بسم الله_
Kami mendengar sebagian penuntut'ilmu terkadang mencela para 'ulama,dengan alasan:
Ulama tersebut "diam" terhadap peristiwa ataukah kejadian yang terjadi.
Bagaimana penjelasan engkau wahai fadhilatusy-syaikh?
Berkata AL-'ALLAMAH SOLEH AL-FAUZAN_hafidzahullah:
Terkadang "diam" [dalam suatu permasalahan] adalah kebaikan,
Dan terkadang "turut berbicara" [dalam permasalahan tersebut] adalah kebaikan.
Para ulama berupaya "menjaga" kemaslahatan dan "mencegah" kejelekan,
Mereka tidaklah berbicara kecuali perkataan tersebut memberikan manfaat,
Dan tidaklah mereka diam kecuali jika mereka memandang bahwa diam itu lebih utama.
Maka para 'ulama dalam makna yang benar/tepat adalah mereka tidaklah diam kecuali ada peluang untuk diam,
Demikian pula,mereka tidaklah berbicara kecuali ada peluang untuk berbicara.
Dan tidaklah sepantasnya jika terjadi berbagai macam peristiwa/perkara,setiap orang turut berbicara di dalamnya,
Perkara ini hanyalah diserahkan kepada ulama,orang yang memiliki pandangan yang jitu.
Sebagaimana firman Allah ta'ala:
[ Dan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan ataukah ketakutan,mereka menyebarkannya,jika sekiranya mereka menyerahkan perkara tersebut kepada rasul dan para ulama[ulil amri] tentulah orang-orang yang. mengetahui kebenarannya dapat mengetahuinya dari mereka[Rasul dan ulama/ulil amri].
[An-nisa: 83].
whatsapp-fawaid ilmiyyah






