Tuesday, February 25, 2014

JAWABAN ILMIAH ATAS PERNYATAAN BAHWA PERAYAAN/PERINGATAN MAULID NABI ADALAH KEBAIKAN ATAU SYIAR AGAMA

JAWABAN ILMIAH ATAS PERNYATAAN BAHWA PERAYAAN/PERINGATAN MAULID NABI ADALAH KEBAIKAN ATAU SYIAR AGAMA

Tatkala kita menasihati seseorang atau suatu kaum; "Wahai saudaraku, sesungguhnya perayaan/peringatan MAULID NABI itu adalah perkara BID'AH dalam agama (amalan yang tidak ada dasarnya, tidak pernah diperintahkan oleh Allah azza wa jalla dan Rasul-Nya, tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan para Sahabatnya radhiyallahu 'anhum, tidak pula oleh Tabi'in dan Tabi'ut Tabi'in bahkan Imam empat Madzhab rahimahumullah)

Biasanya mereka akan menjawab, "Iya memang benar ini bid'ah, tapi kan BID'AH HASANAH (bid'ah yang baik), memiliki banyak manfaat dan kebaikan, mengapa anda melarang kami?"

Jawaban di atas memiliki 2 (dua) kemungkinan tuduhan secara tidak langsung terhadap Nabi dan Sahabat :
1. Akan timbul sangkaan bahwa ada kebaikan yang belum disampaikan oleh Nabi atau beliau sembunyikan, yakni perayaan/peringatan maulid ini.
2. Akan timbul sangkaan bahwa ada kebaikan yang tidak diketahui oleh Nabi dan Sahabatnya, yakni perayaan/peringatan maulid ini.

Na'udzu billahi min dzalik...

PERHATIKANLAH !!!

Ummul-Mukminin ’Aisyah radliyallaahu ’anha berkata :
ﻭَﻣَﻦْ ﺯَﻋَﻢَ ﺃَﻥَّ ﻣُﺤَﻤَّﺪًَﺍ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻛَﺘَﻢَ ﺷَﻴْﺌًَﺎ ﻣِﻤَّﺎ ﺃَﻧْﺰَﻝَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ، ﻓَﻘَﺪْ ﺃَﻋْﻈَﻢَ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺍﻟْﻔِﺮْﻳَﺔًَ، ﻭﺍﻟﻠﻪُ ﻳَﻘُﻮْﻝُ : )ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟﺮَّﺳُﻮْﻝُ ﺑَﻠِّﻎْ ﻣَﺎ ﺃُﻧﺰِﻝَ ﺇِﻟَﻴْﻚَ ﻣِﻦْ ﺭَﺑِّﻚَ ﻭَﺇِﻥْ ﻟَﻢْ ﺗَﻔْﻌَﻞْ ﻓَﻤَﺎ ﺑَﻠَّﻐْﺖَ ﺭِﺳَﺎﻟَﺘَﻪ (
“Dan barangsiapa yang menyangka Muhammad shallallaahu ‘alaihi wa sallam menyembunyikan sesuatu dari apa-apa yang diturunkan Allah, sungguh ia telah membuat kedustaan yang sangat besar terhadap Allah. Padahal Allah telah berfirman : ”Hai Rasul, sampaikanlah apa yang di turunkan kepadamu dari Tuhanmu. Dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya.” (QS. Al-Maidah : 67)
~~[HR. Al-Bukhari no.7380 dan Muslim no.177]~~

’Abdullah bin ’Umar radliyallaahu ’anhuma juga berkata :
ﻛُﻞُّ ﺑِﺪْﻋَﺔٍِ ﺿَﻼَﻟَﺔٌُ ﻭَﺇِﻥْ ﺭَﺁﻫَﺎ ﺍﻟﻨَّﺎﺱُ ﺣَﺴَﻨَﺔًَ
”Setiap bid’ah itu adalah sesat walaupun manusia memandangnya sebagai satu kebaikan”
~~[Diriwayatkan oleh Al-Laalikai dalam Syarh Ushulil I’tiqad no.205 dan Ibnu Baththah dalam Al-Ibanah dengan sanad shahih]~~

Ibnul Majisyun rahimahullah mengatakan :
ﺳﻤﻌﺖ ﻣﺎﻟﻜﺎ ﻳﻘﻮﻝ : " ﻣﻦ ﺍﺑﺘﺪﻉ ﻓﻲ ﺍﻹﺳﻼﻡ ﺑﺪﻋﺔ ﻳﺮﺍﻫﺎ ﺣﺴﻨﺔ ، ﻓﻘﺪ ﺯﻋﻢ ﺃﻥ ﻣﺤﻤﺪﺍ – ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ - ﺧﺎﻥ ﺍﻟﺮﺳﺎﻟﺔ ، ﻷﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﻳﻘﻮﻝ }: ﺍﻟﻴﻮﻡ ﺃﻛﻤﻠﺖ ﻟﻜﻢ ﺩﻳﻨﻜﻢ { ، ﻓﻤﺎ ﻟﻢ ﻳﻜﻦ ﻳﻮﻣﺌﺬ ﺩﻳﻨﺎ ﻓﻼ ﻳﻜﻮﻥ ﺍﻟﻴﻮﻡ ﺩﻳﻨﺎ "
”Aku mendengar Al-Imam Malik rahimahullah berkata :
”Barangsiapa yang membuat bid’ah dalam Islam yang ia memandangnya baik (hasanah), maka sungguh ia telah menuduh Muhammad shallallaahu ’alaihi
wasallam mengkhianati risalah. Hal itu dikarenakan Allah telah berfirman : ”Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu”. Maka apa saja yang pada hari itu (yaitu hari dimana Rasulullah shallallaahu ’alaihi wasallam beserta para shahabatnya masih hidup) bukan merupakan bagian dari agama, maka begitu pula pada hari ini bukan menjadi bagian dari agama”
~~[Al-I’tisham Imam Asy-Syathibi, 1/49]~~

Al-Imam Asy-Syafi’iy rahimahullah berkata :
ﻣَﻦ ﺍﺳْﺘَﺤْﺴَﻦَ ﻓَﻘَﺪْ ﺷَﺮَﻉَ
“Barangsiapa yang menganggap baik sesuatu (menurut pendapatnya), maka sesungguhnya ia telah membuat syari’at”
~~[Al-Mankhuul oleh Al-Ghazaliy hal.374, Jam’ul Jawaami’ oleh Al-Mahalliy 2/395, dan yang lainnya]~~

Imam Asy-Syaukaniy rahimahullah menjelaskan perkataan Imam Syafi’iy di atas :
ﻣﻌﻨﺎﻩ ﺃﻧﻪ ﻳﻨﺼﺐ ﻣﻦ ﺟﻬﺔ ﻧﻔﺴﻪ ﺷﺮﻋًﺎ ﻏﻴﺮ ﺍﻟﺸﺮﻉ
“Maknanya adalah orang yang menetapkan hukum syar’iy atas dirinya dan tidak berdasarkan dalil-dalil syar’iy”
~~[Irsyaadul Fuhuul, hal.240]~~

Al-Imam Asy-Syafi’iy rahimahullah juga mengatakan :
ﺇِﻧَّﻤَﺎ ﺍﻻﺳﺘﺤﺴﺎﻥُ ﺗﻠﺬُّﻥٌ
“Sesungguhnya anggapan baik (al-istihsan) hanyalah menuruti selera hawa nafsu”
~~[Ar-Risalah, hal.507]~~

Semoga bermanfaat, baarakallaahu fiykum

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites