Wednesday, October 22, 2014

PENGAGUNGAN PARA MALAIKAT KEPADA ALLAH

Intisari Tauhid [50]

PENGAGUNGAN PARA MALAIKAT KEPADA ALLAH

 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

Apabila Allah menetapkan perintah di atas langit, para malaikat mengepakkan sayap-sayapnya karena patuh kepada firman-Nya, seakan-akan firman (yang didengar) itu seperti gemerincing rantai besi (yang ditarik) di atas batu (yang) rata, yang hal itu memekakkan mereka (sehingga mereka jatuh pingsan karena ketakutan). Sehingga apabila rasa takut dari hati mereka telah dihilangkan, mereka bertanya, ‘Apa yang telah difirmankan oleh Rabb kalian?’ Mereka pun menjawab,‘(Perkataan) yang benar.’ Dan Dia-lah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar. Ketika itulah, (syaithan-syaithan) penyadap berita (wahyu) mendengarnya. Keadaan penyadap berita itu seperti berikut: sebagian mereka berada di atas sebagian yang lain -Sufyân menggambarkan dengan telapak tangannya, dengan merenggangkan dan membuka jari-jemarinya-. Oleh karena itu, ketika mendengar kalimat (firman) itu, penyadap berita (yang berada di atas) menyampaikan kepada yang berada di bawahnya, kemudian (yang berada di bawah tersebut) menyampaikan lagi kepada yang berada di bawahnya, dan demikian seterusnya hingga disampaikan ke mulut tukang sihir atau tukang ramal. Akan tetapi, kadangkala (syaithan penyadap berita) itu terkena syihâb ‘bintang api yang dilemparkan’ sebelum sempat menyampaikan kalimat (firman) tersebut, dan kadangkala sudah sempat menyampaikan (firman) itu sebelum terkena syihâb. Lalu dengan satu kalimat yang dia dengar itulah, (tukang sihir atau tukang ramal) tersebut melakukan seratus macam kedustaan. Orang (yang mendatangi tukang sihir atau tukang ramal) mengatakan, ‘Bukankah dia telah mengabarkan kepada kita bahwa pada hari begini akan terjadi begini (dan kabar itu betul-betul terjadi),’ sehingga dipercayalah (tukang sihir atau tukang ramal) tersebut karena satu kalimat yang didengar dari langit.”

Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam mengabarkan tentang pengagungan malaikat terhadap kalâmullâh, ketakutan yang menimpa mereka, dan saling bertanya tentang apa yang telah dikatakan oleh Allah serta jawaban sebagian mereka terhadap sebagian yang lain.

Juga tentang apa yang diketahui oleh syaithan yang mencuri dengar berita malaikat ketika itu lalu disampaikannya kepada tukang sihir dan dukun dari kalangan manusia, serta apa yang dialami oleh syaithan berupa lemparan-lemparan syihâb ketika itu, dan bahwasanya kadang-kadang memungkinkan bagi syaithan untuk menyampaikan kalimat yang dia dengar dari malaikat kepada tukang sihir atau dukun -karena suatu hikmah yang hanya Allah saja yang mengetahui, sedang tidak ada sesuatupun yang terluput dari Allah-, maka mereka (tukang sihir dan dukun) menambahkan terhadap kalimat (dari malaikat) tersebut dengan sembilan puluh sembilan kedustaan yang berasal dari syaithan atau manusia, kemudian hal itu disebarkan semuanya di kalangan manusia sehingga manusia membenarkan semuanya karena satu kalimat yang didengar tadi (hasil curi dengar).

Dalam hadits ada bantahan terhadap kaum musyrikin, sebab kalau demikian keadaan para malaikat (yang ketakutan) ketika mendengar ucapan Allah, -padahal mereka telah diberi kekuatan yang besar oleh Allah-, maka diketahui bahwa tidak boleh menyerahkan ibadah kepada mereka (malaikat), dan bagaimana pula dengan (menyerahkan ibadah kepada) mereka yang keadaannya di bawah para malaikat.

Faedah Hadits

Bantahan terhadap kaum musyrikin yang menyembah kepada malaikat, para nabi dan orang shalih.

Pengagungan terhadap Allah Subhânahu, dan bahwasanya Dia-lah yang berhak untuk diibadahi yang tidak ada sekutu bagi-Nya.

Penetapan (sifat) ketinggian Allah atas para makhluknya, dan penetapan (sifat) berbicara dengan ucapan yang bisa didengar.

Pembatil sihir dan perdukunan, meskipun terkadang tukang sihir atau dukun benar.

Yang dijadikan ukuran adalah skala mayoritas atau kebanyakan bukan yang sedikit lagi jarang.

- - - - - - - 〜✽〜 - - - - - -

Diringkas dari penjelasan ringkas Kitab Tauhid karya Syaikh Shalih Al-Fauzan

WhatsApp Syi’ar Tauhid

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites