Tuesday, February 25, 2014

ALIRAN SESAT YANG PALING PERTAMA MUNCUL DALAM SEJARAH ISLAM ADALAH "AL-KHAWARIJ" (TERORIS)

ALIRAN SESAT YANG PALING PERTAMA MUNCUL DALAM SEJARAH ISLAM ADALAH "AL-KHAWARIJ" (TERORIS)

Diantara ciri khas mereka (Khawarij), mengkafirkan pemerintah kaum muslimin dan orang-orang yang bersama pemerintah tersebut (karena melakukan dosa-dosa besar), memberontak kepada pemerintah kaum muslimin , menghalalkan darah dan harta kaum muslimin, bahkan meyakini bahwa pelaku dosa besar kekal di Neraka, (bertentangan dengan Al-Qur'an surah An-Nisa' ayat 116) dan hadits-hadits shahih yang banyak.

Pemberontakan pertama dalam sejarah islam dilakukan oleh gembong Khawarij yaitu Dzul Khuwaishirah dimasa Nabi -shallallahu ‘alaihi wasallam- sebagaimana yang dikatakan oleh Al-Imam Ibnul Jauzi - rahimahullah- di dalam kitabnya Talbis Iblis , “Khawarij yang pertama dan yang paling jelek adalah Dzul Khuwaishirah.”
[Lihat Al-Muntaqo An-Nafis (hal.89)]

Abu Sa’id -radhiyallahu anhu - berkata;
ﺑَﻴْﻨَﻤَﺎ ﻧَﺤْﻦُ ﻋِﻨْﺪَ ﺭَﺳُﻮﻝِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻭَﻫُﻮَ
ﻳَﻘْﺴِﻢُ ﻗِﺴْﻤًﺎ ﺃَﺗَﺎﻩُ ﺫُﻭ ﺍﻟْﺨُﻮَﻳْﺼِﺮَﺓِ ﻭَﻫُﻮَ ﺭَﺟُﻞٌ ﻣِﻦْ ﺑَﻨِﻲ ﺗَﻤِﻴﻢٍ
ﻓَﻘَﺎﻝَ ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺍﻋْﺪِﻝْ ﻓَﻘَﺎﻝَ ﻭَﻳْﻠَﻚَ ﻭَﻣَﻦْ ﻳَﻌْﺪِﻝُ ﺇِﺫَﺍ ﻟَﻢْ
ﺃَﻋْﺪِﻝْ ﻗَﺪْ ﺧِﺒْﺖَ ﻭَﺧَﺴِﺮْﺕَ ﺇِﻥْ ﻟَﻢْ ﺃَﻛُﻦْ ﺃَﻋْﺪِﻝُ ﻓَﻘَﺎﻝَ ﻋُﻤَﺮُ ﻳَﺎ
ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺍﺋْﺬَﻥْ ﻟِﻲ ﻓِﻴﻪِ ﻓَﺄَﺿْﺮِﺏَ ﻋُﻨُﻘَﻪُ ﻓَﻘَﺎﻝَ ﺩَﻋْﻪُ ﻓَﺈِﻥَّ
ﻟَﻪُ ﺃَﺻْﺤَﺎﺑًﺎ ﻳَﺤْﻘِﺮُ ﺃَﺣَﺪُﻛُﻢْ ﺻَﻠَﺎﺗَﻪُ ﻣَﻊَ ﺻَﻠَﺎﺗِﻬِﻢْ ﻭَﺻِﻴَﺎﻣَﻪُ ﻣَﻊَ
ﺻِﻴَﺎﻣِﻬِﻢْ ﻳَﻘْﺮَﺀُﻭﻥَ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥَ ﻟَﺎ ﻳُﺠَﺎﻭِﺯُ ﺗَﺮَﺍﻗِﻴَﻬُﻢْ ﻳَﻤْﺮُﻗُﻮﻥَ ﻣِﻦْ
ﺍﻟﺪِّﻳﻦِ ﻛَﻤَﺎ ﻳَﻤْﺮُﻕُ ﺍﻟﺴَّﻬْﻢُ ﻣِﻦْ ﺍﻟﺮَّﻣِﻴَّﺔِ
“Ketika kami bersama Rasulullah -Sholllallahu alaihi wa sallam- , beliau sedang membagi ghonimah, tiba-tiba Dzul Khuwaishirah –seseorang dari Bani Tamim- mendatangi beliau kemudian berkata, ‘Wahai Rasulullah berbuat adillah!!”, Rasulullah -Sholllallahu 'alaihi wasallam- bersabda, “Celaka engkau, siapa lagi yang bisa berbuat adil jika saya sudah (dikatakan) tidak adil. Sungguh celaka dan rugi jika saya tidak bisa berbuat adil”. Maka Umar -radhiyallahu 'anhu- berkata, ”Wahai Rasulullah, izinkan saya untuk memenggal lehernya!, ”Rasulullah -Sholllallahu 'alaihi wa sallam- bersabda, “Biarkan dia. Sesungguhnya dia mempunyai pengikut, dimana kalian akan merendahkan (menganggap kecil) shalat kalian dibanding shalat mereka, puasa kalian dibanding puasa mereka. Mereka
membaca Al-Qur’an, tapi tidak mencapai tenggorokan mereka. Mereka melesat dari (batas-batas) agama seperti melesatnya anak panah dari sasaran (buruan)nya…”.
[HR. Al-Bukhari dalam Kitab Al-Manakib (3610) dan Muslim dalam Kitab Az-Zakah (2453)]

Rasulullah -Sholllallahu alaihi wa sallam- juga bersabda:
ﺇِﻥَّ ﻣِﻦْ ﺿِﺌْﻀِﺊِ ﻫَﺬَﺍ ﺃَﻭْ ﻓِﻲ ﻋَﻘِﺐِ ﻫَﺬَﺍ ﻗَﻮْﻣًﺎ ﻳَﻘْﺮَﺀُﻭﻥَ
ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥَ ﻟَﺎ ﻳُﺠَﺎﻭِﺯُ ﺣَﻨَﺎﺟِﺮَﻫُﻢْ ﻳَﻤْﺮُﻗُﻮﻥَ ﻣِﻦْ ﺍﻟﺪِّﻳﻦِ ﻣُﺮُﻭﻕَ
ﺍﻟﺴَّﻬْﻢِ ﻣِﻦْ ﺍﻟﺮَّﻣِﻴَّﺔِ ﻳَﻘْﺘُﻠُﻮﻥَ ﺃَﻫْﻞَ ﺍﻟْﺈِﺳْﻠَﺎﻡِ ﻭَﻳَﺪَﻋُﻮﻥَ ﺃَﻫْﻞَ
ﺍﻟْﺄَﻭْﺛَﺎﻥِ ﻟَﺌِﻦْ ﺃَﻧَﺎ ﺃَﺩْﺭَﻛْﺘُﻬُﻢْ ﻟَﺄَﻗْﺘُﻠَﻨَّﻬُﻢْ ﻗَﺘْﻞَ ﻋَﺎﺩٍ
“Sesungguhnya dianatara keturunan orang ini (Dzul Khuwaizirah), ada suatu kaum yang mereka itu ahli membaca Al-Qur’an, namun bacaan tersebut tidaklah melewati tenggorokan mereka. Mereka melesat (keluar) dari (batas-batas) agama seperti melesatnya anak panah dari (sasaran) buruannya. Mereka membunuh orang-orang Islam dan membiarkan hidup para penyembah berhala. Jika aku sempat mendapati mereka, akan aku bunuh mereka dengan cara pembunuhan terhadap kaum ‘Aad.”
[HR. Al-Bukhari dalam Kitab Ahadits Al-Anbiya' (3344), Muslim dalam Kitab Az-Zakah (2448), Abu Dawud dalam Kitab As-Sunnah (4764), dan An-Nasa'iy dalam Kitab Tahrim Ad-Daam (4112)]

Abu Ghalib -rahimahullah- berkata;
ﻟَﻤَّﺎ ﺃُﺗِﻲَ ﺑِﺮُﺀُﻭﺱِ ﺍﻟْﺄﺯَﺍﺭِﻗَﺔِ ﻓَﻨُﺼِﺒَﺖْ ﻋَﻠَﻰ ﺩَﺭَﺝِ ﺩِﻣَﺸْﻖَ ﺟَﺎﺀَ
ﺃَﺑُﻮ ﺃُﻣَﺎﻣَﺔَ ﻓَﻠَﻤَّﺎ ﺭَﺁﻫُﻢْ ﺩَﻣَﻌَﺖْ ﻋَﻴْﻨَﺎﻩُ ﻓَﻘَﺎﻝَ ﻛِﻠَﺎﺏُ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ ﺛَﻼَﺙَ
ﻣَﺮَّﺍﺕٍ ﻫَﺆُﻟَﺎﺀِ ﺷَﺮُّ ﻗَﺘْﻠَﻰ ﻗُﺘِﻠُﻮﺍ ﺗَﺤْﺖَ ﺃَﺩِﻳﻢِ ﺍﻟﺴَّﻤَﺎﺀِ ﻭَﺧَﻴْﺮُ
ﻗَﺘْﻠَﻰ ﻗُﺘِﻠُﻮﺍ ﺗَﺤْﺖَ ﺃَﺩِﻳﻢِ ﺍﻟﺴَّﻤَﺎﺀِ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻗَﺘَﻠَﻬُﻢْ ﻫَﺆُﻟَﺎﺀِ ﻗَﺎﻝَ
ﻓَﻘُﻠْﺖُ ﻓَﻤَﺎ ﺷَﺄْﻧُﻚَ ﺩَﻣَﻌَﺖْ ﻋَﻴْﻨَﺎﻙَ ﻗَﺎﻝَ ﺭَﺣْﻤَﺔً ﻟَﻬُﻢْ ﺇِﻧَّﻬُﻢْ ﻛَﺎﻧُﻮﺍ
ﻣِﻦْ ﺃَﻫْﻞِ ﺍﻟْﺈِﺳْﻠَﺎﻡِ ﻗَﺎﻝَ ﻗُﻠْﻨَﺎ ﺃَﺑِﺮَﺃْﻳِﻚَ ﻗُﻠْﺖَ ﻫَﺆُﻟَﺎﺀِ ﻛِﻠَﺎﺏُ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ
ﺃَﻭْ ﺷَﻲْﺀٌ ﺳَﻤِﻌْﺘَﻪُ ﻣِﻦْ ﺭَﺳُﻮﻝِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ
ﻗَﺎﻝَ ﺇِﻧِّﻲ ﻟَﺠَﺮِﻱﺀٌ ﺑَﻞْ ﺳَﻤِﻌْﺘُﻪُ ﻣِﻦْ ﺭَﺳُﻮﻝِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ
ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻏَﻴْﺮَ ﻣَﺮَّﺓٍ ﻭَﻟَﺎ ﺛِﻨْﺘَﻴْﻦِ ﻭَﻟَﺎ ﺛَﻠَﺎﺙٍ ﻗَﺎﻝَ ﻓَﻌَﺪَّ ﻣِﺮَﺍﺭًﺍ
”Ketika didatangkan kepala orang-orang Azariqah (salah satu sekte khawarij yang dicetuskan oleh Nafi’ bin Al-Azraq) dan dipancangkan di atas tangga-tangga Kota Damaskus, datanglah Abu Umamah Al Bahili -radhiyallahu anhu-. Ketika melihat mereka, air matanya pun mengalir dari kedua pelupuk matanya dan berkata, “Mereka adalah anjing-anjing neraka, anjing-anjing neraka, anjing-anjing neraka . Mereka ini (Khawarij) adalah sejelek-jelek orang yang dibunuh di bawah kolong langit ini, dan sebaik-baik orang yang terbunuh dibawah kolong langit adalah orang-orang yang dibunuh oleh mereka (Khawarij). Abu Ghalib kemudian bertanya, ”Kenapa engkau menangis? ” Abu Umamah -radhiyallahu anhu- menjawab, ”Aku kasihan kepada mereka, dahulunya mereka itu ahlul islam” Abu Ghalib berkata lagi, ”Apakah pernyataanmu, "Mereka adalah anjing-anjing neraka" adalah pendapatmu sendiri atau perkataan yang engkau dengar (langsung) dari Nabi -Sholllallahu alaihi wa sallam- ?” Abu Umamah -radhiyallahu anhu- menjawab, ”Kalau aku mengatakan dengan pendapatku sendiri, maka sungguh aku adalah orang yang lancang. Tapi perkataan ini aku dengar dari Rasulullah -Sholllallahu alaihi wa sallam- tidak hanya sekali, bahkan tidak hanya dua kali atau tiga kali.”
[HR. At-Tirmidzi (3000), Ibnu Majah (176), Ahmad (V/253)]

Kita berlindung kepada Allah dari sesatnya pemikiran dan pemahaman Khawarij.
Baarakallaahu fiykum...

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites