Thursday, September 4, 2014

Tuntunan Robb Alam Semesta dan Rosul Terpilih Untukmu Wahai penyebar berita, kalangan pers, media sosial dan semacamnya

Tuntunan Robb Alam Semesta dan Rosul Terpilih

Untukmu

Wahai penyebar berita, kalangan pers, med-sos EfBe, Wos-up, de el el.

Dari Al-Qurān:

Allōh Subhānahu Wa Taâlā berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ يُحِبُّونَ أَنْ تَشِيعَ الْفَاحِشَةُ فِي الَّذِينَ آمَنُوا لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
إِنَّ الَّذِينَ يُحِبُّونَ أَنْ تَشِيعَ الْفَاحِشَةُ فِي الَّذِينَ آمَنُوا لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لا تَعْلَمُونَ

"Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang Amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih di dunia dan di akhirat. dan Allah mengetahui, sedang, kamu tidak mengetahui".

[QS. AN-Nuur: 19].

Tafisr:
Berkata Syaikh Abdurrohmān As-Sa’diy rohimahullōh:

أي: موجع للقلب والبدن، وذلك لغشه لإخوانه المسلمين، ومحبة الشر لهم، وجراءته على أعراضهم، فإذا كان هذا الوعيد، لمجرد محبة أن تشيع الفاحشة، واستحلاء ذلك بالقلب، فكيف بما هو أعظم من ذلك، من إظهاره، ونقله؟" وسواء كانت الفاحشة، صادرة أو غير صادرة.

وكل هذا من رحمة الله بعباده المؤمنين، وصيانة أعراضهم، كما صان دماءهم وأموالهم، وأمرهم بما يقتضي المصافاة، وأن يحب أحدهم لأخيه ما يحب لنفسه، ويكره له ما يكره لنفسه.

"Yaitu: adzab pedih menyiksa hati dan badan.

Hal itu dikarenakan karena ulah kerusakan dengan membuat keruh di tengah saudara-saudaranya kaum muslimin, dan menyenangi timbulnya kejelekan di tengah mereka, dan perbuatan jahatnya terhadap kehormatan-kehormatan kaum muslimin.

Apabila demikian ancaman baginya hanya dikarenakan dia suka menyebarkan berita kejelekan, itu saja sudah tidak diinginkan oleh hati, lalu bagaimanakah kiranya jika lebih besar dari itu, dengan menampilkannya dan menukilkannya?!, sama saja dengannya berakibat munculnya kejelekan atau tidak.

Ini semua adalah bentuk rahmat dari Alloh kepada para hamba-Nya kaum mukminin, penjagaan kehormatan mereka, sebagaimana terjaganya darah dan harta mereka, dan urusan mereka yang memang harus dijaga, dan hendaknya seorang itu mencintai saudaranya pada perkara sebagaimana dia cinta perkara itu untuk dirinya, dan dia membenci perkara pada saudaranya sebagaimana dia benci perkara itu untuk dirinya".

[Tafsir Karim Ar-rohman]

Dari Hadits:

Dari abu huroiroh rodhiallohu’anhu, sesungguhnya Rosulullōh Shollallōhu àlaihi wa sallam bersabda:

" إنَّ العَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالكَلِمَةِ، مَا يَتَبَيَّنُ مَا فِيهَا، يَهْوِى بِهَا فِى النَّارِ، أبْعَدَ مَا بَيْنَ المشْرِقِ وَالمغْرِبِ ".

“Sesungguhnya ada seorang hamba yang berbicara dengan sebuah kalimat, yang tidaklah ia tabayyun (memeriksa dan memastikan; penj.) pada kalimat itu, diapun dilemparkan ke neraka karena kalimat tersebut, sejauh timur dan barat”. [HR. Bukhoriy-Muslim]

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites