Thursday, August 7, 2014

Antara Godaan Wanita dan Godaan Setan, Mana yang Lebih Dahsyat...?

Antara Godaan Wanita dan Godaan Setan, Mana yang Lebih Dahsyat...?

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ الْمَرْأَةَ تُقْبِلُ فِى صُورَةِ شَيْطَانٍ وَتُدْبِرُ فِى صُورَةِ شَيْطَانٍ فَإِذَا أَبْصَرَ أَحَدُكُمُ امْرَأَةً فَلْيَأْتِ أَهْلَهُ فَإِنَّ ذَلِكَ يَرُدُّ مَا فِى نَفْسِهِ

“Sesungguhnya wanita itu datang dalam rupa setan dan pergi dalam rupa setan, maka apabila seorang dari kalian melihat wanita, hendaklah ia mendatangi istrinya, karena dengan begitu akan menentramkan gejolak syahwat di jiwanya.” [HR. Muslim dari Jabir radhiyallahu'anhu]

An-Nawawi rahimahullah berkata,

قال العلماء معناه الاشارة إلى الهوى والدعاء إلى الفتنة بها لما جعله الله تعالى في نفوس الرجال من الميل إلى النساء والالتذاذ بنظرهن وما يتعلق بهن فهي شبيهة بالشيطان في دعائه إلى الشر بوسوسته وتزيينه له ويستنبط من هذا أنه ينبغى لها أن لا تخرج بين الرجال الا لضرورة وأنه ينبغى للرجل الغض عن ثيابها والاعراض عنها مطلقا

“Ulama berkata, makna hadits ini adalah peringatan dari hawa nafsu dan (bahaya) ajakan kepada fitnah (godaan) wanita, karena Allah telah menjadikan di hati-hati kaum lelaki adanya kecenderungan terhadap para wanita dan merasa nikmat ketika memandang mereka dan apa yang terkait dengan mereka, maka wanita menyerupai setan dari sisi ajakannya kepada kejelekan dengan bisikannya dan tipuannya.

Dan dapat diambil kesimpulan hukum dari hadits ini bahwa tidak boleh bagi wanita untuk keluar di antara kaum lelaki kecuali karena satu alasan darurat (sangat mendesak), dan hendaklah kaum lelaki menundukkan pandangan dari melihat kepada pakaiannya dan berpaling darinya secara mutlak.” [Syarah Muslim, 9/178]

Baca selengkapnya: https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/346691055480383

Adab adab dan hak hak ukhuwah

〰〰〰����⛅��〰〰〰

�� ADAB-ADAB DAN HAK-HAK UKHUWAH

✔1- Memenuhi hak-hak sesama muslim,
✔2- Menjauhi prasangka buruk, dengki dan benci,
✔3- Tidak menzholimi teman dan menghinanya,
✔4- Berjabat tangan dengan teman ketika bertemu,
✔5- Senyum,
✔6- Saling meluaskan tempat duduk,
✔7- Menjaga kehormatan teman,
✔8- Memanggil teman dengan nama yang paling dia suka,
✔9- Berupaya untuk membantu dan berkhidmat kepada teman,
✔10- Mensyukuri sumbangsih yang telah dilakukan teman,
✔11- Saling berziaroh dan berkunjung sesama teman dengan memenuhi adab-adab ziaroh,
✔12- Mengadakan (berbagi) jamuan makanan untuk teman,
✔13- Selalu mengedepankan nasehat,
✔14- Membantu untuk mendekatkan diri kepada Allah,
✔15- Mendo'akan teman ketika tidak hadir dihadapan kita.
_____________________

�� HAL-HAL YANG MERUSAK UKHUWAH

✖1- Niat yang Jelek
✖2- Dosa-dosa yang kita lakukan
✖3- Jidal (perdebatan)
✖4- Tidak mengingkari kesalahan yang dilakukan oleh teman bahkan berpura-pura dan menutup mata darinya
✖5- Hasad dan dengki
✖6- Mementingkan diri sendiri.

_______________
�� Diringkas dari:
Audio Kajian "Menebar Nasehat Merajut Ukhuwah" Masjid As-Salam Mujur Kroya Cilacap, 27 Ramadhan 1435 H || Al-Ustadz Abu Hamzah Yusuf hafizhohullah

☆★~•~•~ TIS ��

Saturday, August 2, 2014

Mari berteman Karena landasan Iman dan Taqwa Kepada Allōh Jalla Wa àlā Di atas Manhaj Nubuwwah

Faidah
------

          Mari berteman...
Karena landasan Iman dan Taqwa
      Kepada Allōh Jalla Wa àlā
      Di atas Manhaj Nubuwwah
  ========================

Berkata al-Imām abul Àbbas Ibnu Taimiyyah al-Harrōniy ad-Dimasyqiy rohimahullōh:

"المصاحبة والمصاهرة والمؤاخاة لا تجوز إلا مع أهل طاعة الله على مراد الله ويدل على ذلك الحديث :{ لا تصاحب إلا مؤمنا ولا يأكل طعامك إلا تقي } ."

"Pertemanan, perkumpulan dan persaudaraan itu tidaklah dibenarkan kecuali bersama dengan orang-orang yang ta'at kepada Allōh, dan sesuai dengan ketentuan yg diinginkan Allōh (syariat-Nya; -penj.).

Hal ini ditunjukkan oleh hadits:
{Janganlah berteman kecuali dengan seorang mukmin, dan janganlah pula makan makananmu kecuali orang yg bertakwa}".

[Majmù al-Fatāwā: 15/ 327]

      =[Majmù Al-Fawāid]=

Hukum Memutar Murottal Ketika menjelang Tidur

⛔⛔HUKUM⛔⛔

Memutar Murottal Ketika menjelang Tidur

السؤال : ما حكم تشغيلي للقرآن الكريم على إذاعة القرآن الكريم خلال نومي في غرفتي لوحدي ؟

الجواب : إذا كنت تستمع له فهذا شيء طيب ، أما إذا كنت لا تستمع له وتنام فهذا لا فائدة منه .
Tanya:
Apa hukumnya, menyetel al-Qurān al-Karīm dari Radio Qurānul karīm, menjelang tidur di kamar tatkala saya sendiri??

Jawab:
Jika engkau menyimaknya, maka itu adalah perbuatan yang bagus. Akan tetapi jika tidak menyimaknya dan engkau tidur, maka itu tidak ada faidah (kebaikan;-penj.) dari perbuatan itu.

Sumber:
www.alfawzan.af.org.sa/node/13608

Diterjemahkan:
Al-Ustadz Hudzaifah Abu Khodijah
                    -hafizhahullah-

             ��WhatsApp��
Al-Fatawa Al-Fauzaniyyah

Hukum pakaian longgar seperti daster atau mantel atau yang semisalnya pada Wanita

FATWA 701

Hukum pakaian longgar seperti daster atau mantel atau yang semisalnya pada Wanita

السؤال : ما حكم لبس عباءة الكتف الفضفاضه من كل النواحي لجسم المرأة وساترة ، هل يجوز لبسها ؟

الجواب : لمَّا كانت المرأة مطلوبٌ سترها واستعمال العباءة أو الجلال الساتر ، فإن الأعداء تسلطوا على هذه العباءة ليفسدوها ، فصاروا يعبثون فيها ويحدثون لها أشكالاً تصبح من أنواع التجمل وليست من أنواع الستر ، المقصود من العباءة الستر لجميع البدن من الرأس إلى القدم والعقِب ، هذا المقصود ، وأن لا تكون ضيقه ، تكون فوق الثياب من باب الإحتياط للمرأة ، فهذا هو المقصود من العباءة ، تكون أيضاً ليس فيها زينة ولا تطريز وإنما تكون ساذجة ليس فيها تطريز ولا زينة ولا تلبس على الكتف بل تلبس على الرأس ، هذه هي العباءة المطلوبة .
Soal:

Apa hukumnya mengenakan daster/ mantel (pakaian longgar yg terbuka bagian depannya;-penj.) yg diletakkan di bahu, yang lebar di seluruh sisi bagi tubuh seorang wanita, dan juga pakaian tsb bisa menutup.
Apakah boleh mengenakannya?

Jawab:
Seorang wanita itu dituntut untuk menutup dirinya dan mengenakan pakaian-pakaian yang longgar, lebar serta menutup aurat. Karena sesungguhnya musuh-musuh agama, mereka masuk di perkara ini untuk merusak para wanita tersebut. Mereka pun menciptakan mentenarkan bentuk-bentuk yang tidaklah membuat semakin baik dan menutup aurot.
Yang diinginkan dengan pakaian-pakaian yg longgar tersebut adalah menutup seluruh badan, dari kepala hingga mata kaki, inilah tujuannya, dan tidaklah pula ketat hingga membentuk tubuh, yang pakaian itu dikenakan berlapis diatas pakaian lainnya agar lebih menjaga diri bagi seorang wanita. Inilah yang diinginkan dari pakaian-pakaian yg longgar itu.

Dan juga hendaknya tidak terdapat padanya hiasan-hiasan juga tidak dengan bordir-bordiran. Akan tetapi, sederhana saja tanpa hiasan-hiasan dan bordir-bordir, dan tidaklah pula mengenakannya dengan diletakkan di bahu, akan tetapi kenakan dengan diletakkan dari kepala, inilah al-ìbāah (pakaian yg longgar) yang diinginkan sebenarnya.

��www.alfawzan.af.org.sa/node/13609

Diterjemahkan:
Al-Ustadz Hudzaifah Abu Khodijah
                   -hafizhahullah-
��WhatsApp الفتاوى الفوزانية

Friday, August 1, 2014

Keadaan kebanyakan manusia

Renungan dari Ayat-Ayat Al-Qur`an [2]

Keadaan Kebanyakan Manusia

Allah Subhânahu wa Ta’âlâ berfirman,
يَعْلَمُونَ ظَاهِرًا مِنَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ عَنِ الْآخِرَةِ هُمْ غَافِلُونَ
“Mereka hanya mengetahui yang lahir (saja) dari kehidupan dunia; sedang mereka tentang (kehidupan) akhirat adalah lalai.” [Ar-Rûm: 7]
Hal yang sangat menakjubkan keadaan banyak manusia, penuh semangat dalam meraih dunianya, melengkapi diri dengan berbagai pengetahuan dalam meraup keuntungan, mengampu berbagai bisnis sebagai bekal kehidupan, rela berkorban waktu berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun dalam mempelajari cara mengais gemerlap dunia, namun, terhadap kehidupan akhirat, mereka adalah orang-orang yang lalai.
Adakah yang pernah meluangkan waktunya untuk mempelajari bagaimana dia menjawab pertanyaan Allah pada hari kiamat, “Dan (ingatlah) hari (di waktu) Allah menyeru mereka, seraya berkata: ‘Apakah jawabanmu kepada para rasul?’.” [Al-Qashash: 65]
Sudah mereka bersiap untuk menjawab pertanyaan malaikat di alam kubur, “Siapa Rabb yang engkau sembah?”, “Siapa Nabimu?”, dan “Apa agamamu?”.
Berbagai prahara alam kubur dan hari kiamat pasti akan kita lalui.
Sejauh mana kita telah berbekal?
Kita tidak dituntut meninggalkan dunia. Namun, jangan sampai dunia melalaikan dari akhirat.

Twitter: @DzulqarnainMS
FB: Dzulqarnain M. Sunusi - dzulqarnain.net

Dua golongan manusia yang semestinya ditiru

{Petunjuk Rosul}

Ada dua golongan manusia yang semestinya ditiru dan ditauladani.

Dari Ibnu Mas' ud radhiyallahu ' anhu, bahwasanya Rosulullah shallallahu ' alaihi wasallam bersabda :

لا حسد إلا في اثنتين: رجل آتاه الله مالا فسلطه على هلكته في الحق، ورجل آتاه الحكمة فهو يقضي بها ويعلمها

"Tidak ada iri hati kecuali pada dua (golongan); seseorang yang Allah beri harta lalu dihabiskannya untuk kebenaran, dan seseorang yang Allah beri hikmah (ilmu agama) lalu digunakannya untuk mengambil keputusan dan diajarkannya."

(HR. Bukhari dan Muslim)

Pin : 7CA50BEE
Twitter : @Mukhti_76
Page FB : Abdul Mu'thi Al-Maidani
Web : Almaidani.net

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites