Wednesday, July 9, 2014

Bershadaqah tanpa harta

Mutiara Ramadhan (12)

Bershadaqah tanpa Harta

Jalan kebaikan dalam Islam sangatlah banyak. Tidak hanya dengan hartanya, seorang muslim bisa bershadaqah melalui banyak cara...

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu wa’ala alihi wasallam bersabda,

"Setiap seruas tulang dari seluruh manusia itu harus memberikan shadaqahnya pada setiap hari yang matahari terbit pada hari itu. Mendamaikan dengan cara yang adil antara dua orang adalah shadaqah, menolong seseorang pada kendaraannya lalu mengangkatnya ke atas kendaraannya itu atau mengangkatkan barang-barangnya itupun shadaqah, ucapan yang baik juga shadaqah, setiap langkah yang dijalaninya untuk pergi shalat juga merupakan shadaqah, menyingkirkan gangguan dari jalan termasuk shadaqah pula." (HR. Al Bukhari dan Muslim)

Dan di hadits yang lain, dari Abu Dzarr radhiyallahu ‘anhu, para sahabat bertanya
“Wahai Rasulullah orang-orang kaya telah memborong pahala. Mereka shalat sebagaimana kami shalat, mereka berpuasa sebagaimana kami puasa, namun mereka dapat bershadaqah dengan kelebihan hartanya.”

Beliau kemudian bersabda,
“Bukankah Allah telah menjadikan bagi kalian apa-apa yang dapat kalian shadaqahkan? Sesungguhnya pada setiap tasbih ada shadaqah, pada setiap tahmid ada shadaqah dan pada setiap tahlil ada shadaqah, menyuruh kebaikan adalah shadaqah, melarang kemungkaran adalah shadaqah, dan mendatangi istrimu juga shadaqah.”

Mereka bertanya. “Wahai Rasulullah, apakah jika seseorang memenuhi syahwatnya itu pun mendatangkan pahala?”

Beliau bersabda, “Apa pendapatmu, bila ia menempatkan pada tempat yang haram, bukankah ia berdosa? Demikian pula bila ia menempatkan pada tempat yang halal, ia akan mendapatkan pahala.” (HR. Muslim)

Jadi, jalan untuk bershadaqah sangat banyak bukan? Tinggal dilaksanakan sesuai dengan kemampuan kita. Semangat!

Al Ustadz Wira Bachrun

WhatsApp Syi'ar Tauhid

Lihatlah selalu kebawah

Mutiara Ramadhan (11)

Lihatlah Selalu ke Bawah

Manusia seringkali lalai dari nikmat-nikmat yang telah Allah berikan. Alih-alih bersyukur, mereka terkadang bahkan meremehkan apa yang telah Allah berikan kepada mereka.

Untuk itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah memberikan bimbingan kepada kita, agar kita tidak meremehkan nikmat Allah, maka hendaknya kita melihat orang yang kehidupan duniawinya berada di bawah kita.

Beliau bersabda,

“Lihatlah kepada orang yang lebih rendah daripada kalian dan jangan melihat orang yang lebih di atas kalian. Yang demikian ini akan membuat kalian tidak meremehkan nikmat Allah yang diberikan-Nya kepada kalian.” (HR. Muslim)

Bila engkau punya anggota tubuh yang lengkap, maka lihatlah saudaramu yang cacat...

Bila engkau mendapat sedikit rezeki, maka lihat saudaramu yang mungkin hari ini tidak mendapatkannya...

Bila engkau tinggal di rumah kecilmu, maka lihatlah saudaramu yang mungkin harus berteduh di bawah jembatan...

Mudah-mudahan engkau tidak meremehkan nikmat yang telah Allah berikan padamu...

Al Ustadz Wira Bachrun
WhatsApp Syi'ar Tauhid

Tuesday, July 8, 2014

Pentingnya mengkonsumsi makanan yang halal

Mutiara Ramadhan (9)

Pentingnya Mengkonsumsi Makanan yang Halal

Pernahkah doa kita tidak dikabulkan oleh Allah? Kalau iya, mungkin hadits berikut perlu kita perhatikan baik-baik.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Sesungguhnya Allah itu baik, tidak mau menerima sesuatu kecuali yang baik. Dan sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada orang-orang mukmin (seperti) apa yang telah diperintahkan kepada para rasul,

Allah Subhanahuwata'ala berfirman,

“Wahai para Rasul makanlah dari segala sesuatu yang baik dan kerjakanlah amal shalih” (Al Mukminun: 51).

“Wahai orang-orang yang beriman, makanlah dari apa-apa yang baik yang telah Kami berikan kepadamu” (Al Baqarah: 172).

Kemudian beliau menceritakan kisah seorang laki-laki yang melakukan perjalanan jauh, rambutnya kusut dan berdebu. Dia menengadahkan kedua tangannya ke langit seraya berdoa: ”Wahai Rabbku, wahai Rabbku”, sedangkan makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan (perutnya) dikenyangkan dengan makanan haram, MAKA BAGAIMANA MUNGKIN ORANG SEPERTI INI DIKABULKAN DOANYA?” (HR. Muslim)

Sudah halalkah segala sesuatu yang kita pakai dan kita konsumsi sehingga Allah kabulkan doa kita?

Ustadz Wira Bachrun

WhatsApp Syi'ar Tauhid

Menelan makanan yang tersangkut disela-sela gigi ketika puasa

FAIDAH RAMADHAN (09)

Menelan makanan yang tersangkut disela-sela gigi

Berkata Syeikh Ibnu 'Utsaimin -rahimahullah-:

إذا كان الإنسان مثلا يأكل تمرا وصار في أقصى فمه شيء من التمر ولم يحس به إلا بعد طلوع الفجر ففي هذه الحال يلفظه وصومه صحيح ولا بأس.

"Jika seseorang misalnya memakan kurma (sahur) dan tersisalah dipangkal mulutnya sedikit dari kurma tersebut namun ia tidak merasakan keberadaannya kecuali setelah terbitnya fajar (shubuh) dan dalam kondisi ini iapun menelannya maka puasanya tetap sah dan tidaklah mengapa".

_________
Asy Syarhul Mumti' (6/391)

                 

ustadz Fauzan al-Kutawy

Silsilah Durus

Monday, July 7, 2014

Kesalahan-Kesalahan Orang dalam Bulan Romadhon


Kusnandar Putra 8 Juli 13:53
Kompilasi Kesalahan-Kesalahan Terbaru di Bulan Romadhon oleh Ustadz Dzulqarnain & Ustadz Sofyan Chalid

Kesalahan-Kesalahan Orang dalam Bulan Romadhon
(Ustadz Sofyan Chalid -hafizhohulloh-)

1. Tidak Bersama Imam

Hadits Abu Dzar Radhiyallahu anhu,
“Barang siapa qiyamul lail bersama imam sampai ia selesai, maka ditulis untuknya (pahala) qiyam satu malam (penuh).”
[HR. Ahmad, Abu Daud, Tirmidzi, Ibn Majah, Nasa'i, dan lain-lain, Hadits shahih. Lihat Al ljabat Al Bahiyyah, 7]

Dari hadits ini, maka hendaknya jamaah itu mengikuti imam sampai selesai. Bahkan jika imamnya sholat malam dengan 23 rakaat, maka tetap ikut, untuk mendapatkan keutamaan di atas.

2. Begadang

Alloh subhanahu wa ta'ala berfirman, "Diantara tanda-tanda kekuasaanNya adalah tidurmu diwaktu malam dan siang hari serta usahamu mencari sebagian dari karuniaNya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan".
[QS. Ar-Rum: 23]

Maka termasuk kesalahan apabila ada seseorang yang begadang di bulan romadhon pada hal-hal yang tidak bermanfaat. Seharusnya ia bersegera tidur kerena persiapan untuk bangun sahur. Dan termasuk kesalahan adalah ia kerjanya tidur di siang hari.

3. Sibuk Urusan Dapur

Kadang wanita sibuk dengan urusan dapur, bahkan di hari ke-10 akhir bulan romadhon ia sibuk berbelanja. Seharusnya ia lebih banyak waktunya dengan membaca al-Quran karena romadhon ini adalah bulan al-Quran.

Alloh azza wa jalla berfirman,
“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil).”
(Qs Al Baqarah : 185)

4. Tidak Memperbanyak Doa

Padahal di bulan ini adalah bulan mustajabnya doa.

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Sesungguhnya Allah membebaskan hamba-hamba-Nya dari api Naar setiap hari dan malam di bulan Ramadhan. Dan sesungguhnya setiap muslim memiliki satu doa yang mustajab di bulan ini.”
(HR: Ahmad II/254 dan Al-Bazzar 3142)

Dan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Tiga orang yang tidak tetolak doanya: Orang yang sedang berpuasa ketika berbuka, imam yang adil dan doa orang yang terzhalimi.”
(HR. At-Tirmidzi 2528)

5. Menonton TV

Menonton TV membuat seorang muslim tidak maksimal dalam ibadah.

Karenanya Rasulullah shallallahu ‘alaih wa sallam bersabda,

“Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan dahaga.”
(HR. Thabrani, shahih lighairihi)

6. Mengkhususkan Ziarah Kubur Menyambut Bulan Romadhon

7. Meninggalkan Adzan Pertama Saat Subuh

Dari Umar dan A’isyah radhiallahu 'anhu, ia berkata : Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

“Bahwasanya Bilal beradzan di malam hari (sebelum masuk waktu Shubuh). Karena itu makanlah dan minumlah sehingga Ibnu Ummi Mak-tum membaca Adzannya. Ibnu Ummi Maktum adalah orang buta, yang beradzan Shubuh di kala orang mengatakan kepadanya :”Telah pagi, telah pagi.”
(HR. Al Bukhari, Muslim dan Ahmad)

***

Yang Tidak Layak Dilakukan Bagi Orang yang Berpuasa
(Ustadz Dzuqarnain -hafizhohulloh-)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Puasa adalah perisai. Maka janganlah dia berkata-kata kotor dan berbudat bodoh. Apabila ada orang lain yang memerangi atau mencacinya, hendaklah dia katakan, ‘Aku sedang puasa’ (dua kali). Demi Tuhan yang jiwaku berada di tangan-Nya, sesungguhnya bau mulut orang yang berpuasa itu lebih harum di sisi Allah ta’ala daripada bau minyak kasturi. Dia rela meninggalkan makanan, minuman, dan syahwatnya karena Aku. Puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya. Satu kebaikan dibalas sepuluh kali lipatnya.”
(HR. Bukhari dalam Kitab as-Shiyam)

Maka tidak pantas bagi orang yang berpuasa itu:

-Melakukan pendahuluan-pendahuluan dalam hubungan suami-istri.

-Main domino, kartu.

-Jalan-jalan subuh.

-Mencela bau mulutnya orang yang berpuasa. Karena Alloh memuji bau mulut orang yang berpuasa.

Semoga Alloh azza wa jalla memberi taufik kepada kita semua....[]

(Sumber: Kajian Romadhon Via Syiar Tauhid, Transkrip Secara Makna: Abu Hanin)

--Bontote'ne, 10 Romadhon 1435 H

Kelak Akan Dimintai Pertanggungjawaban yang Mencoblos

Kelak Akan Dimintai Pertanggungjawaban yang Mencoblos

"Yang memilih si A dalam Pemilu nanti, maka persiapkanlah dirimu dihadapan Alloh azza wa jalla nantinya untuk mempertanggungjawabkan keputusanmu itu.

Apabila pilihanmu si A kelak menjadi presiden, dan tidak menerapkan syariat Islam, tidak menjadikan hukum negara berdasarkan al-Quran dan as-Sunnah, tidak menerapkan hukum rajam bagi pezina, hukum potong tangan bagi pencuri, hukum pancung, dan lain sebagainya.

Maka kelak di hari kiamat engkau akan dimintai pertanggungjawaban, karena atas suaramulah ia terpilih.

Bagi yang memilih si B, siapkan pulalah dirimu untuk mempertanggungjawabkan keputusanmu itu dihadapan Alloh azza wa jalla.

Apabila pilihanmu si B kelak menjadi presiden, dan tidak menerapkan syariat Islam, tidak menjadikan hukum negara berdasarkan al-Quran dan as-Sunnah, ia menyakiti hati kaum muslimin, tidak menerapkan hukum rajam bagi pezina, hukum potong tangan bagi pencuri, hukum pancung, dan lain sebagainya.

Maka kelak di hari kiamat engkau akan dimintai pertanggungjawaban, karena atas suaramulah ia terpilih."

Alloh azza wa jalla berfirman,

"Pada hari ketika lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu telah mereka kerjakan.“
(QS. An-Nur 24)

Siapkanlah diri kalian!

Jika ingin selamat, pilihlah yang tidak ada resikonya. Yang mana engkau tidak dimintai pertanggungjawaban, tidak ada mudhorotnya!

Apakah itu? Pilihlah Alloh dan Rosul-Nya....[]

Kusnandar Putra
--Bontote'ne, 10 Romadhon 1435 H

KEMAKSIATAN BISA MENGHILANGKAN KENIKMATAN DAN MENGHALALKAN DATANGNYA ADZAB

TAHUKAH ANTUM IKHWAH BAHWA KEMAKSIATAN BISA MENGHILANGKAN KENIKMATAN DAN MENGHALALKAN DATANGNYA ADZAB???

Seorang Ulama' sekaligus pakar Psikolog sekaligus murid Ibnu taimiyyah mengatakan:

"Termasuk efek dari dosa ialah Allah akan menghilangkan kenikmatan dan menghalalkan Adzab,

Maka tidaklah hilang suatu kenikmatan dari seorang hamba ( apapun itu )melainkan di sebabkan karena DOSA,

Dan tidaklah adzab itu menjadi halal utk hamba tersebut melainkan karena sebab DOSA"

'Ali bin Abi thalib radiyallahu 'anhu pernah berkata:

"Tidaklah musibah itu turun kecuali karena sebab DOSA,

Dan tidaklah musibah tadi di angkat kecuali karena sebab kita bertaubat"

[ Ad-daa' wad dawaa' hal. 87 ]

Aakah antum merasa sedang tertimpa musibah yaa ikhwah?? Apapun itu dari hal yg menyesakkan dada?? Entah masalah kerjaan atau rumah tangga???

MARI!!! SEGERA BERTAUBAT!!!
Dengannya hidup antum kembali NIKMAT!!

Waffaqoniyyallu wa iyyaakum jamii'an 'ala imtitsaali awamirihi wa ijtinaabi nawaahiih

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites