gambar bernyawa (manusia dan hewan, pent), dan makruh sholat di tempat yang digantungkan atau dipancangkan padanya gambar-gambar bernyawa (foto, lukisan, patung dan yang semisalnya, pent).

Kecuali gambar-gambar bernyawa yang dihinakan (yang disepelekan seperti yang ada di bungkus makanan dan yang semisalnya yang akan berakhir di tempat sampah, pent) dan yang dibuang ke tanah (tidak dimuliakan) maka tidak ada pengaruhnya.

Dan tidak boleh menyimpan gambar-gambar untuk kenang-kenangan atau sekedar hobi, karena para malaikat tidak akan memasuki rumah yang terdapat padanya anjing dan gambar bernyawa, dan karena Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam memerintahkan untuk merusak gambar-gambar bernyawa (cukup menghilangkan bagian kepalanya sudah dianggap merusaknya, pent).

Sumber::
www.alfawzan.af.org.sa/node/11671

Penerjemah::
Al-Ustadz Sofyan Chalid Ruray
               -hafizhahullah-

WhatsApp::
Al-Fatawa Al-Fauzaniyyah

Shalat sunnah yang sangat dijaga oleh Rasulullah sallallahu alaihi wasallam

Hadits Malam Ini
Jangan lewatkan

Dari Aisyah Rodhiallōhu ànhā:

« لم يكن النبي ﷺ على شيء من النوافل ، أشد منه تعاهدا على ركعتي الفجر » .

"Tidaklah pernah bersungguh-sungguh Nabi Shollallōhu àlaihi Wa Sallam itu berupaya untuk menjaga pada perkara sholat sunnah selain sholat dua rokaàt sebelum sholat Fajar/ subuh".

[Muttafaq àlaihi]

     =[Majmù Al-Fawāid]=

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites