Rahasia Dibalik Penciptaan Makhluk
Oleh: Ustadz Ilham Abu Dawud Al-Atsariy -Hafizhahullah-
Limpahan nikmat dan karunia yang diberikan Allah -Subhanahu wa Ta’ala- kepada hambanya begitu sempurna dan tak terhingga. Allah -Azza Wa Jalla- telah menebar banyak sekali tanda-tanda kebesaran Allah di semesta alam ini. Di darat, di lautan, di bumi dan di langit, di sekitar manusia dan pada diri manusia itu sendiri, terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah dan kemahaagungan-Nya.
Allahu -Subhanahu wa Ta’ala- berfirman
سَنُرِيهِمْ آيَاتِنَا فِي الآفَاقِ وَفِي أَنْفُسِهِمْ حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُ الْحَقُّ أَوَلَمْ يَكْفِ بِرَبِّكَ أَنَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ
“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al Qur’an itu adalah benar. Dan apakah Tuhanmu tidak cukup (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu?” (QS. Fushshilat: 53)
Allah -Tabaaroka Wa Ta’ala- juga berfirman,
وَفِي الأرْضِ آيَاتٌ لِلْمُوقِنِينَ ، وَفِي أَنْفُسِكُمْ أَفَلا تُبْصِرُونَ
“Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tiada memperhatikan? (QS. Adz-Dzaariyaat: 20-21).
Pembaca yang budiman, pada edisi kali ini, kami akan mengajak para pembaca untuk memperhatikan tanda-tanda kebesaran Allah yang dipaparkan oleh seorang ulama besar yaitu Al-Imam Ibnul Qoyyim Al-Jauziyyah. Beliau memaparkan tentang nimat yang ada di sekitar kita atau yang ada pada diri kita yang terkadang tidak kita sadari betapa besar nilainya dan sarat dengan pelajaran, ibroh serta hikmah yang besar.
Hikmah Penciptaan Dua Tangan
Allah menciptakan sepasang tangan sebagai alat dan senjata manusia. Tangan juga sebagai modal besar baginya dalam kehidupan ini. Allah memanjangkan keduanya sehingga dapat menjangkau bagian tubuhnya yang manapun. Kemudian Allah membuat lebar telapak tangan manusia agar ia dapat menggenggam dan menghamparkannya. Allah melengkapinya dengan lima jari. Masing-masing jari diberi tiga ruas, sedang jempol hanya dua ruas. Allah menempatkan jempol di satu sisi dan ke empat jari lainnya di sisi yang lain agar jempol dapat meraih seluruh jari yang lainnya. Jari-jari tersebut ditempatkan pada tempat yang layak digunakan untuk memegang, menggenggam, menghamparkan dan melakukan pekerjaan-pekerjaan. Sekiranya seluruh umat manusia yang dahulu dan sekarang berkumpul untuk memikirkan penempatan jari-jari selain tempat yang telah ditetapkan Allah, niscaya mereka tidak akan menemukan tempat lain yang lebih sesuai untuknya.
Maha Suci Allah. Sekiranya Dia berkehendak menjadikan semua jari itu sama rata tanpa ruas, seperti pedang, niscaya manusia tidak akan dapat melakukan berbagai aktivitas, pekerjaan, kerajinan tangan dan lainnya. Diciptakannya ruas-ruas bagi jari membuat manusia dapat melakukan apa yang diinginkan. Jika ia genggam, maka bisa sebagai alat cengkeram dan alat pukul. Jika ia hampar sedikit dan genggam sedikit, maka bisa menjadi alat penampung dan penciduk untuk menerima dan memegang sesuatu yang diberikan kepadanya.
Kemudian menghiasinya dengan kuku di ujung jari-jemari, yang berfungsi sebagai hiasan, tiang penyangga dan pelindung. Dengan kuku tersebut ia dapat memungut benda-benda yang kecil yang tidak dapat dipungut oleh ruas jari. Kuku juga berfungsi sebagai senjata bagi hewan dan burung serta sebagai alat untuk mengais rezki mereka.
Kuku yang merupakan anggota tubuh yang kecil dan dipandang remeh. Sekiranya tubuh manusia tidak dilengkapi dengan kuku kemudian ia butuh untuk menggaruk badannya, niscaya tidak ada anggota tubuh lainnya yang dapat menggantikan fungsi kuku dalam hal ini. Kemudian tangan menuntunnya ke tempat yang gatal hingga dapat dicapai oleh kuku, meskipun saat tidur atau tanpa disadari dan tanpa diminta. Sekiranya ia meminta bantuan kepada orang lain untuk menggaruknya, niscaya tidak akan dapat dengan mudah mencapai tempat yang gatal, pasti ia kesulitan menemukan tempat yang gatal itu!!!
Kemudian coba perhatikan hikmah dimatikannya rasa dari kuku-kuku tersebut. Sebabnya, kuku itu akan memanjang dan butuh dipotong atau dipendekkan. Sekiranya diberi rasa, niscaya seseorang akan merasakan sakit bila kukunya dipotong dan tentunya akan sangat sulit memotongnya bila diperlukan. Sekiranya kuku diberi alat perasa tentunya manusia akan mengalami dua kesulitan. Pertama, ia akan terpaksa memanjangkannya sehingga menjadi buruk dan memberatkan baginya. Kedua, ia harus memotongnya dengan merasakan sakit dan pedih yang luar biasa.
Ikan dan Rahasia Penciptaannya
Coba perhatikan ibroh pada ikan dan penciptaannya. Ikan diciptakan tanpa kaki, karena memang ia tidak butuh berjalan, sebab ikan hidup di dalam air. Ikan tidak dilengkapi dengan paru-paru karena fungsi paru-paru untuk bernapas. Ikan tidak butuh bernapas dengan menghirup dan mengeluarkan udara, seperti pada manusia, sebab ia menyelam di dalam air. Lalu sebagai pengganti kaki, ikan dilengkapi dengan sirip-sirip yang tajam terletak pada sisi-sisi badannya.
Allah membungkusnya dengan kulit yang bersisik bagaikan baju besi. Gunanya untuk melindunginya dari berbagai macam gangguan. Berhubung ia tinggal di air, maka air menghalangi pandangannya, sehingga penglihatannya lemah, maka Allah melengkapinya dengan alat penciuman yang sangat tajam. Oleh sebab itu ikan dapat mencium bau makanan dari jarak jauh.
Dalam literatur tentang binatang, disebutkan bahwa dari mulut ikan sampai ke lubang telinganya terdapat katup. Ia akan memasukkan air ke dalamnya melalui mulutnya lalu mengalirkannya keluar. Gunanya agar ia dapat bernapas lega. Karena air bagi ikan kedudukannya sama seperti udara bagi hewan darat. Sekiranya masing-masing makhluk keluar dari habitat dan alamnya, niscaya ia akan mati. Hewan darat akan mati tenggelam dalam air, sementara hewan laut akan mati kekeringan di darat. Maha Suci Allah yang tiada seorangpun yang dapat menghitung tanda-tanda kebesaran-Nya.
Perhatikan juga hikmah diciptakannya ikan sebagai hewan yang paling banyak berkembang biak. Oleh sebab itu, engkau dapat menemukan pada seekor ikan beribu-ribu telur. Hikmahnya adalah agar dapat memenuhi kebutuhan makanan bagi banyak makhluk hidup. Karena kebanyakan makhluk hidup mengonsumsi ikan sebagai makanannya. Sampai pun binatang buas di dalam rimba belukar, sengaja mendekam di dekat air yang jernih. Apabila ia sudah tidak mendapat mangsa di darat, maka ia akan berburu ikan di sungai.
Andaikata seorang hamba melihat berbagai jenis hewan dan perhiasan yang terdapat di bawah laut, yang tidak dapat menghitung jumlahnya, kecuali Allah. serta tidaklah diketahui oleh manusia, kecuali sedikit saja dibanding berjuta jenis yang belum pernah mereka lihat, tentu ia akan melihat suatu keajaiban yang luar biasa!! Ia akan tahu betapa luasnya kerajaan Allah dan betapa banyak tentara-tentara-Nya yang Allah sajalah yang mengetahui jumlahnya.
http://pesantren-alihsan.org/rahasia-dibalik-penciptaan-makhluk.html
WA Radio As-Sunnah Sidrap






